Home » , , , , » DIALOG DENGAN WAHABI TENTANG DZIKIR TAHLILAN 7 HARI, HARI KE 40, 100 DAN 1000

DIALOG DENGAN WAHABI TENTANG DZIKIR TAHLILAN 7 HARI, HARI KE 40, 100 DAN 1000

Written By MuslimMN on Selasa, 14 Oktober 2014 | 12.08





Dialog Sesi 1

WAHABI: “Anda harus meninggalkan Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100 dan ke 1000. Kalau tidak, Anda akan masuk neraka!”

SUNNI: “Apa alasan Anda mewajibkan kami meninggalkan Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100 dan 1000?”

WAHABI: “Karena itu tasyabbuh dengan orang-orang Hindu. Mereka orang kafir. Tasyabbuh dengan kafir berarti kafir pula!”

SUNNI: “Owh, itu karena Anda baru belajar ilmu agama. Coba Anda belajar di pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah, Anda tidak akan bertindak sekasar ini. Anda pasti malu dengan tindakan Anda yang kasar dan sangat tidak Islami. Ingat, Islam itu mengedepankan akhlaqul karimah, budi pekerti yang mulia. Bukan sikap kasar seperti Anda.”

WAHABI: “Kalau begitu, menurut Anda acara Tahlilan dalam hari-hari tersebut bagaimana?”

SUNNI: “Justru acara dzikir Tahlilan pada hari-hari tersebut hukumnya sunnah, agar kita berbeda dengan Hindu.”

WAHABI: “Mana dalilnya? Bukankah pada hari-hari tersebut orang-orang Hindu melakukan kesyirikan!?”

SUNNI: “Justru karena pada hari-hari tersebut, orang Hindu melakukan kesyirikan dan kemaksiatan, kita lawan mereka dengan melakukan kebajikan, dzikir bersama kepada Allah Swt. dengan Tahlilan. Dalam kitab-kitab hadits diterangkan:

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:ذَاكِرُ اللهِ فِي الْغَافِلِيْنَ بِمَنْزِلَةِ الصَّابِرِ فِي الْفَارِّيْنَ.

Dari Ibnu Mas’ud Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Orang yang berdzikir kepada Allah di antara kaum yang lalai kepada Allah, sederajat dengan orang yang sabar di antara kaum yang melarikan diri dari medan peperangan.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Kabir no. 9797 dan al-Mu’jam al-Ausath no. 271. Al-Hafidz as-Suyuthi menilai hadits tersebut shahih dalam al-Jami’ ash-Shaghir no. 4310).

Dalam acara tahlilan selama 7 hari kematian, kaum Muslimin berdzikir kepada Allah, ketika pada hari-hari tersebut orang Hindu melakukan sekian banyak kemungkaran. Betapa indah dan mulianya tradisi Tahlilan itu.

WAHABI: “Saya tidak menerima alasan dan dalil Anda. Bagaimanapun dengan Tahlilan pada 7 hari kematian, hari ke 40, 100 dan 1000, kalian berarti menyerupai atau tasyabbuh dengan Hindu, dan itu tidak boleh!”

SUNNI: “Itu karena Anda tidak mengerti maksud tasyabbuh. Tasyabbuh itu bisa terjadi, apabila perbuatan yang dilakukan oleh kaum Muslimin pada hari-hari tersebut persis dengan apa yang dilakukan oleh orang Hindu. Kaum Muslimin Tahlilan. Orang Hindu jelas tidak Tahlilan. Ini kan beda.”

WAHABI: “Tapi penentuan waktunya kan sama!?”

SUNNI: “Ya ini, karena Anda baru belajar ilmu agama. Kesimpulan hukum seperti Anda, yang mudah mengkafirkan orang karena kesamaan soal waktu, bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah Saw.”

WAHABI: “Kok bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah!?”

SUNNI: “Anda harus tahu, bahwa kesamaan waktu itu tidak menjadi masalah, selama perbuatannya beda. Coba Anda perhatikan hadits ini:

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَوْمَ السَّبْتِ وَيَوْمَ اْلأَحَدِ أَكْثَرَ مِمَّا يَصُومُ مِنْ اْلأَيَّامِ وَيَقُولُ إِنَّهُمَا عِيدَا الْمُشْرِكِينَ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُخَالِفَهُمْ.

Ummu Salamah Ra. berkata: “Rasulullah Saw. selalu berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, melebihi puasa pada hari-hari yang lain. Beliau Saw. bersabda: “Dua hari itu adalah hari raya orang-orang Musyrik, aku senang menyelisihi mereka.” (HR. Ahmad no. 26750, an-Nasa’i juz 2 halaman 146, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

Dalam hadits di atas jelas sekali, karena pada hari Sabtu dan Ahad, kaum Musyrik menjadikannya hari raya. Maka Rasulullah Saw. menyelisihi mereka dengan berpuasa. Sama dengan kaum Muslimin Indonesia. Karena orang Hindu mengisi hari-hari yang Anda sebutkan dengan kesyirikan dan kemaksiatan, yang merupakan penghinaan kepada si mati, maka kaum Muslimin mengisinya dengan dzikir Tahlilan sebagai penghormatan kepada si mati.

WAHABI: “Owh, iya ya.”

SUNNI: “Saya ingin tanya, Anda tahu dari mana bahwa hari-hari tersebut, asalnya dari Hindu?”

WAHABI: “Ya, baca kitab Weda, kitab sucinya Hindu.”

SUNNI: “Alhamdulillah, kami kaum Sunni tidak pernah baca kitab Weda.”

WAHABI: “Awal mulanya sih, ada muallaf asal Hindu, yang menjelaskan masalah di atas. Sering kami undang ceramah pengajian kami. Akhirnya kami lihat Weda.”

SUNNI: “Itu kesalahan Anda, orang Wahabi, yang lebih senang belajar agama kepada muallaf dan gengsi belajar agama kepada para kyai pesantren yang berilmu. Jelas, ini termasuk bid’ah tercela.”

WAHABI: “Terima kasih ilmunya.”

SUNNI: “Anda dan golongan Anda tidak melakukan Tahlilan, silakan. Bagi kami tidak ada persoalan. Tapi jangan coba-coba menyalahkan kami yang mengadakan dzikir Tahlilan.”

Dialog Sesi 2

Beberapa waktu yang lalu, setelah kami menulis status tentang dalil-dalil bolehnya dzikir Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100 dan 1000, dan bahwa hal tersebut tidak termasuk tasyabbuh yang dilarang, ada sebagian Wahabi yang menulis bantahan dan mengutip dari kitab al-Istinfar karya Syaikh Ahmad al-Ghumari dan al-Bidayah wa an-Nihayah karya al-Hafidz Ibnu Katsir asy-Syafi’i. Akan tetapi setelah kami lihat, ternyata argument bantahan tersebut sama sekali tidak mengena terhadap persoalan yang dibahas. Oleh karena itu, di sini kami tulis jawaban secara ilmiah.

WAHABI: “Kita tidak boleh shalat ketika matahari tepat terbit dan matahari tepat terbenam. Karena matahari terbit dan terbenam antara dua tanduk setan, dan orang kafir sujud pada saat itu. Maka kita dilarang tasyabbuh kepadanya!

صَلِّ صَلَاةَ الصُّبْحِ، ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ، فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Lakukan shalat Shubuh kemudian berhentilah shalat sampai terbitnya matahari hingga dia agak naik meninggi, karena matahari itu terbit antara dua tanduk setan dan saat itulah orang-orang kafir sujud.” Kemudian beliau Saw. juga bersabda di hadits yang sama:

ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلَاةِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ، فَإِنَّهَا تَغْرُبُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ

“Kemudian hentikan shalat sampai terbenam matahari karena dia terbenam antara dua tanduk setan dan saat itulah orang-orang kafir bersujud.”

SUNNI: “Shalat memang beda dengan dzikir dan Tahlilan. Ketika matahari tepat terbit dan matahari tepat terbenam, shalat sunnah tidak boleh dilakukan. Tetapi untuk dzikir dan Tahlilan justru dianjurkan. Dalam kitab-kitab dijelaskan:

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من صلى الفجر فى جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم يصلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة تامة تامة تامة.

Anas bin Malik Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang menunaikan shalat Fajar (Shubuh), kemudian duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian shalat 2 rakaat, maka ia memperoleh pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna sempurna sempurna.” (HR. at-Tirmidzi no. 586, dan berkata ini hadits hasan gharib).

عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِىِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ قَعَدَ فِى مُصَلاَّهُ حِينَ يَنْصَرِفُ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ حَتَّى يُسَبِّحَ رَكْعَتَىِ الضُّحَى لاَ يَقُولُ إِلاَّ خَيْرًا غُفِرَ لَهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ ».

Dari Sahal bin Mu’adz bin Anas al-Juhani, dari ayahnya, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang duduk di tempat shalatnya ketika selesai shalat Shubuh sampai menunaikan 2 rakaat shalat Dhuha, ia tidak berkata kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya diampuni meskipun lebih banyak daripada buih di lautan.” (HR. Abu Dawud no. 1287, ath-Thabarani no. 442, al-Baihaqi no. 4686 dan Ahmad no. 15661).

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لأَنْ أَقْعُدَ أَذْكُرُ اللهَ وَأُكَبِّرُهُ وَأَحْمَدُهُ وَأُسَبِّحُهُ وَأُهَلِّلُهُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ رَقَبَتَيْنِ أَوْ أَكْثَرَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ وَمِنْ بَعْدِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتِقَ أَرْبَعَ رِقَابٍ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ

Dari Abu Umamah, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Seandainya aku duduk berdzikir kepada Allah, mengagungkanNya, memujiNya, bertasbih dan bertahlil kepadaNya hingga matahari terbit, lebih aku cintai daripada aku memerdekatan 2 budak atau lebih dari keturunan Ismail. Dan dari setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam, lebih aku senangi daripada aku memerdekakan 4 orang budak dari keturunan Ismail.” (HR. Ahmad no. 22194, dan sanadnya hasan).

Dalam hadits-hadits di atas, dan hadits-hadits lain yang tidak kami sebutkan di sini sangat jelas bahwa waktu dzikir, termasuk Tahlilan dan Yasinan, lebih luwes dan lebih longgar daripada waktu shalat. Meskipun orang-orang kafir sedang menyembah matahari atau orang Hindu sedang melakukan ritual keagamaan, dzikir seperti Tahlilan tetap dianjurkan. Oleh karena itu, perkatan Syaikh Ahmad al-Ghumari dalam kitabnya al-Istinfar li Ghazw at- Tasyabbuh bi al-Kuffar halaman 33:

قال العلماء : نهى صلى الله عليه وسلم عن الصلاة في هذين الوقتين الذين يسجد فيهما الكفار للشمس وإن كان المؤمن لا يسجد إلا لله تعالى حسما لمادة المشابهة وسدا للذريعة. وفيه تنبيه على أن كل ما يفعله المشركون ينهى المؤمن عن ظاهره وإن لم يقصد التشبه فرارا من الموافقة في الصورة والظاهر.

“Para ulama mengatakan, Rasulullah Saw. melarang shalat di kedua waktu yang bersujud padanya orang-orang kafir kepada matahari, meskipun orang mukmin tidak sujud kecuali kepada Allah Ta’ala. Tujuannya adalah untuk memutus materi musyabahah (penyerupaan) dan menutup jalan. Di dalamnya juga ada peringatan bahwa setiap yang dilakukan kaum musyrikin maka kaum mukmin dilarang melakukannnya dari sisi dzahir yang sama meski dia tidak bermaksud menyerupai (orang musyrik itu) demi menghindarkan diri dari ketersesuaian dalam bentuk dan dalam dzahir (fenomena).”

Perkataan tersebut tidak dapat diartikan secara mutlak, mencakup terhadap semua bentuk ibadah seperti dzikir. Karena dzikir memang berbeda dengan shalat. Dalam hadits lain tentang dzikir, Rasulullah Saw. bersabda:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَيْسَ يَتَحَسَّرُ أَهْلُ الْجَنَّةِ إِلا عَلَى سَاعَةٍ مَرَّتْ بِهِمْ لَمْ يَذْكُرُوا اللهَ فِيهَا.

Mu’adz bin Jabal berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Tidak pernah menyesal penduduk surga kecuali karena satu waktu yang mereka lalui, sedangkan mereka tidak mengisinya dengan dzikir kepada Allah.” (HR. al-Hakim, at-Tirmidzi juz 4 halaman 106, ath-Thabarani no. 182, al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman no. 513 dan ad-Dailami no. 5244. Al-Hafidz ad-Dimyathi berkata: “Sanad hadits ini jayyid.” Lihat dalam al-Matjar ar-Rabih halaman 205).

Hadits ini memberikan pesan, bahwa dzikir dianjurkan setiap saat, tanpa dibatasi dengan waktu. Oleh karena itu perkataan Syaikh al-Ghumari dalam al-Istinfar, demikian pula perkataan al-Hafidz Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah, keduanya sepertinya mengutip dari Ibnu Taimiyah dalam Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim, tidak dapat diartikan secara mutlak. Bahkan Syaikh Ibnu Taimiyah sendiri, mengamalkan dzikir sejak selesai shalat Shubuh sampai matahari naik ke atas. Syaikh Umar bin Ali al-Bazzar, murid Syaikh Ibnu Taimiyah berkata:

فَإِذَا فَرَغَ مِنَ الصَّلاةِ أَثْنَى عَلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ هُوَ وَمَنْ حَضَرَ بِمَا وَرَدَ مِنْ قَوْلِهِ الَلَّهُمَّ اَنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ ثُمَّ يُقْبِلُ عَلَى الْجَمَاعَةِ ثُمَّ يَأْتِيْ بِالتَّهْلِيْلاَتِ الْوَارِدَاتِ حِيْنَئِذٍ ثُمَّ يُسَبِّحُ اللهَ وَيَحْمَدُهُ وَيُكَبِّرُهُ ثَلاثًا وَثَلاثِيْنَ وَيَخْتِمُ الْمِائَةَ بِالتَّهْلِيْلِ كَمَا وَرَدَ وَكَذَا الْجَمَاعَةُ ثُمَّ يَدْعُو اللهَ تَعَالى لَهُ وَلَهُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. وَكَانَ قَدْ عُرِفَتْ عَادَتُهُ؛ لاَ يُكَلِّمُهُ أَحَدٌ بِغَيْرِ ضَرُوْرَةٍ بَعْدَ صَلاةِ الْفَجْرِ فَلاَ يَزَالُ فِي الذِّكْرِ يُسْمِعُ نَفْسَهُ وَرُبَّمَا يُسْمِعُ ذِكْرَهُ مَنْ إِلَى جَانِبِهِ، مَعَ كَوْنِهِ فِيْ خِلاَلِ ذَلِكَ يُكْثِرُ فِي تَقْلِيْبِ بَصَرِهِ نَحْوَ السَّمَاءِ. هَكَذَاَ دَأْبُهُ حَتَّى تَرْتَفِعَ الشَمْسُ وَيزُوْلَ وَقْتُ النَّهْيِ عَنِ الصَّلاةِ. وَكُنْتُ مُدَّةَ إِقَامَتِيْ بِدِمَشْقَ مُلاَزِمَهُ جُلَّ النَّهَارِ وَكَثِيْراً مِنَ اللَّيْلِ. وَكَانَ يُدْنِيْنِيْ مِنْهُ حتَّى يُجْلِسَنِيْ إِلَى جَانِبِهِ، وَكُنْتُ أَسْمَعُ مَا يَتْلُوْ وَمَا يَذْكُرُ حِيْنَئِذٍ، فَرَأَيْتُهُ يَقْرَأُ الْفَاتِحَةَ وَيُكَرِّرُهَا وَيَقْطَعُ ذَلِكَ الْوَقْتَ كُلَّهُ ـ أَعْنِيْ مِنَ الْفَجْرِ إِلَى ارْتِفَاعِ الشَّمْسِ ـ فِيْ تَكْرِيْرِ تِلاَوَتِهَا. فَفَكَّرْتُ فِيْ ذَلِكَ؛ لِمَ قَدْ لَزِمَ هَذِهِ السُّوْرَةَ دُوْنَ غَيْرِهَا؟ فَبَانَ لِيْ ـ وَاللهُ أَعْلَمُ ـ أَنَّ قَصْدَهُ بِذَلِكَ أَنْ يَجْمَعَ بِتِلاَوَتِهَا حِيْنَئِذٍ مَا وَرَدَ فِي اْلأَحَادِيْثِ، وَمَا ذَكَرَهُ الْعُلَمَاءُ: هَلْ يُسْتَحَبُّ حِيْنَئِذٍ تَقْدِيْمُ اْلأَذْكَارِ الْوَارِدَةِ عَلَى تِلاَوَةِ الْقُرْآنِ أَوِ الْعَكْسُ؟ فرَأَى أَنَّ فِي الْفَاتِحَةِ وَتِكْرَارِهَا حِيْنَئِذٍ جَمْعاً بَيْنَ الْقَوْلَيْنِ وَتَحْصِيْلاً لِلْفَضِيْلَتَيْنِ، وَهَذَا مِنْ قُوَّةِ فِطْنَتِهِ وَثَاقِبِ بَصِيْرَتٍهٍ، اهـ .

“Apabila Ibn Taimiyah selesai shalat Shubuh, maka ia berdzikir kepada Allah bersama jamaah dengan doa yang datang dari Nabi Saw.: “Allahumma antassalam...” Lalu ia menghadap kepada jamaah, lalu membaca tahlil-tahlil yang datang dari Nabi Saw., lalu tasbih, tahmid dan takbir, masing-masing 33 kali. Dan diakhiri dengan tahlil sebagai bacaan yang keseratus. Ia membacanya bersama jamaah yang hadir. Kemudian ia berdoa kepada Allah Swt. untuk dirinya dan jamaah serta kaum Muslimin. Kebiasaan Ibn Taimiyah telah maklum, ia sulit diajak bicara setelah shalat Shubuh kecuali terpaksa. Ia akan terus berdzikir pelan, cukup didengarnya sendiri dan terkadang dapat didengar oleh orang di sampingnya. Di tengah-tengah dzikir itu, ia seringkali menatapkan pandangannya ke langit. Dan ini kebiasaannya hingga matahari naik dan waktu larangan shalat habis. Aku selama tinggal di Damaskus selalu bersamanya siang dan malam. Ia sering mendekatkanku padanya sehingga aku duduk di sebelahnya. Pada saat itu aku selalu mendengar apa yang dibacanya dan dijadikannya sebagai dzikir. Aku melihatnya membaca al-Fatihah, mengulang-ulanginya dan menghabiskan seluruh waktu dengan membacanya, yakni mengulang-ulang al-Fatihah sejak selesai shalat Shubuh hingga matahari naik. Dalam hal itu aku merenung: “Mengapa ia hanya rutin membaca al-Fatihah, tidak yang lainnya?” Akhirnya aku tahu –wallahu a’lam–, bahwa ia bermaksud menggabungkan antara keterangan dalam hadits-hadits dan apa yang disebutkan para ulama; yaitu apakah pada saat itu disunnahkan mendahulukan dzikir-dzikir yang datang dari Nabi Saw. daripada membaca al-Quran, atau sebaliknya? Beliau berpendapat, bahwa dalam membaca dan mengulang-ulang al-Fatihah ini berarti menggabungkan antara kedua pendapat dan meraih dua keutamaan. Ini termasuk bukti kekuatan kecerdasannya dan pandangan hatinya yang jitu.” (Syaikh Umar bin Ali al-Bazzar, murid Syaikh Ibnu Taimiyah, dalam al-A’lam al-‘Aliyyah fi Manaqib Ibn Taimiyah halaman 37-39).

Kesimpulan dari riwayat ini, sehabis shalat Shubuh Ibn Taimiyah berdzikir secara berjamaah, dan berdoa secara berjamaah pula seperti layaknya warga Nahdliyyin. Pandangannya selalu diarahkan ke langit (yang ini tidak dilakukan oleh warga Nahdliyyin). Sehabis itu, ia membaca surat al-Fatihah hingga matahari naik ke atas. Rutinitas Syaikh Ibnu Taimiyah tersebut memberikan kesimpulan, bahwa dzikir tetap dianjurkan meskipun orang kafir sedang menyembah matahari, atau orang Hindu sedang melakukan ritual keagamaan. Dzikir Tahlilan tetap berjalan kapan saja, termasuk 7 hari, hari ke 40, 100, 1000 dan lain-lain. Wallahu a’lam.


Share this article :

126 komentar:

  1. mudah2an ini artikel bnyk yg baca, gw jadi inget dulu jaman kuliah saat2 PKS baru lahir yg dicekokin dan jadi target itu anak2 kuliahan hampir di seluruh kampus baik jakarta atau luar jakarta. Waktu itu gw mau acara tahlilan ke tempat temen eh temen 1 kampus gw, lo ngapain tahlilan kan bid'ah, waduh neh temen udh ngelarang2 gw usut punya usut ga taunye anak PKS. Apalagi temen gw yg di Jogja UIN skrng ngajinye ame tukang fitnah dikit2 ngatain gw sesat lah... duh bahay deh pokoknye tuh WAHABI dikit2 orang dikatain sesat dan ahlul nar. Wasalam, thx bacaaannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah saja pertanyaan saya..ketika di zaman nabi Muhammad masih hidup dan istri nabi Muhammad saw. Meninggal dunia...apakah nabi mengadakan tahlilan .3 7 40 100 1000.
      Dan jga apakah ketika nabi Muhammad Saw meninggal dunia para sahabat nabi mengadakan tahlil tsb...kalau anda mau melakukan tahlil silahkan itu hak anda ahli bid'ah..tapi anda tidak boleh menyalahkan orang orang yg tidak melakukan tahlil karena sesungguh nya mereka hanya mengikuti apa yg di contohkan nabi dan para sahabat.

      Hapus
    2. Goblok..!!! Yg nyalahin siapa? Baca tu artikel sampai habis jgn setengah2.

      Hapus
    3. Goblok..!!! Yg nyalahin siapa? Baca tu artikel sampai habis jgn setengah2.

      Hapus
    4. Santai aja jangan kasar mas

      Hapus
    5. Sama sama ahli bid'ah kok ribut setiap hari kita juga melakukan bidah kita sholat di indpnesia kita zakat di indonesia .kita belajar baca alquran juga lewat a,ba,ta,tsa jilid 1,2,3dst .itu semua kan bidah nabi tidak pernah melakukan amalan itu.berarti semua ahli neraka

      Hapus
    6. Assalamu Alaikum Wr.Wb...
      Maaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya ini nyata tidak ada rekayasa……
      Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (MALAYSIA) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 125juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemarin saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan baik dalam Kesehatan atau Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
      AKI BROMO di Nomor telfon ((( 085 288 958 758 ))) di jamin bantuan beliau 100% …
      Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Malaysia semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
      Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi AKI BROMO di nomor ((( 085 288 958 758 ))) Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda trimah kasih banyak... dan untuk lebih jelas atau kurang percaya silahkan kunjungi

      http://hancurkan-bandar-togel.blogspot.co.id/

      Anda sudah ke mana-mana tetapi tidak menghasilkan solusi yang tepat.!!!
      Jangan Anda Putus Asa...Karna anda sudah berada di kata kata yang sangat tepat.!!!

      APAKAH ANDA TERMASUK KATEGORI DI BAWAH INI.???
      -BANTUAN DANA GAIB DAN UANG BALIK
      -MENAKLUKKAN LAWAN JENIS
      -PENGLARISAN DAN SANTET
      -PESUGIHAN TUYUL MELEK.-BANTUAN DANA GAIB DAN UANG BALIK
      -MENAKLUKKAN LAWAN JENIS
      -PENGLARISAN DAN SANTET
      -PESUGIHAN TUYUL MELEK.

      bagi anda yang BENAR-BENAR SERIUS dalam hal ini silahkan..!!!
      HUB: AKI BROMO
      TLP / (((0852-8895-8758)))

      untuk lebih jelasnya tentang pesugihan atau kurang percaya silahkan kunjungi di:

      http://www.ilmu-pesugihan.com

      KAMI MEMBERIKAN BUKTI/ BUKAN JANJI, DAN MENJAMIN KEBERHASILAN ANDA TERIMA KASIH
      WASSALAMUALAIKUM.WR.WB...???





      Hapus
  2. Kesimpulanya kok bs rancu?

    Menqiyaskan Dzikir Tahlilan dengan rutinitas yg dilakukan Syaikhul Islam soal berdiam diri dan dzikir sehabis subuh sampai waktu syuruq, yang mana kaifiyat dan waktunya sdh disebutkan dalam Nash dalil sbgmn hadis yg dinukilkan Penulis dari Sahal bin Mu’adz bin Anas al-Juhani tsbt di atas....

    Okelah kita sepakat dzikir Tahlil itu memang dianjurkan untuk dilakukan setiap waktu (Bahkan Allah bejanji menjamin surga bagi siapapun yang meninggal sedang ucapan terakhirnya adalah ucapan La Illaha Ila Allah)
    Sebagaimana dzikir sehabis Shalat shubuh yg jg dilakukan setiap hari...

    Yang menjadi inti permasalahan adalah, Kenapa mengkhususkan dzikir Tahlilan keselamatan pada hari2 tertentu saja (7, 40, 100, 1000) yg jelas2 berasal dr orang musyrik? Kenapa tidak dilakukan setiap hari atau pada bilangan hari yg lain untuk menyelisihi kebiasaan/adat musyrikin Hindu tsbt?

    BalasHapus
    Balasan
    1. baca yang dialog awal mas ,, jgan langsung kesimpulan .. :D disitu udah dijelasin . .

      Hapus
    2. hhheeee...semua pembaca juga tau ko detail bgt penjelasannya di atas.. kreatif dikit lah cari pertanyaan yg lain .. :-)

      Hapus
    3. Biasakan baca dengan sabar. Jangan bawa kebiasaan lihat gambar dalam membaca artikel

      Hapus
    4. Dia pikir yang suka tahlilan nggak pernah dzikir selain hari ke 7,40,100 dst, kasihan banget, GAGAL PAHAM...

      Hapus
    5. kirain nabi saw lebih menyukai puasa senin kamis????

      Hapus
    6. Nabi Muhammad saw, aja begini.....

      عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَوْمَ السَّبْتِ وَيَوْمَ اْلأَحَدِ أَكْثَرَ مِمَّا يَصُومُ مِنْ اْلأَيَّامِ وَيَقُولُ إِنَّهُمَا عِيدَا الْمُشْرِكِينَ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُخَالِفَهُمْ.

      Ummu Salamah Ra. berkata: “Rasulullah Saw. selalu berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, melebihi puasa pada hari-hari yang lain. Beliau Saw. bersabda: “Dua hari itu adalah hari raya orang-orang Musyrik, aku senang menyelisihi mereka.” (HR. Ahmad no. 26750, an-Nasa’i juz 2 halaman 146, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

      Hapus
    7. Mas otak lo gak nyambung ya.. Baca dialok dari awal disitu uda dijelasin.

      Hapus
    8. Setuju mas jadi nanti tahlilnya diadakan tiap hari aja .ide yang bagus .

      Hapus
  3. saya baru belajar mas...mohon di jelaskan apa maksd dengan menyelisihi...apakah menyelisihi itu cukup cakupan waktu..perbuatan atau semuanya..
    soalnya dari cerita diatas menyelisihi tapi kog harinya sama ya....yang puasa sabtu dan ahad...mohon dibantu dijelaskan....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menyelisihi = memberikan perbedaan atau membedakan
      Simplenya si gitu.

      Hapus
  4. Pnjelasan rancu..misal kluarga kami melakukannya pada hari ke 3. 7. 9. 11 dan hari ganjil yg lain gimana mas...po ya gk di teriakin lucu atau udah gila...smbil mereka ngomong awake dewe ki eneng krono wong biyen. Makane jo lalekne kebiasaane wong biyen. Haduuuhhh pye

    BalasHapus
  5. Pnjelasan rancu..misal kluarga kami melakukannya pada hari ke 3. 7. 9. 11 dan hari ganjil yg lain gimana mas...po ya gk di teriakin lucu atau udah gila...smbil mereka ngomong awake dewe ki eneng krono wong biyen. Makane jo lalekne kebiasaane wong biyen. Haduuuhhh pye

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Ane malah ketawa baca komentar ente buahahaha

      Hapus
  6. Lakum dinukum waliyadin .... ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon maaf kang mas Em Khoirul Anam. Kita ini masih satu aqidah, satu agama. Rukun iman dan rukun islam kita sama, baik antara Nahdliyyin, Muhammadiyah, Persis, Wahabi karena percaya Allah sbgai Tuhan kita, Nabi Muhammad saw sebagai nabi kita, Al Qur'an kitab kita, ka'bah qiblat kita, sehingga kita satu dalam aqidah atau agama (din)yg berbeda hanyalah masalah furu'iyyah yg kita tdk boleh menyatakan kita yg paling benar dan anda salah.. Sehingga menurut saya, kalinat "lakum dinukum waliyadin" kurang tepat, karena ayat ini utk mereka yg berbeda aqidah atau agama (ditandai dgn kata din yg berarti agama) mungkin yg tepat adalah "lanaa a'maalunaa wa lakum a'maalukum. Wallahu a'lam. Cmiiw

      Hapus
    2. dia baru blajar agama mas, maklum

      Hapus
    3. Lakum diinukum waliyaddiin

      Hapus
  7. Kalau saya ga tahlilan karena tatkala istri Rosul meninggal ga ada tahlilan......sahabat tabiin tabiit tabiin ga ada lakukan ini....bener ga sih pilihan saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sak karep mu

      Hapus
    2. Sah roni, Sodakta (anda Benar).. Ana Wahabi dan Salfi ada yang bermasalah...

      Hapus
    3. Temen saya nggak pernah baca kitab alqur'an karena seumur hidup rosul juga gak pernah baca kitab alqur'an cuma di apalin aja .kata temen saya

      Hapus
  8. sebetulnya yg jadi pertanyaan kita sbagai manusia yg kebetulan juga beragama islam "untuk apa kita melakukan tahlilan/dzikir pada hari ke 3,5,7 dll, setelah kmatian seseorang?" . apa itu untuk mengingat si mati, menghormati si mati, ato menambah pahala si mati??? . saya rasa wahyu terakhir yg turun melalu nabi saw. sudah menjelaskan smua tentang apa itu islam dan bagaimana menjalankan islam........

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau semua sudah menjelaskan, coba mas saya mau tau, apakah anda membaca Al-Qur'an nya adalah Al-Qur'an yg ditulis di tulang2 dan dedaunan serta pelepah kirma kering ????
      Kalau carane sampean membaca masih menggunakan ilmu tajwid yg lazim dipakai ummat se dunia, jangan berkata Al-Qur'an (wahyu terakhir) sudah menjelaskan smua,
      Saya Anda dan kita smua masih butuh Ulama' , apapun bentuk nya, baik Kiyai maupun Ustadz,

      Sekarang tak tanya lagi, sama sampean tentang Hadist ada gak hadis yg mengajarkan cara sholat secara mendetail, gamblang dari takbirotul ihrom sampe salam ????
      Kalau ada mohon disadur dari kitab hadist apa ? Rowi nya Siapa, silsilah Hadist nya bagaimana ? Dan Status Hadistnya bagaimana ?????

      Hapus
    2. Kalau untuk mengingat si mati kita baca aja biografinya klo menghrmti si mati cukup hormat grak .kalau nambah pahala gak tau juga tapi klo ditambahin duit juga gak kayaknya ogah dianya gimana nih?

      Hapus
  9. dialog ini dg siapa? tlg sebutkan nama orangnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, harus dipertanyakan

      Hapus
  10. yang anda2 debatkan nggak ada manfaatny, karena itu semua cuma pada kegiatan fisiknya, dan anda nggak pernah melihat itu semua dari segi niatnya,...karena Allah SWT yang mengetahuhi dari segala niat yng anda lakukan baik syirik atau bukan ilmu manusia nggak akan mampu mengetahui isi dan niat hati seseorang melakukan ibadah,.. bila anda perdebatkan sama aja anda mengumbar fitnah, padahal hanya Allah yang mengetahuinya.......semoga Allah mengampuni kita semua..... Amiin

    BalasHapus
  11. Padahal wahabi itu adalah kelompok SUNNI kenapa dalam dialog trsbt disebutkan seakan akan wahabi itu adalah aliran diluar SUNNI...padaha WAHABIYAH sendiri semurni murninya orang SUNNI yang benar - benar lurus menjalankan itba' Rosul tidak pernah menggunakan metode Qiyas...riil berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah...seharusnya pertanyaan tersebut ditujukan kepada SYI'AH yg mengkultuskan Kuburan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. dari awal baca saya juga ragu dari nara sumber aja ga jelas..tp lumayan buat tambahan informasi..

      Hapus
    2. Mungkin mainmu kurang jauh, dan pulangnya kurang larut.

      Hapus
    3. Salam mas rusdi.
      Tanggapan antum memanglah benar, kita harus itba kepada rosul dengan mendirikan syariat sesuai dengan aq-h. Akan. Tetapi bisa kah kita cerna utuh" quran hadist itu tanpa ilmu?
      Perlukan kita ushul fiqh untuk menarik suatu hukum? (Qiyas termasuk ushul fiqh)
      Apakah kita akan makan soto dengan 3 jari?
      Apakah yang anda klaim itba langsung itu sebagai islam murni? Atau di dalamnya masih ada intepretasi? Masih ada kah campur tangan akal?
      Yaa jika masih ada tentu itu hanyalah ajaran. Bukanlah islam yang haq.
      Tentu intepretasi islam yang selanjutnya menjadi ajaran itu ada ketergantungan terhadap sosial, antropolilogi, demografi, geografi.

      Sebagai contoh org mesir akan menertawakan org indo yg pakai sarung karena mereka beranggapan itu pakaian wanita. Sebaliknya org indo akan menertawakan org mesir yg menggunakan gamis karena itu daster, baju wanita hamil.
      Pdhl semuanya adalah benar karena bertujuan untuk menutup aurat. Dan sah.

      Tentu kalo mau fear, kalo benar" itba kepada nabi seluruh sunnah diikuti dong jgn pilih". Poligami, antum nikah umur 25 dgn istri umur 40, dalam urusan fiqh pun juga harus leterlek dong.
      Jangan sampai menyerukan anti liberal akan tetapi mengkontektualkan teks.
      Jaman nabi tidak ada ciu, gelek, ganja, congyang, berarti kita gabisa dong menghukuminya.
      Maka dari itu perlu namanya ushul fiqh.
      Jatuhnya tetep ada intervensi akal, dan akhir ini hanyalah buah dari suatu ajaran. Buah dari intrepetasi, bukan islam yg haq.

      Jangan kagetan lah, bila ada banyak macam intrepetasi.

      Semua dalam mengupas suatu pasti ada ilmunya, seperti ulumul quran, ulumul hadist, ushul fiqh, fiqh, qowaidul fqh, yang pasti bahasa arab.

      Saran, kalo ente blm bisa bahasa arab, lebih banyak baca saja dan juga baca yg lebih variatif. Jgn melulu kesatu arah. Ibarat badan nih, dikasih makanan yg variasi, jgn makan daging terus, nanti kolestrol, juga jgn makan sayur doang, nanti kurang protein. (Ini yg paling instan kl ente blm sempet ngaji, mondok)

      Imbangi deh nutrisimu, kelak kamu tumbuh sehat.

      Hapus
  12. ini link tentang perjalanan Muhammad bin Abdul Wahab yang berusaha memurnikan ajaran islam https://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Abdul_Wahhab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini jawabannya, kenapa mereka disebut WAHABI
      Karna madzhab mere Muhammad bin Abdul WAHAB

      Hapus
  13. Saya berkeyakinan orang yang baca dzikir tahlil tidak akan masuk neraka

    BalasHapus
  14. kalau mau lihat islam pecah dan ribut tanyakan aja tentang tahlilan dan doa qunut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biarin aja mas emang maunya ribut terus

      Hapus
  15. Assalamualaikum wr. wb.
    Ane yang dhoif ini mau cerita pengalaman pribadi. Ada ustadz yang sering bilang bid'ah ngalor ngidul ngetan ngulon, Penampilan ok punya layaknya ustadz beneran. Nah pas tepat hari jum'at saatnya sholat jum'at khotib + imam berhalangan. Tiba3 mantab kali si ustadz itu nyuruh bilal untuk adzan.... Ternyata si ustadz ahlul bid'ah (orang yg sering membid'ahkan orang lain red) ini naik mimbar dengan mantab. Mulailah si ustadz berkotbah.... Tak disangka si ustadz menjadi perhatian jamaah karena membaca nya tersendat-sendat... Gak tau sengaja dibuat seperti itu untuk menghindari riya Dan sombong atau Emang si ustadz gak lulus TPQ..... Tapi kan jaman rosullulloh tidak ada TPQ Bener aja si Ustadz gak bisa Baca dengan baik kan kalau belajar di TPQ bid'ah....
    Terus setelah khotbah selesai iqomah, mantab kali Dia (si ustadz) menempati Posisi shof terdepan sendirian.... Jamaah sholat jum'ah gaduh.... Ane Gak tau apa yang dipikirkan masing2 jamaah..... Setelah imam selesai membaca surah alfatihah suasana semakin riuh...... Ternyata si imam membaca surat alqur'an yang mungkin menurutnya orang tidak banyak tau...... Naudzubillah bacaan si imam blepotan Dan terkesan asal2an sehingga jamaah mengingatkan si imam bersama2.
    Panjang yeeee..... Tapi gak apa2 lah...... Kan Ane cerita.....
    Jadi kesimpulannnya.......?

    BalasHapus
  16. Jalankan saja sesuai keyakinan kita mana yang benar, tidak perlu diperdebatkan. Tanyankan pada nurani masing masing dan berdoa moga dapat keyakinan mana yang benar. Jangan sampai ini adalah upaya luar yang ingin memecah-belah umat Islam sehingga sesama saling menyerang dan membunuh seperti terjadi di Timur tengah dan daerah lain....

    BalasHapus
  17. Yg buat artikel atau cerita diatas, yg bertanya dia yg menjawab yaa dia jiga, tujuan nya utk membodohkan dan menjelek2an kelompok lain .....hebat kali karangan dialoknya, sampai2 banyak orang terperdaya dibuatnya

    BalasHapus
  18. Yg buat artikel atau cerita diatas, yg bertanya dia yg menjawab yaa dia jiga, tujuan nya utk membodohkan dan menjelek2an kelompok lain .....hebat kali karangan dialoknya, sampai2 banyak orang terperdaya dibuatnya

    BalasHapus
  19. yg penting kita amalin aja ilmu yg udh didapat dr para guru2 kita, ga usah nyalahin amaliah org lain yg berbeda dg kita, lah dg org kafir yg nyata2 ingkar kpda alloh swt aja kita ga boleh memvonis mereka pasti masuk neraka, karena bisa aja mrk jd ahli surga dg hidayah alloh swt, sebaliknya kita yg sdh muslim dn mukmin dan merasa sdh mempunyai ilmu, hafal al quran hafal hadist, dan ahli ilmu agama, jgn jg merasa paling benar ,merasa ahli surga,karena kita ga tau akhir hidup kita bagaimana takdirnya, ,,,apakah termasuk dr ahli surga atau ahli neraka?kesimpulannya lanaa a'maaluna walakum a'malukum.salam buat ustadz muhammad idrus ramli

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apa yang Dimaksud dengan Kelompok Wahabi? Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor:9450 Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan Wahabi? Jawaban : Wahabi adalah istilah yang disematkan oleh musuh-musuh Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah terhadap dakwah beliau untuk memurnikan tauhid dari kesyirikan dan meninggalkan semua jalan selain yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Tujuan mereka adalah untuk menjauhkan dan menghalangi orang-orang dari dakwahnya. Namun semua itu tidak membawa mudarat sama sekali. Bahkan, dakwah beliau semakin menyebar ke segala penjuru dunia dan menambah ketertarikan bagi siapa pun yang Allah mudahkan untuk mengkaji esensi dakwahnya, tuduhan dan fitnah atasnya, serta dalil Alquran dan Hadis yang dijadikan pedomannya. Mereka justru semakin loyal dan giat mendakwahkannya kepada orang lain. Segala puji bagi Allah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi Tanya : Benarkah Kaum Wahhabi Di tuduh Telah Mengkafirkan Kaum Muslimin ? Jawab : Ini merupakan tuduhan dusta yang telah beliau bantah dalam tulisan-tulisannya. Sebagai bukti nyata, Kerajaan Arab Saudi yang meneruskan dakwah beliau ternyata tidak mengkafirkan para jama’ah haji yang berjuta-juta datang setiap tahunnya. Jika para jama’ah haji dianggap kafir dan musyrik, tentu mereka adalah najis dan tidak boleh menginjak tanah Haram di Mekkah. Bahkan kenyataannya Kerajaan Arab Saudi justru terus meningkatkan pelayanan kepada para jama’ah haji. Kaum Wahhabi adalah kaum yang sangat berhati-hati dalam mengkafirkan. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sendiri berkata: ما ذكر لكم عني أني أكفر بالعموم، فهذا من بهتان الأعداء، وكذلك قولهم: إني أقول: من تبع دين الله ورسوله وهو ساكن في بلده أنه ما يكفيه حتى يجيء عندي، فهذا أيضاً من البهتان، إنما المراد اتباع دين الله ورسوله في أي أرض كانت، ولكن نكفر من أقرّ بدين الله ورسوله ثم عاداه وصدّ الناس عنه، وكذلك من عبد الأوثان بعدما عرف أنه دين المشركين وزينه للناس، فهذا الذي أكفره وكل عالم على وجه الأرض يكفر هؤلاء إلاّ رجلاً معانداً أو جاهلاً )). مجموع مؤلفات الشيخ (3/33). Apa yang diceritakan kepada kalian tentang saya, bahwa saya mengkafirkan dengan umum, maka ini termasuk kedustaan (fitnah) dari para musuh. Demikian juga perkataan mereka bahwa saya mengatakan, “Barangsiapa mengikuti agama Allâh dan Rasul-Nya, namun dia tinggal di kotanya, maka itu tidak cukup (yakni tidak sah Islamnya!) sampai dia datang di dekatku”, ini juga termasuk kedustaan (fitnah). Sesungguhnya yang dikehendaki (agama ini) adalah mengikuti agama Allâh dan Rasul-Nya, di bumi mana saja. Tetapi kami mengkafirkan orang yang mengakui kebenaran agama Allâh dan Rasul-Nya, kemudian dia memusuhinya dan menghalangi manusia darinya. Kami juga mengkafirkan orang yang menyembah berhala setelah dia tahu bahwa itu adalah agama kaum musyrikin dan dia menghiasinya (menganggapnya baik) untuk manusia. Inilah yang aku kafirkan. Dan semua orang berilmu di permukaan bumi mengkafirkan orang-orang ini. Kecuali orang yang menentang atau bodoh. [Maj’mû Muallafât Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, 3/33] Beliau juga berkata: (( وأما ما ذكر الأعداء عني أني أكفر بالظن وبالموالاة أو أكفر الجاهل الذي لم تقم عليه الحجة، فهذا بهتان عظيم يريدون به تنفير الناس عن دين الله ورسوله )) Adapun yang diceritakan oleh musuh-musuh tentang saya, bahwa saya menjatuhkan vonis kafir berdasarkan perasangka, dan berdasarkan muwâlah (loyalitas, maksudnya jika ada orang yang tidak membela syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka dihukumi kafir-pen), atau aku mengkafirkan orang yang jahil (bodoh; tidak berilmu) yang belum tegak hujjah padanya, maka ini kedustaan (fitnah) yang besar. Mereka ingin menjauhkan manusia dari agama Allâh dan Rasul-Nya. [Maj’mû Muallafât Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, 3/14]

      Hapus
    2. Yang bikin masalah itu para pe ngikut wahabi yang kurang tahu ajaran muhammad bin abdul wahhab jadi dakwahnya asal njeplak . saya juga suka dgn kitab karangan M.abd .wahhab saya jg bljr kitab sunni klo sdr cinta islam jgn bikin pecah islam pling cma bda dikit aja ribut .beda itu indah tinggal dinikmati saja .

      Hapus
    3. Yang bikin masalah itu para pe ngikut wahabi yang kurang tahu ajaran muhammad bin abdul wahhab jadi dakwahnya asal njeplak . saya juga suka dgn kitab karangan M.abd .wahhab saya jg bljr kitab sunni klo sdr cinta islam jgn bikin pecah islam pling cma bda dikit aja ribut .beda itu indah tinggal dinikmati saja .

      Hapus
  20. Apa yang Dimaksud dengan Kelompok Wahabi? Pertanyaan Kedua dari Fatwa Nomor:9450 Pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan Wahabi? Jawaban : Wahabi adalah istilah yang disematkan oleh musuh-musuh Syekh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah terhadap dakwah beliau untuk memurnikan tauhid dari kesyirikan dan meninggalkan semua jalan selain yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu `Alaihi wa Sallam. Tujuan mereka adalah untuk menjauhkan dan menghalangi orang-orang dari dakwahnya. Namun semua itu tidak membawa mudarat sama sekali. Bahkan, dakwah beliau semakin menyebar ke segala penjuru dunia dan menambah ketertarikan bagi siapa pun yang Allah mudahkan untuk mengkaji esensi dakwahnya, tuduhan dan fitnah atasnya, serta dalil Alquran dan Hadis yang dijadikan pedomannya. Mereka justru semakin loyal dan giat mendakwahkannya kepada orang lain. Segala puji bagi Allah. Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam. Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi Tanya : Benarkah Kaum Wahhabi Di tuduh Telah Mengkafirkan Kaum Muslimin ? Jawab : Ini merupakan tuduhan dusta yang telah beliau bantah dalam tulisan-tulisannya. Sebagai bukti nyata, Kerajaan Arab Saudi yang meneruskan dakwah beliau ternyata tidak mengkafirkan para jama’ah haji yang berjuta-juta datang setiap tahunnya. Jika para jama’ah haji dianggap kafir dan musyrik, tentu mereka adalah najis dan tidak boleh menginjak tanah Haram di Mekkah. Bahkan kenyataannya Kerajaan Arab Saudi justru terus meningkatkan pelayanan kepada para jama’ah haji. Kaum Wahhabi adalah kaum yang sangat berhati-hati dalam mengkafirkan. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah sendiri berkata: ما ذكر لكم عني أني أكفر بالعموم، فهذا من بهتان الأعداء، وكذلك قولهم: إني أقول: من تبع دين الله ورسوله وهو ساكن في بلده أنه ما يكفيه حتى يجيء عندي، فهذا أيضاً من البهتان، إنما المراد اتباع دين الله ورسوله في أي أرض كانت، ولكن نكفر من أقرّ بدين الله ورسوله ثم عاداه وصدّ الناس عنه، وكذلك من عبد الأوثان بعدما عرف أنه دين المشركين وزينه للناس، فهذا الذي أكفره وكل عالم على وجه الأرض يكفر هؤلاء إلاّ رجلاً معانداً أو جاهلاً )). مجموع مؤلفات الشيخ (3/33). Apa yang diceritakan kepada kalian tentang saya, bahwa saya mengkafirkan dengan umum, maka ini termasuk kedustaan (fitnah) dari para musuh. Demikian juga perkataan mereka bahwa saya mengatakan, “Barangsiapa mengikuti agama Allâh dan Rasul-Nya, namun dia tinggal di kotanya, maka itu tidak cukup (yakni tidak sah Islamnya!) sampai dia datang di dekatku”, ini juga termasuk kedustaan (fitnah). Sesungguhnya yang dikehendaki (agama ini) adalah mengikuti agama Allâh dan Rasul-Nya, di bumi mana saja. Tetapi kami mengkafirkan orang yang mengakui kebenaran agama Allâh dan Rasul-Nya, kemudian dia memusuhinya dan menghalangi manusia darinya. Kami juga mengkafirkan orang yang menyembah berhala setelah dia tahu bahwa itu adalah agama kaum musyrikin dan dia menghiasinya (menganggapnya baik) untuk manusia. Inilah yang aku kafirkan. Dan semua orang berilmu di permukaan bumi mengkafirkan orang-orang ini. Kecuali orang yang menentang atau bodoh. [Maj’mû Muallafât Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, 3/33] Beliau juga berkata: (( وأما ما ذكر الأعداء عني أني أكفر بالظن وبالموالاة أو أكفر الجاهل الذي لم تقم عليه الحجة، فهذا بهتان عظيم يريدون به تنفير الناس عن دين الله ورسوله )) Adapun yang diceritakan oleh musuh-musuh tentang saya, bahwa saya menjatuhkan vonis kafir berdasarkan perasangka, dan berdasarkan muwâlah (loyalitas, maksudnya jika ada orang yang tidak membela syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, maka dihukumi kafir-pen), atau aku mengkafirkan orang yang jahil (bodoh; tidak berilmu) yang belum tegak hujjah padanya, maka ini kedustaan (fitnah) yang besar. Mereka ingin menjauhkan manusia dari agama Allâh dan Rasul-Nya. [Maj’mû Muallafât Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab, 3/14]

    BalasHapus
  21. Jelas sekali tidak ada perintah langsung dr rasulullah SAW untuk tahlilan. Artinya itu bid'ah atau ajaran yg baru muncul berdasarkan budaya atau adat istiadat yg justru malah menyelisihin ajaran atau syariat islam. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. nih orang dah tua banget kayaknya, karna mulai zaman RASULULLAH sampai sekarang masih hidup end bisa online, jangan jangan dia online sekarang ini karena dapat peritah langsung... hua hua ha,,,,

      Hapus
    2. Alquran yg anda baca hasil bid'ah, hadist yg ada baca dan sebagai rujukan adalah hasil bid'ah. Coba bljr ulumul hadist dan quran.
      Masihkah anda punya kacamata yg membiaskan makna bid'ah menjadi kullu bid'ah dolalah?
      Innalillah, ternyata kita semua ahli bid'ah.
      Dear

      Hapus
    3. Mbah saya rajin sholat walaupun tidak dapat perintah langsung dari rosul taunya cuma lewat ustadznya uatadznya juga gak dapat perintah langsung dari rosul cuma kata gurunya .kalau anda nanti dapat perintah langsung dari rosul tolong kasih tau saya disuruh ngapain!

      Hapus
    4. tahlil ae gae ributm, thu orang" arab bin saud pake celana jeans niru niru orang nasrani, pesta" nyewa disney land segala, emang nabi pernah y pake celana jeans n nyewa" disney land segala, nabi g pernah naik mobil naik onta, wahabi naek onta aja, mobil bidah buatan kafir, g usah bw hp, hp buatan kafir,, dasar wahabi otak udang

      Hapus
    5. tahlil ae gae ributm, thu orang" arab bin saud pake celana jeans niru niru orang nasrani, pesta" nyewa disney land segala, emang nabi pernah y pake celana jeans n nyewa" disney land segala, nabi g pernah naik mobil naik onta, wahabi naek onta aja, mobil bidah buatan kafir, g usah bw hp, hp buatan kafir,, dasar wahabi otak udang

      Hapus
  22. Bagi yang menganggap tahlil itu bid'ah ya ndak usah melakukan dan yang menganggap tahlil itu amalan baik untuk memperbanyak pahala ya silakan laksanakan. Firman Allah jelas sekali untuk dipahami semua umat manusia, antara lain :وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَاٰمَنَ مَنْ فِى الْاَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيْعًا‌ ؕ اَفَاَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ حَتّٰى يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
    "Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?"
    [QS. Yunus: Ayat 99]. Nah itu jelaskan....

    BalasHapus
  23. Sebenernya Nabi kita Muhammad SAW itu dari golongan apa ya...? Nadliyin, Muhammadiyah, Persis, Wahabi, atau syiah...?

    BalasHapus
  24. Hati hati dengan media,,, selesaikan kan dengan dialog, jangan hanya bermodal asumsi bahwa diri sendiri lebih benar,
    Hendaknya admin juga memilih kata yg lebih santun dalam tulisanya, dengan menuduh wahabi tidak paham dengan agama ,dapat menyinggung pembaca, sehingga akan timbul kebencian, maklum orang indonesia mudah panas dengan kritik

    BalasHapus
  25. Dzikir yasinan & tahlilan sangat BAIK ...namun pertanyaan saya secara pribadi:
    1. Apakah Nabi & para sahabat juga memberikan contoh amalan tsb saat ada yg meninggal?
    2. Nilai utk yg melakukan amalan ini apa? (Sudah jelas bisa dijawab: PAHALA)
    3. Namun nilai bagi yg meninggal apa? (Apakah menambah amalan ybs? Dapat kiriman doa?) & sesuai dalil insya Alloh sbb: "Bagi org yg meninggal telah putus segala sesuatunya kecuali 3 hal; amal jariah, ilmu yg bermanfaat, anak yg shaleh)
    4. Amalan ini dilakukan "biasanya" dgn menyediakan makanan atau bagi2 berkat / makanan. Apakah tidak membebani keluarga yg berduka?
    Mohon penjelasan secara ilmiah & tentunya berdasarkan Qur'an & Hadist Nabi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intrepetasi anda tentang anak sholeh itu apa?
      Apakah seorang anak lelaki kandung? Dan yg wanita tidak?
      Apakah anak laki laki prempuan kandung yg sholeh sholehah?
      Apakah seluruh anak sholeh dan sholehah?

      Lalu bagaimana rosul mencontohkan kita saat menerima tamu, karena kita qiyas kan org yg datang adalah seperti tamu. Bagaimana adabnya?
      Haruskah kita menyuguhkan makanan yg terbaik yg kita miliki?

      Kapan lagi kita bisa berkumpul satu rt/dusun? Nunggu setahun sholat ied kah?

      Jangan lah kita selalu bertanya "limadza? Kenapa", tapi " ayyul hikmah? Apa hikmahnya."

      Sekiranya cukup, tanpa perlu maroji arab gundul yg sama sama kita tidak pahami.

      Hapus
    2. Intrepetasi anda tentang anak sholeh itu apa?
      Apakah seorang anak lelaki kandung? Dan yg wanita tidak?
      Apakah anak laki laki prempuan kandung yg sholeh sholehah?
      Apakah seluruh anak sholeh dan sholehah?

      Lalu bagaimana rosul mencontohkan kita saat menerima tamu, karena kita qiyas kan org yg datang adalah seperti tamu. Bagaimana adabnya?
      Haruskah kita menyuguhkan makanan yg terbaik yg kita miliki?

      Kapan lagi kita bisa berkumpul satu rt/dusun? Nunggu setahun sholat ied kah?

      Jangan lah kita selalu bertanya "limadza? Kenapa", tapi " ayyul hikmah? Apa hikmahnya."

      Sekiranya cukup, tanpa perlu maroji arab gundul yg sama sama kita tidak pahami.

      Hapus
    3. Hadeeeh,,, capek ngomong sm org kayak gini,, gak ngerti2,, anonim baca sendiri aja wes klo ada hadits atau maqolah ulama' yg gak paham ngaji sama saya,, jngan langsung komen,, ngeseli bnget,,

      Hapus
    4. 1 ok nanti klo ada tetangga anda yg meninggal gak usah baca tahlil ,yasin bacakan puisi saja sama syair lagu gimana ?
      2 gak usah dinilai mas paling gak dapat ranking
      3 klo amalnya gak diputus malah bikin takut yang takziah
      4 klo sedekah itu jadi dianggap beban memang bagi orang pelit sedekah adalah sezuatu yang sangat berat tapi bagi dermawan sedekah itu nikmat anda termasuk yang mana

      Hapus
    5. @Anonim Salah satu manusia terbodoh di dunia,

      Hapus
    6. Secara eksplisit nabi mengajarkan kita untuk mendoakan mayit yang sudah maeninggal.. buktinya? nabi mensyariatkan shalat mayit kepada jenazah yang sudah meninggal.. adapun tahlilan merupakan media dakwah dari wali 9 untuk menjawakan islam. Adapun saat itu wali 9 membenahi akhlak masyarakat yang bila ada saudaranya yang meninggal malah berpesta foya" tak ada gunanya. Dengan kebijakan wali9 lah kebiasaan tersebut digunakan untuk berdoa dengan membaca tahlil,tasbih dan berdoa agar masyarakat mengerti bahwa mayit yg telah meninggal perlu didoakan agar amalannya selalu mengalir. Hal ini tentu atas pertimbangan wali9 yang mengqiaskan dengan wajibnya shalat mayit tersebut. Jadi menurut pribadi aaya,tahlilan memang pada jaman rasul tidak diajarkan secara tersurat namun diajarkan secara tersirat bagi umatnya yang mau berfikir..
      Apakah pahalanya sampai pada mayit? Tanyakan saja atau anda yang tidak percaya boleh menyusul.

      Hapus
  26. Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan maksud untuk membanggakan diri di hadapan ulama atau untuk mendebat orang-orang  bodoh, atau agar dengan ilmunya tersebut semua manusia memberikan perhatian kepadanya, maka dia di neraka.’ [HR. Ibnu Majah dalam Al Muqoddimah (253)

    BalasHapus
  27. berhati hatilah bermain dengan hati, berkata berbuat dan berfikirlah dengan ahlak, perbedaan itu indah dari sana kita banyak belajar dan ber-Islah, semoga artikel ini bertujuan untuk kebaikan sebagai pemersatu islam bukan semakin memecah belah

    BalasHapus
  28. Memperdebatkan furu' ??
    Wahai saudara-saudara ku yang seiman dan sekeyakinan, tugas kita bukan memperdebatkan khilafiyah / furu'iyah, tapi untuk ibadah.
    Berdebat mengenai perbedaan yang sifatnya khilafiyah hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan. Orang kafir pasti tertawa.
    Maaf saya yang bodoh ikut komentar
    Wassalaam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agus jelasin dl apa furu' apa asal,, takutnya tetangga kita gak ngerti apa yg dnamakan furu'

      Hapus
    2. Orang bodoh gak usah komen diam saja nanti klo sudah pinter baru komen.maaf mas bercanda

      Hapus
  29. كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَے شَاكِلَتِهِ... mari kita tingkatlan iman islam ihsan dan amal sholeh kita utk Rabb kita, utk menuju ridha Allah SWT tdk bisa dg berdebat kusir tak ada ujung, ini hanya masalah khilafiyah atau hal yg termasuk furu'iyah, bukan masalah ushuliyah, yg penting jangan saling menyalahkan, krn yg menilai adalah Allah SWT, saya punya pertanyaan apakah kita ibadah kita sdh sempurna di mata Allah, tetapi kita masih saling menyalahkan?
    apakah anda² yg merasa benar sdh dijamin diberi kedudukan di surga dg menganggap org lain salah?

    BalasHapus
  30. berarti pesbukan, exis d media online Bid'ah Jg ya, main ps, ng game berarti bid'ah jg ya, soal nya d jaman rosul g ada, xixix trus hal2 tsb sering melalaikan kita dr pd mengingat Allah, xixixi

    BalasHapus
  31. Padahal Allah Melarang Untuk ber golong-golongan kan ya,,, di larang berpecah belah, ko Kalian Berbuat spt itu, Membuat golongan sendiri, dan Berpecah Belah, Jadi Isi Al-Qur'an Aja Kalian Belum Amal kan dong...

    BalasHapus
  32. yang satu memfitnah nya Ahlul Bid'ah, yang satu nya Memfitnah nya Wahhabi Takfiri/Khawarij FC yang Suka Runtuhin kuburan, bubarin Maulid Nabi, yang satu nya Memfitnah Si'ah, satu lg nya sunah wal ja'maah, persis, Nu, muhammadiyah, dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Namanya juga manusia mas emang gitu kita ketawain aja hahaha......

      Hapus
  33. Padahal Tuhan Kalian Sama Allah, Nabi nya Sayyidina Muhammad, kitab nya Al-Qur'an, Kiblat nya Ka'bah,

    BalasHapus
  34. tapi Kalau Sesama muslim Sodara Ko kalian malah saling hina, ejek, olok-olok, hujat bahkan saling BUNUH, .Jd kalau kejadian nya Begitu sesama muslim bukan Sodara dong Tapi Musuh/Saingan, xixixixi

    BalasHapus
  35. semoga kita di beri kemudahan di jalan Allah....
    dan selalu di jalanNya
    amin.
    Yaa Allah Ridhoilah jalan kami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih baik berdoa saja mas daripada debat terus bikin capek .jangan lupa doakan juga bagi yang suka debat terus biar sadar

      Hapus
  36. Maaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya ini nyata tidak ada rekayasa……
    Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (Arab Saudi) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 157 juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemaring saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan baik dalam Kesehatan atau Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
    AKI DANU di Nomor telfon 082 390 678 649 di jamin bantuan beliau 100% …
    Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Saudi semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
    Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi AKI DANU di nomor 082 390 678 649 Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda trimahkasi….














    Maaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya ini nyata tidak ada rekayasa……
    Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (Arab Saudi) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 157 juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemaring saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan baik dalam Kesehatan atau Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
    AKI DANU di Nomor telfon 082 390 678 649 di jamin bantuan beliau 100% …
    Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Saudi semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
    Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi AKI DANU di nomor 082 390 678 649 Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda trimahkasi….

    BalasHapus
  37. Kasihan keluarga yang ditinggalkan, lagi kesusahan, harus menyediakan makan minum hadirin yg datang...
    Tapi semua kembali pd keyakinan kita masing-masing sih. Tp klo saya meyakini tidak ada hari ke 7, 40, 100 dsb,krn rasulullah dan para sahabatnya tidak melakukan itu..

    BalasHapus
  38. Kasihan keluarga yang ditinggalkan, lagi kesusahan, harus menyediakan makan minum hadirin yg datang...
    Tapi semua kembali pd keyakinan kita masing-masing sih. Tp klo saya meyakini tidak ada hari ke 7, 40, 100 dsb,krn rasulullah dan para sahabatnya tidak melakukan itu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya betul sekali .lebih susah lagi kalau tidak ada yang datang sama sekali

      Hapus
  39. Sdrku.. tahlil, tahmid,tasbih, takbir, zikir, shalawat dan doa jelas ada perintah dlm qur'an dan hadis Nabi saw dan contohnya drr para sahabt. Semua sdh diatur dg jels, sempurna & lengkap.. sempurnalah islam(QS- 3:5, S-6:115, S-3:19) tdk perlu ada tambhn, perubahan, sempalan aplgi ambil ajarn agama lain (QS 3:85) Tdk boleh ragu.. QS 2:2,147) Kita hnya dituntut dengar & taat.. bkn dengar tp ingkar.
    Acara selamatan memperingati hari kematian 3, 7, 40, 100, 1000 hari jelas ada dalilnya dlm kitab suci hindu . Jels acr tsb keyakinan / aqidahnyya agama hindu. Membaca tahlil, tahmid,tasbih, takbir, zikir, shalawat dan doa yg dilaksnkn pd 3,7,40,100 & 1000 hari kematian ssorang artinya gabungkn ajran islam dan hindu (QS 2:42). Inilah yg nmya bidah dhalalah(sesat) & sesat t4nya dineraka. Hal ini bukan masalah khilafiyah lg tapi sdh msuk masalah aqidah islam yg dicampur aqidah hindu. Rasulullah saw, khulafaurasyidn, tabiin,tabiit dan ulama yg jls siqah(terpercaya) spti 4 imam mazhab dg disiplin ilmu agama yg luas dan jd panduan umat sdh mencontthkn,menjelaskn dg jelas & lengkap disertai dalilnya yg tak diragukn bagaimana seorang muslim memperlakuan thdp muslim yg sdh meninggal.
    Mari kita baca dg iman QS 3:85 =4 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Ayat ini sgt jelas.. jika kita msh jg melaksankn selamatn kematian yg mrpkn ajaran hindu artinya kita sdh mengikuti ajarn agama lain selain islam. Dan jelas ditolak oleh Allah swt.. Islam : agama yg diturunkn Allah swt sang pencipta langit bumi.. hindu lahir dr manusia yg lemah penuh kesalahan & kealfaan dan slu diliputi oleh iblis dan nafsu.. coba kita pikirkn.. INGAT.. peringtan Allah swt QS 6:116 = Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Qs 6 Ayat 153 : dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
    Sdrku.. coba perhatikan... Ajaran /sunnah Rasulullah yg sdh jelas saja msh banyak yg belum bisa kita jalankan, kalaupun dijlnkn masih setengah hati... kenapa kita harus mengadopsi ajaran agama lain yg sdh jelas tidk diterima oleh Allah swt.. banyak ajaran sesat dan menyimpang dg mudah diterima olh masyarakat yg sdh muslim.. ini salah satunya karna kita sdh terbiasa jalnkn ajaran agama lain.. sehingga ajaran islam jd kabur alias samar2..
    Mari KITA KEMBALI PADA QUR'AN DAN SUNNAH NABI SAW.. KITA TINGGALKN YG BIDAH DHOLALAH DAN HIDUPKN SUNNAH.. KARNA SEMUA ADA PERTANGGUNGJAWABKN PD ALLAH SWT.. KITA JAUHKN IKUTI PIKIRAN ORG YG SESAT.. karena : (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. (Qs 4:123).
    124 : Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. Moga bisa menjdi renungan kita bersama...

    BalasHapus
  40. Sdrku.. tahlil, tahmid,tasbih, takbir, zikir, shalawat dan doa jelas ada perintah dlm qur'an dan hadis Nabi saw dan contohnya drr para sahabt. Semua sdh diatur dg jels, sempurna & lengkap.. sempurnalah islam(QS- 3:5, S-6:115, S-3:19) tdk perlu ada tambhn, perubahan, sempalan aplgi ambil ajarn agama lain (QS 3:85) Tdk boleh ragu.. QS 2:2,147) Kita hnya dituntut dengar & taat.. bkn dengar tp ingkar.
    Acara selamatan memperingati hari kematian 3, 7, 40, 100, 1000 hari jelas ada dalilnya dlm kitab suci hindu . Jels acr tsb keyakinan / aqidahnyya agama hindu. Membaca tahlil, tahmid,tasbih, takbir, zikir, shalawat dan doa yg dilaksnkn pd 3,7,40,100 & 1000 hari kematian ssorang artinya gabungkn ajran islam dan hindu (QS 2:42). Inilah yg nmya bidah dhalalah(sesat) & sesat t4nya dineraka. Hal ini bukan masalah khilafiyah lg tapi sdh msuk masalah aqidah islam yg dicampur aqidah hindu. Rasulullah saw, khulafaurasyidn, tabiin,tabiit dan ulama yg jls siqah(terpercaya) spti 4 imam mazhab dg disiplin ilmu agama yg luas dan jd panduan umat sdh mencontthkn,menjelaskn dg jelas & lengkap disertai dalilnya yg tak diragukn bagaimana seorang muslim memperlakuan thdp muslim yg sdh meninggal.
    Mari kita baca dg iman QS 3:85 =4 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. Ayat ini sgt jelas.. jika kita msh jg melaksankn selamatn kematian yg mrpkn ajaran hindu artinya kita sdh mengikuti ajarn agama lain selain islam. Dan jelas ditolak oleh Allah swt.. Islam : agama yg diturunkn Allah swt sang pencipta langit bumi.. hindu lahir dr manusia yg lemah penuh kesalahan & kealfaan dan slu diliputi oleh iblis dan nafsu.. coba kita pikirkn.. INGAT.. peringtan Allah swt QS 6:116 = Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). Qs 6 Ayat 153 : dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.
    Sdrku.. coba perhatikan... Ajaran /sunnah Rasulullah yg sdh jelas saja msh banyak yg belum bisa kita jalankan, kalaupun dijlnkn masih setengah hati... kenapa kita harus mengadopsi ajaran agama lain yg sdh jelas tidk diterima oleh Allah swt.. banyak ajaran sesat dan menyimpang dg mudah diterima olh masyarakat yg sdh muslim.. ini salah satunya karna kita sdh terbiasa jalnkn ajaran agama lain.. sehingga ajaran islam jd kabur alias samar2..
    Mari KITA KEMBALI PADA QUR'AN DAN SUNNAH NABI SAW.. KITA TINGGALKN YG BIDAH DHOLALAH DAN HIDUPKN SUNNAH.. KARNA SEMUA ADA PERTANGGUNGJAWABKN PD ALLAH SWT.. KITA JAUHKN IKUTI PIKIRAN ORG YG SESAT.. karena : (Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. (Qs 4:123).
    124 : Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. Moga bisa menjdi renungan kita bersama...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Membaca komen anda saya jadi pengen makan sate ayam nih sama lontong gimana setuju?

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. Membaca komen anda saya jadi pengen makan sate ayam nih sama lontong hmmmm sedap

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  41. Amal, rizki, jodoh, maut, udah di atur oleh Allah. Silahkan fahami semua yg sudah Allah tuliskan untuk kita sedari kita masih di dalam kandungan. Persoalan bergolong2an, Nabi Muhammad sudah bersabda dalam salah satu haditsnya jika kita ummat muslim akan terbagi ke dalam 77 Golongan sampai hari kiamat nanti.. Perbedaan itu Rahmat dr Allah, sodara2 sekalian. Semua punya literaturnya, satu kata saja banyak penafsiran apalagi satu kalimat? Dan sterusnya. Hendaknya dr perbedaan pemahaman itu disikapi dengan bijak. Ingat, BIJAK. Jgn saling menjatuhkan walau dengan kata2 yg halus sekalipun. Karena Allah Maha Tahu porsi masing2 dr kita. Batasan kita. Tinggal kita yg harus terus menggali kemampuan kita sampai pada batas yg ditentukan oleh Allah. Gaa da kan yg ranking 1 semua dalam 1 kelas? Kita adalah makhluk, bukan Dzat. Semua ada porsinya. Tanyakan pada hati nurani kita masing2, apakah yg kita cari? Tentunya syurga kan? Mari kita sama2 membujuk Allah dengan beribadah dengan baik dan berperilaku baik. Hablun min Allah dan Hablun min an Nas. "Jaga Perasaan Orang". Sorry curhat :p

    BalasHapus
  42. Kita harus bisa membedakan mana yang syariat dan mana yg adat/budaya...tahlil tahmid tasbih jelas ada dalil(ada contoh)untuk 3,7,40,100,1000 hari tahlilan waktu pelaksanaannya adalah budaya,sehingga tidak perlu contoh dari nabi,terserah kita bagaimana baiknya,artinya kita harus mengikuti adat istiadat kita masing2,lain tempat berbeda,kalau anda pernah belajar ushul fikih pengertian sunnah adalah segala yg bersumber dari nabi saw baik perkataan, perbuatan,ketetapan, atau himmah yang menjadi dalil syara'(hukum) oleh karenanya ketika nabi "berposisi" sebagai orang arab (berbudaya arab)tidak wajib kita ikuti, karena kebudayaan arab berbeda dengan kebudayaan kita...sebagai contoh jubah model arab tidak perlu kita tiru, kita bersarung, berpeci itu sudah budaya islam ala Indonesia entah itu bersumber dari hindu atau yang lain ga masalah, asal tidak mencampur urusan syariat...kesimpulannya kita harus bedakan mana yang syariat, dan mana yang budaya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam acara tahlilan selama 7 hari kematian, kaum Muslimin berdzikir kepada Allah, ketika pada hari-hari tersebut orang Hindu melakukan sekian banyak kemungkaran. Betapa indah dan mulianya tradisi Tahlilan itu.

      WAHABI: “Saya tidak menerima alasan dan dalil Anda. Bagaimanapun dengan Tahlilan pada 7 hari kematian, hari ke 40, 100 dan 1000, kalian berarti menyerupai atau tasyabbuh dengan Hindu, dan itu tidak boleh!”

      SUNNI: “Itu karena Anda tidak mengerti maksud tasyabbuh. Tasyabbuh itu bisa terjadi, apabila perbuatan yang dilakukan oleh kaum Muslimin pada hari-hari tersebut persis dengan apa yang dilakukan oleh orang Hindu. Kaum Muslimin Tahlilan. Orang Hindu jelas tidak Tahlilan. Ini kan beda.”

      WAHABI: “Tapi penentuan waktunya kan sama!?”

      SUNNI: “Ya ini, karena Anda baru belajar ilmu agama. Kesimpulan hukum seperti Anda, yang mudah mengkafirkan orang karena kesamaan soal waktu, bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah Saw.”

      WAHABI: “Kok bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah!?”

      SUNNI: “Anda harus tahu, bahwa kesamaan waktu itu tidak menjadi masalah, selama perbuatannya beda. Coba Anda perhatikan hadits ini:

      عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَوْمَ السَّبْتِ وَيَوْمَ اْلأَحَدِ أَكْثَرَ مِمَّا يَصُومُ مِنْ اْلأَيَّامِ وَيَقُولُ إِنَّهُمَا عِيدَا الْمُشْرِكِينَ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُخَالِفَهُمْ.

      Ummu Salamah Ra. berkata: “Rasulullah Saw. selalu berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, melebihi puasa pada hari-hari yang lain. Beliau Saw. bersabda: “Dua hari itu adalah hari raya orang-orang Musyrik, aku senang menyelisihi mereka.” (HR. Ahmad no. 26750, an-Nasa’i juz 2 halaman 146, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

      Dalam hadits di atas jelas sekali, karena pada hari Sabtu dan Ahad, kaum Musyrik menjadikannya hari raya. Maka Rasulullah Saw. menyelisihi mereka dengan berpuasa. Sama dengan kaum Muslimin Indonesia. Karena orang Hindu mengisi hari-hari yang Anda sebutkan dengan kesyirikan dan kemaksiatan, yang merupakan penghinaan kepada si mati, maka kaum Muslimin mengisinya dengan dzikir Tahlilan sebagai penghormatan kepada si mati.

      WAHABI: “Owh, iya ya.”

      SUNNI: “Saya ingin tanya, Anda tahu dari mana bahwa hari-hari tersebut, asalnya dari Hindu?”

      WAHABI: “Ya, baca kitab Weda, kitab sucinya Hindu.”

      SUNNI: “Alhamdulillah, kami kaum Sunni tidak pernah baca kitab Weda.”

      WAHABI: “Awal mulanya sih, ada muallaf asal Hindu, yang menjelaskan masalah di atas. Sering kami undang ceramah pengajian kami. Akhirnya kami lihat Weda.”

      SUNNI: “Itu kesalahan Anda, orang Wahabi, yang lebih senang belajar agama kepada muallaf dan gengsi belajar agama kepada para kyai pesantren yang berilmu. Jelas, ini termasuk bid’ah tercela.”

      WAHABI: “Terima kasih ilmunya.”

      SUNNI: “Anda dan golongan Anda tidak melakukan Tahlilan, silakan. Bagi kami tidak ada persoalan. Tapi jangan coba-coba menyalahkan kami yang mengadakan dzikir Tahlilan.”

      Hapus
  43. Jadi tahlilan pada hari 7,40,100,1000,tahlilnya syariat, sementara waktunya budaya/adat, bagi anda yg melakukan tahlilan pada waktu2 tersebut, berarti anda telah melaksanakan ajaran agama dan kebudayaan anda, bagi anda yang tidak punya adat tahlilan 7,40,100,1000 hari silahkan anda tahlilan sesuka anda,setiap waktu juga boleh. tapi jangan menyesatkan apalagi mengkafirkan orang yang suka tahlilan

    BalasHapus
  44. Yang tahlilan ya bakal mati yang nggak tahlil juga mati sama2 akan mati kok saling ribut

    BalasHapus
  45. Cak Budi Arwani ki tukang 'gong'
    Sampean seneng tahlilan po gk?

    Danang - Srbya

    BalasHapus
  46. Sebenarnya sama saja. Banyak juga yang tanpa sadar menyalahkan orang yang tidak tahlilan. Mungkin kita harus saling introspeksi diri masing-masing.;

    BalasHapus
  47. Umat Islam mesti bersatu dalam aqidah, berjamaah dalam ibadah, dan toleransi dalam khilafiyah.

    BalasHapus
  48. Cara pandang yang berbeda menimbulkan perpecahan. Misalnya Bid'ah. Apa itu bid'ah ? ini sudah beda-beda jawabnya, berarti berbeda yang dimaksud. Kalau jawaban wahabi dan non wahabi sama tentang bid'ah itu maka tak ada perbedaan dalam masalah tahlilan itu. Menurut saya bid'ah yang dholalah itu adalah sesuatu yang baru dalam agama yang menyalahi atau menyelisihi Allah, dan Rasul-Nya. MIsalnya sholat subuh dibuat empat rokaat. Contoh ini pasti wahabi dan non wahabi sepakat itu bid'ah dholalah.

    BalasHapus
  49. MENYELISIHI KAUM ITU SDH ADA CONTOH NYA DARI NABI SAW, JGN SEENAKNYA ASAL BEDA ITU SUNNAH. "SECARA TIDAK LANGSUNG ANDA BILANG WAHAI NABI SAYA LEBIH TAU DARI PADA ENT". CONTOH NYA, SELISIHILAH YAHUDI, YAHUDI SALATNYA MENGGUNAKAN SENDAL. “Bersikaplah yang berbeda dengan ornag Yahudi. Sesungguhnya mereka tidak shalat dengan menggunakan sandal maupun sepatu.” (HR. Abu Daud 652 dan dishahihkan al-Albani)

    LANTAS APAKAH DENGAN MENGHADAP/ MEMNDEKAT KE DINDING SEBAGAI MANA YAHUDI SHALAT DI DINDING RATAPAN ITU HARUS DI SELISIH.? JAWABANNYA TIDAK, HUKUMMNYA SUNNAH YANG DITEKANKAN. SAAT KITA SHOLAT HENDAKNYA MENDEKAT KE TIANG ATAU TEMBOK , "Jika salah seorang dari kalian shalat hendaklah menghadap kepada sutrah dan hendaklah dia mendekat ke sutrah. Janganlah engkau membiarkan seorangpun lewat di antara engkau dengan sutrah. Jika ada seseorang melewatinya, hendaklah engkau membunuhnya, karena sesungguhnya dia itu syetan.”[2]

    JADI TOLONG JANGAN PRAKTEKKAN IBADAH SEKALIPUN MAKSUD ANDA INGIN MENYELISIHI KAUM KAFIR TANPA CONTOH DARI NABI SAW. BACK TO SUNNAH


    BalasHapus
  50. NABI TAHLILAN? NABI YASINAN? SAHABAT TABIIN TAHLILAN KETIAK ADA SAHABAT YANG MENINGGAL ? IMAM AHMAD YASINAN? BAGAIMANA DENGAN IMAM ABU HANIFA? IMAM SYAFII ? MAU GULING2 NYARI KITAB MANPUN DARI BELIAU JUGA GA BAKALAN DAPAT , BAHKAN IMAM SYAFII MELARANG KUMPUL2 D RUMAH DUKA BAIK TAHLILAN ATAU TA'ZIYAH ""Dan aku benci al-maatsim yaitu berkumpulnya orang-orang (di rumah keluarga mayat –pen) meskipun mereka tidak menangis. Karena hal ini hanya memperbarui kesedihan, dan membebani pembiayayan….". ini adalah lafal nash (pernyataan) Al-Imam Asy-syafi'i dalam kitab al-Umm. Dan beliau diikuti oleh para ahli fikih madzhab syafi'i."

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melarang berkumpul jika tujuannya tidak berguna,, tetapi kalo tujuannya berguna yaa kenapa tidak???

      Hapus
    2. Pak gak pernah baca surah yasin gak??? Kalo di forumnya tidak pernah membaca aurah yasin yah??
      #situsehat???

      Hapus
  51. Assalamu Alaikum Wr.Wb...
    Maaf sebelumnya jika lewat Tempat ini saya menceritakan kisah hidup saya niat saya hanyalah semata ingin berbagi tapi semua tergantung Anda percaya atau tidak yg jelasnya ini nyata tidak ada rekayasa……
    Syukur alhamdulillah kini saya bisa menghirup udara segar di indonesia karnah sudah sekian lama saya ingin pulang ke kampung halaman namun tak bisa sebab,saya harus bekerja di negri orang (MALAYSIA) karna ada hutang yang harus saya bayar di majikan yaitu 125juta untuk uang indo namun saya tidak pusing lagi sebab kemarin saya di berikan Info oleh seseorang yang tidak saya kenal,katanya kalau mengalami kesulitan baik dalam Kesehatan atau Ekonomi,Terlilit hutang silahkan minta bantuan sama
    AKI BROMO di Nomor telfon ((( 085 288 958 758 ))) di jamin bantuan beliau 100% …
    Jadi saya beranikan diri menghubungi beliau dan menyampaikan semua masalah saya dan alhamdulillah saya bisa di bantu,kini semua hutang saya sama majikan di Malaysia semua bisa terlunasi dan punya modal untuk pulang kampung,,,,
    Jadi buat yang pengen seperti saya silahkan hubungi AKI BROMO di nomor ((( 085 288 958 758 ))) Anda tidak usah ragu akan adanya penipuan atau hal semacamnya sebab saya dan yg lainnya sudah membuktikan keampuhan bantuan beliau kini giliran Anda trimah kasih banyak... dan untuk lebih jelas atau kurang percaya silahkan kunjungi

    http://hancurkan-bandar-togel.blogspot.co.id/

    Anda sudah ke mana-mana tetapi tidak menghasilkan solusi yang tepat.!!!
    Jangan Anda Putus Asa...Karna anda sudah berada di kata kata yang sangat tepat.!!!

    APAKAH ANDA TERMASUK KATEGORI DI BAWAH INI.???
    -BANTUAN DANA GAIB DAN UANG BALIK
    -MENAKLUKKAN LAWAN JENIS
    -PENGLARISAN DAN SANTET
    -PESUGIHAN TUYUL MELEK.-BANTUAN DANA GAIB DAN UANG BALIK
    -MENAKLUKKAN LAWAN JENIS
    -PENGLARISAN DAN SANTET
    -PESUGIHAN TUYUL MELEK.

    bagi anda yang BENAR-BENAR SERIUS dalam hal ini silahkan..!!!
    HUB: AKI BROMO
    TLP / (((0852-8895-8758)))

    untuk lebih jelasnya tentang pesugihan atau kurang percaya silahkan kunjungi di:

    http://www.ilmu-pesugihan.com

    KAMI MEMBERIKAN BUKTI/ BUKAN JANJI, DAN MENJAMIN KEBERHASILAN ANDA TERIMA KASIH
    WASSALAMUALAIKUM.WR.WB...???





    BalasHapus
  52. dimohon hati" saudaraku karna allah, khususnya warga nahdhyiin, karena karna kata" ahlul bid'ah itu tertuju pada kalian, jangan sampai islam indonesia saling berperang

    BalasHapus
  53. Dalam acara tahlilan selama 7 hari kematian, kaum Muslimin berdzikir kepada Allah, ketika pada hari-hari tersebut orang Hindu melakukan sekian banyak kemungkaran. Betapa indah dan mulianya tradisi Tahlilan itu.

    WAHABI: “Saya tidak menerima alasan dan dalil Anda. Bagaimanapun dengan Tahlilan pada 7 hari kematian, hari ke 40, 100 dan 1000, kalian berarti menyerupai atau tasyabbuh dengan Hindu, dan itu tidak boleh!”

    SUNNI: “Itu karena Anda tidak mengerti maksud tasyabbuh. Tasyabbuh itu bisa terjadi, apabila perbuatan yang dilakukan oleh kaum Muslimin pada hari-hari tersebut persis dengan apa yang dilakukan oleh orang Hindu. Kaum Muslimin Tahlilan. Orang Hindu jelas tidak Tahlilan. Ini kan beda.”

    WAHABI: “Tapi penentuan waktunya kan sama!?”

    SUNNI: “Ya ini, karena Anda baru belajar ilmu agama. Kesimpulan hukum seperti Anda, yang mudah mengkafirkan orang karena kesamaan soal waktu, bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah Saw.”

    WAHABI: “Kok bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah!?”

    SUNNI: “Anda harus tahu, bahwa kesamaan waktu itu tidak menjadi masalah, selama perbuatannya beda. Coba Anda perhatikan hadits ini:

    عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَوْمَ السَّبْتِ وَيَوْمَ اْلأَحَدِ أَكْثَرَ مِمَّا يَصُومُ مِنْ اْلأَيَّامِ وَيَقُولُ إِنَّهُمَا عِيدَا الْمُشْرِكِينَ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُخَالِفَهُمْ.

    Ummu Salamah Ra. berkata: “Rasulullah Saw. selalu berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, melebihi puasa pada hari-hari yang lain. Beliau Saw. bersabda: “Dua hari itu adalah hari raya orang-orang Musyrik, aku senang menyelisihi mereka.” (HR. Ahmad no. 26750, an-Nasa’i juz 2 halaman 146, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).

    Dalam hadits di atas jelas sekali, karena pada hari Sabtu dan Ahad, kaum Musyrik menjadikannya hari raya. Maka Rasulullah Saw. menyelisihi mereka dengan berpuasa. Sama dengan kaum Muslimin Indonesia. Karena orang Hindu mengisi hari-hari yang Anda sebutkan dengan kesyirikan dan kemaksiatan, yang merupakan penghinaan kepada si mati, maka kaum Muslimin mengisinya dengan dzikir Tahlilan sebagai penghormatan kepada si mati.

    WAHABI: “Owh, iya ya.”

    SUNNI: “Saya ingin tanya, Anda tahu dari mana bahwa hari-hari tersebut, asalnya dari Hindu?”

    WAHABI: “Ya, baca kitab Weda, kitab sucinya Hindu.”

    SUNNI: “Alhamdulillah, kami kaum Sunni tidak pernah baca kitab Weda.”

    WAHABI: “Awal mulanya sih, ada muallaf asal Hindu, yang menjelaskan masalah di atas. Sering kami undang ceramah pengajian kami. Akhirnya kami lihat Weda.”

    SUNNI: “Itu kesalahan Anda, orang Wahabi, yang lebih senang belajar agama kepada muallaf dan gengsi belajar agama kepada para kyai pesantren yang berilmu. Jelas, ini termasuk bid’ah tercela.”

    WAHABI: “Terima kasih ilmunya.”

    SUNNI: “Anda dan golongan Anda tidak melakukan Tahlilan, silakan. Bagi kami tidak ada persoalan. Tapi jangan coba-coba menyalahkan kami yang mengadakan dzikir Tahlilan.”

    BalasHapus
  54. Rasulullah mengajarkan dari hal sepele sampai yang perkara besar dari cara kencing, cara buang air besar, cara tidur, cara jima,

    masa tahlilal tidak ada 1 riwayatpun yg menjelaskan, merasa kelewat?

    BalasHapus
  55. Kaum besek,.. maw nya makan gratis di tmpt musibah

    BalasHapus
  56. untuk mengenai 7 hari & 40 hari bisa ditilik dari riwayat: “Sesungguhnya para mayat difitnah dalam kuburannya selama tujuh hari. Dan mereka menganjurkan memberi makanan untuk mereka pada hari-hari itu.”

    Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim di kitab ‘Hilyatul Auliya’, 4/11 dari jalan Imam Ahmad.

    Dahulu Ubaid bin Umair sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Juraij dari Harits bin Abi Harits darinya mengatakan, “Dua orang, (dari kalangan) mukmin dan munafik terkena fitnah. Sementara orang mukmin difitnah selama tujuh (hari), dan orang munafik difitnah selama empat puluh (hari).” (At-Tamjid Lima Fil Muwatto’ Min Ma’ani Wal Asanid, 22/252)

    Selain itu juga menurut Jarir bin Abdullah mengatakan, “Kami menganggap berkumpul di keluarga mayat serta mereka membuat makanan untuk orang-orang termasuk niyahah (ratapan). Akan tetapi yang dianjurkan, ketika ada seseorang meninggal dunia, agar memasakkan makanan untuk keluarganya sebagaimana sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ketika ada orang yang memberi belasungkawa kepada Ja’far bin Abu Tholib, “Masaklah makanan untuk keluaga Ja’far, karena telah datang kepada mereka urusan yang menyibukkannya.” (Majmu Fatawa, 24/316)

    BalasHapus
  57. Saya mau tanya untuk saudaraku salafy wahabi,,, apa sebenarnya defenisi bid'ah yg anda maksudnya??? Perkara dalam hal agama atau bukan???

    BalasHapus

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template