Latest Post

Tampilkan postingan dengan label FIKRAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FIKRAH. Tampilkan semua postingan

SHALAWAT; PENGHANTAR MA’RIFAT DAN IBADAH YANG PASTI DITERIMA

Written By MuslimMN on Kamis, 08 September 2016 | 17.53



Seorang murid pernah bertanya kepada Syaikh Ali Jum’ah, Mufti Mesir: “Syaikh, dalam buku Anda tertulis bahwa membaca shalawat adalah satu-satunya ibadah yang pasti diterima oleh Allah. Apakah benar demikian? Mohon penjelasannya.”

Syaikh Ali Jum’ah menjawab: “Ya benar, saya menulis demikian. Bershalawat Nabi adalah amalan yang pasti diterima oleh Allah. Jika kamu bersedekah, dan kamu ingin dipuji, maka sedekahmu sia-sia. Begitu pula jika kamu shalat karena ingin diperhatikan manusia, shalatmu tanpa pahala. Tapi jika kamu bershalawat, walaupun kamu riya, kamu tetap akan mendapatkan pahala, karena shalawat berhubungan dengan Nabi Allah yang agung, yaitu Nabi Muhammad Saw.”

Shalawat, Satu-satunya Ibadah yang Pasti Diterima

Dalam kitab al-Fawaid al-Mukhtarah, Syaikh Abdul Wahab asy-Sya’roni meriwayatkan bahwa Abul Mawahib Imam asy-Syadzili berkata:

رَأَيْتُ سَيِّدَ الْعَالَمِيْنَ صَلَّى اللهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  فَقُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ صَلاَةُ اللهِ عَشْرًا لِمَنْ صَلَّى عَلَيْكَ مَرَّةً وَاحِدَةً هَلْ ذَلِكَ لِمَنْ حَاضَرَ الْقَلْبَ؟ قَالَ لاَ، بَلْ هُوَ لِكُلِّ مُصَلٍّ عَلَيَّ وَلَوْ غَافِلاً

“Aku pernah bermimpi bertemu Baginda Nabi Muhammad Saw. Aku bertanya, “Ada hadits yang menjelaskan sepuluh rahmat Allah diberikan bagi orang yang berkenan membaca shalawat, apakah dengan syarat saat membaca harus dengan hati hadir dan memahami artinya?” Nabi Saw. menjawab, “Bukan, bahkan itu diberikan bagi siapa saja yang membaca shalawat meski tidak faham arti shalawat yang ia baca.”

Allah Swt. memerintahkan para malaikatNya untuk senantiasa memohonkan doa kebaikan dan ampunan bagi orang tersebut (yang membaca shalawat). Terlebih jika ia membaca dengan hati yang hadir, pasti pahalanya sangat besar, hanya Allah yang mengetahuinya. Bahkan, ada sebuah keterangan apabila kita berdoa tidak dimulai dengan memuja Allah Swt., tanpa membaca shalawat, kita disebut sebagai orang yang terburu-buru.

عن فَصَالَةَ بن عُبَيدْ رضى الله عنهما قَالَ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يَدْعُوْ فِىْ صَلاَتِهِ لَمْ يَحْمَدِ اللهَ تَعَالَى وَلَمْ يُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم عَجَّلَ هَذَا. ثُمَّ دَعَاهُ فَقَالَ لَهُ اَوْ لِغَيْرِهِ اِذَا صَلَّى اَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيْدِ رَبِّهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ يَدْعُوْ بَعْدُ بِمَا شَاءَ، رواه ابو داود والترمذى وقال حديث صحيح.

Baginda Nabi Saw. mendengar ada seseorang yang sedang berdoa tapi tidak dibuka dengan memuja Allah Swt. dan tanpa membaca shalawat, Nabi Saw. bersabda, “Orang ini terburu-buru.” Kemudian Nabi mengundang orang itu, lalu ia atau orang lainnya dinasehati, “Jika diantara kalian berdoa, maka harus diberi pujian kepada Allah Swt., membaca shalawat, lalu berdoalah sesuai dengan apa yang dikehendaki.” (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi).

Apalagi jika bertepatan dengan hari Jum’at, maka perbanyaklah membaca shalawat di dalamnya. Karena Nabi Saw. bersabda dalam sebuah hadits:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إِنَّ مِنْ اَفْضَلِ اَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَاَكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيْهِ فَاِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوْضَةٌ عَلَيَّ رواه ابو داود.

“Hari yang paling mulia adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah shalawat di hari itu, karena shalawat kalian dihaturkan kepadaku.”

Ulama sepakat bahwa shalawat pasti diterima, karena dalam rangka memuliakan Rasulullah Saw. Ada penyair yang berkata:

أَدِمِ الصَّلاَةَ عَلَى مُحَمَّدٍ  #  فَقَبُوْلُهَا حَتْمًا بِغَيْرِ تَرَدُّدٍ
أَعْمَالُنَا بَيْنَ الْقَبُوْلِ وَرَدِّهَا # اِلاَّ الصَّلاَةَ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

“Senantiasalah membaca shalawat, sebab shalawat pasti diterima. Adapun amal yang lain mungkin saja diterima atau ditolak, kecuali shalawat pasti diterima.”

Shalawat Penghantar Ma’rifat

واعلموا أن العلماء إتفقوا على وجوب الصلة والسلام على النبي صلى الله عليه وسلم , ثم اختلفوا في تعيين الواجب فعند مالك تجب الصلوة والسلام في العمر مرة وعند الشافعي تجب في التشهد الأخير من كل فرض, وعند غيرهما تجب في كل مجلس مرة وقيل تجب عند ذكره وقيل بجب الإكثار منها من غير تقييد بعدد, وبالجملة فالصلاة على النبي أمرها عظيم وفضلها جسيم. وهي أفضل الطاعات وأجل القربات حتى قال بعض ال عارفين إنها توصل إلى الله تعالى من غير شيخ لأن الشيخ والسند فيها صاحبها ولاأنها تعرض عليه ويصلي على المصلي بخلاف غيرها من الأذكار فلا بد فبها من الشيخ الارف و لا دخلها الشيطان ولم ينتفع صاحبها بها.

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya para ulama telah sepakat atas diwajibkannya membaca shalawat dan salam untuk Baginda Nabi Muhammad Saw. Kemudian mereka berselisih pendapat mengenai kapan kewajiban ini harus dilakukan. Menurut Imam Malik, cukup satu kali dalam seumur hidup. Menurut Imam Syafi’I, wajib dibaca pada waktu tasyahud akhir dalam setiap shalat fardhu. Menurut ulama lainnya, wajib dibaca satu kali dalam setiap majelis. Ada juga ulama yang berpendapat wajib membaca shalawat setiap kali mendengar nama Nabi Saw. disebut. Dan ada juga yang mengatakan untuk memperbanyak shalawat tanpa dibatasi bilangan tertentu. Secara umum, membaca shalawat kepada Nabi Saw. merupakan hal yang sangat agung dan keutamaannya sangat banyak.”

“Membaca shalawat merupakan bentuk ibadah yang paling utama dan paling besar pahalanya. Sampai-sampai sebagian kaum ‘arifin mengatakan: “Sesungguhnya shalawat itu bisa mengantarkan pengamalnya untuk ma’rifat billah meskipun tanpa guru spiritual (mursyid). Karena guru dan sanadnya langsung melalui Nabi Saw.” Ingat, setiap shalawat yang dibaca seseorang selalu diperlihatkan kepada Nabi Saw. dan beliau Saw. membalasnya dengan doa serupa. Hal ini berbeda dengan dzikir-dzikir (selain shalawat) yang harus melalui guru spiritual (mursyid), yang sudah mencapai maqam ma’rifat. Jika tidak demikian maka akan dimasuki setan dan pengamalnya tidak akan mendapat manfaat apapun.” (Hasiyah ash-Shawi ‘ala al-Jalalain juz 3 hlm. 287).

Abdurrahman bin Samrah meriwayatkan sebuah hadits yang dituturkan oleh Sa’id bin al-Musayyab, bahwa Nabi Saw bersabda, “Kulihat seorang dari umatku berjalan di atas shirath, kadang merangkak-rangkak dan kadang bergelantung. Kemudian datanglah shalawat (yang diucapkannya dahulu ketika hidup di dunia) lalu membangunkannya hingga dapat berdiri dan berjalan dengan kakinya, lalu ia diselamatkan oleh shalawatnya.” (HR. Abu Musa al-Madini dalam at-Targhib wa at-Tarhib, hadits hasan jiddan).

Wasiat-Nasehat Para Ulama tentang Shalawat

Imam Abul Hasan asy-Syadzilli pernah berkata, “Di akhir zaman tidak ada amalan yang lebih baik daripada bershalawat kepada Rasulullah Saw.”

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menyatakan, “Tidak tertolak shalawat atas Nabi Saw.”

Al-Hafidz asy-Syaraji berkata, “Semua dzikir tidak diterima kecuali dengan khusyuk dan hadir hatinya kecuali shalawat, maka akan diterima meskipun tanpa khusyuk dan hadirnya hati. Karena itu Abul Hasan al-Bakri berpesan: “Seharusnya tiap hari seseorang jangan kurang membaca shalawat dari 500 kali.”

Syaikh Abdul Qadir al-Jailani pernah berwasiat, “Dengan membaca shalawat, seorang hamba dapat meraih keridhaan Allah Swt., memperoleh kebahagiaan dan restu Allah Swt., berkah-berkah yang dapat dipetik, doa-doa yang terkabulkan, bahkan dia bisa naik ke tingkatan derajat yang lebih tinggi, serta mampu mengobati penyakit hati dan diampuni dosa-dosa besarnya.”

Adapun Syaikh Ibn Athaillah as-Sakandari berkata, “Siapa yang (merasa) tidak memiliki amalan shalat dan puasa yang banyak untuk menghadap Allah di hari kiamat, maka hendaknya ia perbanyak membaca shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad Saw.”

Al-Quthb al-Imam al-Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menyebutkan bahwasanya para ulama berkata, “Satu shalawat dari Allah cukup untuk seorang hamba, dunia dan akhirat.”

As-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki pernah berpesan, “Jangan tinggalkan membaca shalawat kepada Rasulullah Saw. Karena bacaan shalawat itu merupakan kunci segala kebaikan dan pintu segala keutamaan untuk agama, dunia dan akhirat.”


Al-Habib Umar bin Hafidz mengatakan, “Sesungguhnya apabila engkau melakukan ketaatan kepada Allah seumur hidupmu, bahkan Allah berikan di atas umurmu adalah umurnya seluruh manusia untuk digunakan dalam ketaatan kepadaNya, maka sesungguhnya lebih hebat satu shalawat dari Allah Swt.” (*Ibj)

HASIL REKOMENDASI KONFERENSI INTERNASIONAL DI CHECHNYA (25-27 AGUSTUS 2016)

Written By MuslimMN on Senin, 29 Agustus 2016 | 05.46


Muktamar (Konferensi) bertajuk “Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah? Penjelasan Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah; Akidah, Fikih dan Akhlak serta Dampak Penyimpangan darinya di Tataran Realitas” yang diselenggarakan hari Kamis (25-27/08/2016) dihadiri Grand Syaikh al-Azhar, para mufti dan lebih dari 200 ulama seluruh dunia. Berikut 10 rekomendasi Muktamar Ahlussunnah wal Jama’ah Chechnya:

بسم الله الرحمن الرحيم

أهل السنة والجماعة هم الأشاعرة والماتريدية في الاعتقاد وأهل المذاهب الأربعة في الفقه، وأهل التصوف الصافي علمًا وأخلاقًا وتزكيةً. - للقرآن الكريم حرم يحيطه من العلوم الخادمة له، المساعدة على استنباط معانيه، وإدراك مقاصده وتحويل آياته إلى حياة وحضارة وآدابا وفنون وأخلاق ورحمة وراحة وإيمان وعمران وإشاعة السلم والأمان في العالم حتى ترى الشعوب والثقافات والحضارات المختلفة عيانا أن هذا الدين رحمة للعلمين وسعادة في الدنيا والآخرة.
هذا المؤتمر نقطة تحول هامة وضرورية لتصويب الانحراف الحاد والخطير الذي طال مفهوم "أهل السنة والجماعة" إثر محاولات اختطاف المتطرفين لهذا اللقب الشريف وقصره على أنفسهم وإخراج أهله منه.

Ahlussunnah wal Jama’ah adalah al-Asya’irah dan al-Maturidiyah dalam akidah, empat madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali dalam fikih, serta ahli tasawuf yang murni –ilmu dan akhlak— para ulama yang meniti jalannya.

Al-Quran al-Karim adalah bangunan yang dikelilingi oleh berbagai ilmu yang membantu untuk menggali makna-maknanya dan mengetahui tujuan-tujuannya yang mengantarkan manusia kepada ma’rifat kepada Allah Swt., mengeluarkan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya, mengejawantahkan kandungan ayat-ayatnya ke dalam kehidupan, peradaban, sastra, seni, akhlak, kasih sayang, kedamaian, keimanan dan pembangunan. Serta menyebarkan perdamainan dan keamanan di seluruh dunia sehingga bangsa-bangsa lain dapat melihat dengan jelas bahwa agama ini adalah rahmat bagi seluruh alam, serta jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Muktamar ini merupakan titik balik yang berkah untuk meluruskan penyimpangan akut yang berbahaya yang mendominasi pengertian “Ahlussunnah wal Jama’ah” setelah berbagai upaya pencatutan kalangan ektremis akan istilah ini dan membatasinya hanya pada diri mereka serta mengafirkan umat Islam lainnya.

توصيات:
(REKOMENDASI)

أوصى المؤتمر بإنشاء قناة تليفزيونية على مستوى روسيا الاتحادية لتوصيل صورة الإسلام الصحيحة للمواطنين ومحاربة التطرف والإرهاب.

1.      Membuat channel TV  di  Rusia untuk menyampaikan citra Islam yang benar kepada masyarakat dan memerangi ekstremisme dan terorisme.

زيادة الاهتمام بقنوات التواصل الاجتماعي وتخصيص ما يلزم من الطاقات والخبرات للحضور الإيجابي في تلك الوسائط حضورًا قويًا وفاعلًا.

2.      Perlunya memberikan kepedulian dan perhatian kepada berbagai media sosial, dan mengerahkan kemampuan dan keahlian yang diperlukan untuk ikut mewarnai dan memberikan dampak yang kuat di media-media tersebut.

أن يتم إنشاء مركز علمي بجمهورية الشيشان لرصد ودراسة الفرق المعاصرة ومفاهيمها وتشكيل قاعدة بيانات موثقة تساعد على التفنيد والنقد العلمي للفكر المتطرف واقترح المجتمعون أن يحمل هذا المركز اسم "تبصير".

3.      Membangun Pusat Ilmiah yang kuat di Republik Chechnya untuk memantau dan mempelajari aliran-aliran kontemporer dan konsep-konsepnya, dan membuat data terpercaya untuk membantu membantah dan mengkritik secara ilmiah terhadap pemikiran ekstrem dan berbagai wacananya. Dan para hadirin di Muktamar mengusulkan pusat ilmiah ini bernama “Tabshir” (Pencerahan).

عودة مدارس العلم الكبرى والرجوع إلى تدريس دوائر العلم المتكاملة التي تخرج العلماء والقادرين على تفنيد مظاهر الانحراف الكبرى.

4.      Menyadarkan kembali berbagai lembaga pendidikan Islam yang besar akan jati dirinya, sejarah dan metodologi pendidikan mereka yang otentik dan klasik, dan kembali mengajarkan lingkaran ilmu pengetahuan yang integral, yang dapat melahirkan para ulama yang mampu membimbing umat, membantah berbagai fenomena penyimpangan pemikiran, dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan perdamaian, serta menjaga tanah air.

ضرورة رفع مستوى التعاون بين المؤسسات العلمية العريقة كالأزهر الشريف والقرويين والزيتونة وحضرموت ومراكز العلم والبحث فيما بينها ومع المؤسسات الدينية والعلمية في روسيا الاتحادية.

5.      Perlunya meningkatkan kerjasama antara berbagai lembaga pendidikan yang bergengsi, seperti al-Azhar asy-Syarif, al-Qarawiyyin, Zaitouna, dan Hadhramaut serta pusat-pusat ilmu pengetahuan dan penelitian, dengan lembaga-lembaga keagamaan dan ilmiah di Federasi Rusia.

ضرورة فتح منصات تعليمية للتعليم عن بعد لإشاعة العلم الآمن.

6.      Pentingnya membuka sistem belajar-mengajar jarak jauh untuk menyebarkan ilmu yang benar, dimana sistem itu akan dapat melayani orang-orang yang ingin belajar namun terkendala pekerjaan mereka dari mengikuti pendidikan secara formal.

توجيه النصح للحكومات بضرورة دعم المؤسسات الدينية والمحاضن القائمة على المنهج الوسطي المعتدل والتحذير من خطر اللعب على سياسية الموازنات وضرب الخطاب الديني ببعضه.

7.      Memberikan saran kepada pemerintah akan pentingnya mendukung lembaga-lembaga keagamaan dan instansi-instansi pendidikan  yang moderat, dan memperingatkan akan bahaya apa yang dilakukan beberapa pemerintah yang bermain kebijakan dengan mengadu domba wacana keagamaan dengan wacana yang lain. Karena itu justeru akan semakin menambah kecemasan masyarakat, dan memecah persatuan mereka.

يوصي المؤتمر الحكومات بتشريع قوانين تجرم نشر الكراهية والتحريض على الفتنة والاحتراب الداخلي والتعدي على المقدسات

8.      Para peserta Muktamar merekomendasikan kepada Pemerintah untuk membuat perundang-undangan yang mengatur tentang sanksi atas penyebaran kebencian, saling memfitnah, dan perselisihan antar kelompok, serta pelanggaran lain di tempat yang suci.

أوصى المشاركون مؤسسات أهل السنة الكبرى، الأزهر ونحوه، بتقديم المنح الدراسية للراغبين في دراسة العلوم الشرعية من مسلمي روسيا.

9.      Para peserta merekomendasikan instansi-instansi Ahlussunnah yang besar – al-Azhar dan semisalnya- untuk memberikan beasiswa bagi Muslim Rusia yang ingin belajar ilmu-ilmu syariat.

كما أوصى المشاركون بأن ينعقد هذا المؤتمر الهام بشكل دوري لخدمة هذه الأهداف الجليلة.

10.  Para peserta merekomendasikan agar Muktamar penting ini diselenggarakan secara berkala, untuk senantiasa mengkhidmah tujuan mulia ini, dan mengikuti berbagai tantangan yang muncul dan menghadapinya.

كما تقدم المشاركون بالشكر لفخامة الرئيس رمضان أحمد قديروف لجهوده المباركة في خدمة القرآن الكريم والسنة المطهرة.

Para peserta Muktamar menyampaikan rasa terimakasih yang sangat besar kepada Presiden Ramdhan Ahmad Kadyrov atas segala upayanya dalam berkhidmah kepada al-Quran dan as-Sunnah yang suci.

صدر في جروزني، جمهورية الشيشان 24 ذو القعدة 1437هـ، 27 أغسطس 2016.
(Dirilis di Grozny, Chechnya, 24 Dzulqa’dah 1437 H/27 Agustus 2016 M).

Para peserta Muktamar mendoakan Presiden Ramdhan Ahmad Kadyrov agar senantiasa sukses untuk melanjutkan perjuangan ayahnya asy-Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov dalam berkhidmah kepada Islam dan kemanusiaan, serta membela akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Mereka semua secara khusyuk menengadahkan tangan kepada Allah, agar senantiasa memberikan rahmat dan ridhaNya kepada asy-Syahid Syaikh Haji Ahmad Kadyrov yang merupakan kehilangan besar bagi umat Islam, serta memberikan kemuliaan kepada beliau di surga. Dan semoga Allah menjaga Chechnya dan selalu memberinya keselamatan, keamanan, kemajuan dan kemakmuran.

Para peserta juga mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Kantor Kepresidenan untuk kerjasamanya yang baik dengan para penyelenggara, Yayasan Sosial Daerah atas nama Pahlawan Rusia Syaikh asy-Syahid Ahmed Kadyrov, Yayasan Sosial yang mendukung budaya Islam, ilmu pengetahuan dan pendidikan, Yayasan Tabah, dan seluruh yang berpartisipasi dalam mengurus dan mengatur Muktamar ini.


Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Sayyidina Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau semuanya. ( Sumber: Fp Alhabib Ali Al Jifri الحبيب علي الجفري  dan ruwaqazhar.com)

7 Tahapan Islam Dari Era Nabi Hingga Kini (Tafsir QS. Al-Fath)

Written By MuslimMN on Selasa, 14 Juli 2015 | 08.17



Dalam surat al-Fath ayat paling akhir disebutkan ‘Tahapan Islam’ sebagai berikut:

1.      Saat Nabi Muhammad lahir, tumbuh remaja, berkeluarga, kemudian diangkat menjadi Nabi dan Rasul di Kota Makkah diisyaratkan dengan: محمد رسول الله

2.      Saat Nabi Muhammad hijrah dari Makkah ke Madinah dan bertempat di Madinah sehingga berkumpul antara sahabat Muhajirin dan Anshar diisyaratkan dengan: والذين معه

3.      Saat Kekhilafahan yang dimulai oleh Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, dan diteruskan pada Kekhilafahan Bani Umayyah di Syam. Mereka menyebarluaskan Islam dan menghalau pasukan musuh yang menghadang langkah penyebaran Islam dan kelihatan kekuasaan di Syam diisyaratkan dalam: أشداء على الكفار
Ketiga Tahap ini diisyaratkan dalam kitab Taurat dan disebutkan oleh Ka’b al-Akhbar dan diriwayatkan kisahnya dalam kitab Maulid ad-Diba’i: مولده بمكة وهجرته بالمدينة وسلطانه بالشام

4.      Munculnya para imam ahli ijtihad, yang dimulai Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal. Mereka adalah para ahli ilmu yang mempunyai simbol Rahmat (belas kasih). Seperti halnya kisah Nabi Musa bertemu Nabi Hidhir dalam surat al-Kahfi juga disimbolkan dengan Rahmat: فوجدا عبدا من عبادنا آتيناه رحمة من عندنا وعلمناه من لدنا علما
Bahkan hadits pegangan ahli ilmu adalah hadits rahmat: الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء
Diisyaratkan dengan: رحماء بينهم

5.      Muncul para wali besar setelah Imam Ghozali (500 H) yaitu Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, Syaikh Abil Hasan asy-Syadzily, Syaikh Bahauddin an-Naqsyabandi dan yang lain. Mereka adalah orang dekatnya Allah karena banyak rukuk dan sujud mengharap anugerah dan ridha Allah. Diisyaratkan dengan: تراهم ركعا سجدا يبتغون فضلا من الله ورضوانا

6.      Daulah Turki, Eropa Timur, Kroasia, Serbia dan Bosnia. Pada negara-negara ini hukum Islam tidak berjalan, akan tetapi yang kelihatan berupa shalat yang dilaksanakan di masjid-masjid. Diisyaratkan dengan: سيماهم في وجوههم من أثر السجود ذلك مثلهم في التورة

7.      Indonesia dan sekitarnya, setelah munculnya Israel. Proklamasi Indonesia ada setelah Perang Dunia II dan munculnya Israel. Disimbolkan dengan tanaman padi. Padi yang aslinya mempunyai anak tujuh tangkai dan setiap tangkai terdapat 100 biji. Induk padi memelihara anaknya, menirakati anaknya sehingga anaknya kuat dan mampu berdiri sendiri, tidak bergantung kepada induknya. Sehingga bisa berdikari, berdiri di atas kaki sendiri. Begitu juga bangsa Indonesia kalau sudah berdikari maka akan menjadi bangsa yang kuat, mandiri dan tidak bergantung kepada bangsa lain. Diisyaratkan dengan: ومثلهم في الإنجيل كزرع أخرج شطأه فآزره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيض بهم الكفار

(Sumber: Kanthongumur dari mau’idzah KH. Maimoen Zubair Sarang Rembang).


Indonesia dan Kepemimpinan Kafir

Written By MuslimMN on Jumat, 17 Oktober 2014 | 10.15





Indonesia ini didirikan oleh ummat yang beragam berdasarkan kesepakatan, betul nggak? Namun jika ada yang mengatakan bahwa ummat Islam telah ditipu oleh para penipu waktu itu, sehingga gagal menetapkan dasar dasar negara berdasarkan syariat Islam, seyakinnya hal itu tidak lepas dari qudrah dan iradah Allah untuk menjadikan Indonesia seperti ini.

Yang kedua, jika pada waktu itu masih banyak ulama kondang yang masih hidup, bahkan Syaikhul Masyayikh Mbah Kyai Hasyim Asy’ari juga belum wafat, toh berhasil ditipu, bagaimana dengan masa sekarang yang orang-orangnya sepertimu?

Nah, apapun yang kemudian tersepakati, baik terpaksa atau berberat hati, akhirnya untuk ikut andil dalam merawat kemerdekaan, para ulama itupun akhirnya bersatu dalam suara yang terpadu, yaitu ikut partai Masyumi. Namun apa yang terjadi? Disamping Masyumi akhirnya dibubarkan, tetapi sebelumnya telah pecah dari dalam sendiri.

Nah, jika ada yang mengaitkan naiknya Ahok dengan aturan al-Wala wa al-Barra, sehingga ummat Islam yang menerimanya dianggap sebagai ummat yang membela orang kafir, saya kira terlalu berpijak dengan kaki satu saja dalam memgambil tuduhannya. Sebab hukum Islam dengan segala konskuensinya itu bisa diberlakukan jika mula-mula dasar negara ini syariat Islam.

Setelah menelaah sekian lembar google, akhirnya saya menyimpulkan bahwa:

الولاء هو لزوم المحبة أو النصرة

“Al-wala adalah keterlangsungan mencintai atau pertolongan.”

Namun demikian, apakah yang dimaksud adalah mencintai ketidak-islamannya ataukah mencintai kepemimpinannya. Ini akan membutuhkan lagi nalar fiqih yang serius, dan jika dikembalikan kepada soal yang pertama tadi maka akan sangat sulit jika kita ambil satu keputusan hukum boleh dan tidaknya. Apakah mendukung kepemimpinannya sama dengan dengan mendukung kekafirannya? Demikian juga sebaliknya.

Adapun al-Barra itu bisa disimpulkan:

لزوم التعدد

“Keterikatan untuk memusuhi.”

Padahal para ulama dahulu juga sudah sepakat untuk saling sepakat bahwa Negara ini didirikan dengan cara saling sepakat dengan tanpa syarat-syarat yang ditentukan oleh syariat masing-masing yang mengikat. Lalu bagaimana ada celah permusuhan?

Mungkin jika ta’addud (memusuhi) itu dilebarluaskan artinya menjadi persaingan, maka tugas ummat Islam adalah mempersiapkan kandidat orang Islam yang dengan segala kemampuannya bisa diandalkan. (Oleh: Mbah Zainal Ma’arif Rembang).
 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template