Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Mukasyafatul Qulub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mukasyafatul Qulub. Tampilkan semua postingan

MENJAMU ORANG KAFIR

Written By MuslimMN on Sabtu, 05 Juli 2014 | 15.30





Suatu ketika seorang Majusi meminta agar ia diundang makan oleh Nabi Ibrahim As. Nabi Ibrahim As. berkata kepadanya: “Jika engkau masuk agama Islam, aku akan menjamumu.”

Maka Allah Swt. berfirman kepada Nabi Ibrahim As.: “Wahai Ibrahim, pelit seperti apa ini? Engkau tidak mau memberinya makan satu kali kecuali ia dimintamu merubah agamanya. Sedangkan Kami memberinya makan selama 70 tahun meski ia dengan kekafirannya.”

Lalu Nabi Ibrahim As. mengikuti orang Majusi itu dan memintanya kembali ke rumahnya untuk dijamu. Nabi Ibrahim As. pun menceritakan kepadanya tentang wahyu yang baru saja diterimanya.

Akhirnya orang Majusi itu berkata: “Begitulah yang dilakukan Tuhanku kepadaku.” Kemudian ia pun masuk Islam. (Jami’ al-Ushul fi al-Auliya’ halaman 241).

 Top of Form
Bottom of Form

KITA KALAH 3-0 DENGAN SETAN

Written By MuslimMN on Sabtu, 28 Desember 2013 | 13.28



Kutipan Pengajian Jumat Kliwon 27 Desember 2013 di Gedung Kanzus Sholawat & Dialog Imajiner Habib Luthfi dengan Setan.”


Tasawuf itu tashfiyatulqulub dan tazkiyatunnufus (pensucian hati dan pembersihan jiwa). Tasawuf sudah ada sejak lama bahkan merupakan ahwal (kondisi/kebiasaan) para sahabat Nabi Saw.

Saat perang Khandaq (parit) di madinah para sahabat diminta oleh Nabi Saw. untuk maju ke wilayah musuh sebagai mata-mata (intel). Tapi para sahabat diam, tidak ada yang mengajukan diri sampai beliau Saw. menawarkan siapa saja yang mau jadi intel akan beliau jadikan sahabat karib di surga. Mereka tetap diam. Akhirnya Nabi Saw. menunjuk salah seorang sahabat yakni Hudzaifah Ra. untuk menjadi mata-mata, dia yang menerima perintah tersebut.

Diamnya para sahabat terhadap perintah Nabi Saw. bukan merupakan ketidakpatuhan para sahabat terhadap perintah Nabi Saw. Akan tetapi mereka menjaga adab di hadapan beliau Saw. Mereka takut di saat mengajukan diri yang muncul adalah dorongan nafsu, ego mereka sendiri bukan karena Allah Swt.

Jangan sampai kita terlena dan terbuai oleh nafsu kita sendiri.

Dialog Imajiner Habib Luthfi dan Setan, Kalah Telak 3–0

Setan: Samlikum Bib.
Habib Luthfi: Samlikum, ada perlu apa neh Tan?

Setan: Mau silaturrahim. Ente sekarang makin terkenal Bib, hehehe
Habib Luthfi: Oh, mau silaturrahim (hehe baru tahu dia siapa gue, hmmm setan aja sowan ke sini apalagi manusia, astaghfirullah gue kalah 1-0). Tan apa murid-murid saya masuk daftar orang-orang yang kalian goda atau nggak?

Setan: Ah nggak Bib, nggak berani saya sama murid-murid sampeyan Bib.
Habib Luthfi: Oh, Alhamdulillah (hmmm baru tahu lu ya kalau murid gue gak bisa digoda apalagi gue, hehehe, astaghfirullah gue kalah 2-0).

Setan: Ya iyalah Bib, murid sampeyan ngapain saya godain, gak digodain pun mereka sudah terbuai dan terlena sama nafsunya. Ngapaian repot-repot godain, saya sih liatin ajah sembari ketawa, hehehehe

Habib Luthfi: Haahh, ternyata setan sekarang belum godain murid-murid gue, mereke cuma nonton sembari cekakak cekikik. Hmmm ternyata gue kalah 3-0 sekarang.


Sya’roni As-Samfuriy, Banten 29 Desember 2013

Kisah Malaikat Yang Sayapnya Dipatahkan Karena Tidak Berdiri Menyambut Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Written By MuslimMN on Kamis, 27 Desember 2012 | 12.35



Kisah Malaikat Yang Sayapnya Dipatahkan Karena Tidak Berdiri Menyambut Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam

Suatu ketika Malaikat Jibril AS datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan berkata, “Ya Rasulullah, aku telah melihat seorang malaikat di langit berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang kulihat malaikat itu berada di atas gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah sedang menangis.  Ketika dia melihatku, dia berkata, “Adakah engkau mau menolongku?”

Aku berkata, “Apa salahmu?”

Dia berkata, “Ketika aku berada di atas singgasana pada malam Mi’raj, lewatlah padaku Rasulullah. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang kau lihat.”

Malaikat Jibril berkata, “Seraya aku merendah diri di hadapan Allah, aku memintakannya ampunan kepada Allah.”

Maka Allah SWT berfirman, “Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas Kekasih-Ku Muhammad.”

Malaikat Jibril berkata lagi, “Kemudian malaikat itu membaca shalawat kepadamu dan Allah mengampuninya serta menumbuhkan kedua sayapnya, lalu menempatkannya lagi di atas singsananya.”


Mukasyafatul Qulub, Hujattul Islam Al Imam Ghazali bab XIX, hal. 143
 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template