Latest Post

BERMADZHAB TIDAK PENTING?

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Senin, 01 September 2014 | 11.19





Ada seorang mahasiswa UI curhat dipaksa seniornya untuk tidak bermadzhab. Akhirnya ia bertanya kepada KH. Abdi Kurnia Djohan, salah satu dosen di Universitas Indonesia (UI): “Apakah bermadzhab itu tidak penting Ustadz?”

Dijawab dengan ilustrasi: “Coba kamu perhatikan kitab Fathul Bari yang ditulis sebanyak 13 jilid itu.”

Mahasiswa itu bertanya lagi: “Ya Ustadz, terus apa hubungannya Ustadz?”

“Apakah semua kata yang ditulis Imam Ibnu Hajar di situ beliau anggap penting?” Kyai Abdi balik tanya.

“Iya Ustadz.”

KH. Abdi Kurnia Djohan kemudian berkata: “Imam Ibnu Hajar tidak akan menulis keterangan di kitab itu kalau beliau tidak menganggap penting. Lalu siapa yang menganggap semua keterangan Imam Ibnu Hajar tidak penting?”

Mahasiswa: “Orang yang tidak membaca kitab itu tentunya, Ustadz.”

“Nah begitulah kebanyakan orang yang menganggap bermadzhab tidak penting, karena mereka tidak pernah belajar fikih madzhab. Mereka sama keadaannya seperti orang bodoh yang tidak mau membaca. Itulah juga yang jadi alasan al-Albani berpendapat tidak penting bermadzhab. Karena ia tidak tuntas belajar fikih madzhab Hanafi dari ayahnya.” Pungkas KH. Abdi Kurnia Djohan.

Seorang ulama dan pejuang Ahlussunnah wal Jama’ah asal Syria, asy-Syahid Syaikh M. Said Ramadhan al-Bhuthi pernah mengatakan: “Kita umat Islam saat ini merasakan nikmatnya bermadzhab 4 Ahlussunnah tidak lain karena perjuangan pendahulu orang ini (sambil menunjuk ke arah Pak As’ad Said Ali/Wakil Ketua Umum PBNU, maksudnya adalah perjuangan ulama NU).”

Pernyataan Syaikh al-Buthi di atas diriwayatkan dari al-Ustadz Ma'ruf Khozin, aktifis NU di Surabaya, yang sanadnya bersambung dan perawinya terpercaya.

Sya’roni As-Samfuriy

Belajar Bahasa Arab Praktis, Nurul Qamariyyah 'Ala Matn Al-Ajurumiyyah

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Sabtu, 30 Agustus 2014 | 11.29



نور القمرية
علي متن الاجرومية
للامام ابن الاجرومي محمد بن محمد داود الصنهاجي الفاسي




المترجيم: شعراني السمفوري
دكوه ليمبعان كراع داوا مركاسري - تكال






Terjemah Kitab Matan Al-Ajurumiyyah

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji milik Allah, yang telah menurunkan al-Quran dalam bahasa Arab. Shalawat serta salam tetap tercurahlimpahkan atas junjungan kita Nabi Besar Muhammad Saw., paling utamanya makhluk Allah yang berbicara dan berbahasa. Juga atas keluarganya, para shahabatnya dan para tabi’in, taabi’ut tabi’in sepanjang masa. Dan semoga Allah meninggikan derajat kita semua bersama mereka di darul akhirah, yang penuh ketentraman tanpa rasa keluh dan kesah. Aamiin.

Terjemahan ini saya beri judul “Nur al-Qamariyyah” (Cahaya Rembulan) atas kitab matan al-Ajurumiyyah karya al-Imam Ibn al-Ajurumi Muhammad bin Muhammad bin Daud ash-Shanhaji al-Fasi (627-723 H/1273-1323 M), semoga Allah merahmatinya dan kita meraup ilmu yang bermanfaat darinya, Aamiin.

Daftar Isi:
5.      Fi’il (Kata Kerja)
9.      Mubtada’ dan Khabar
Isim-isim yang Dijarkan


Untuk terjemah selengkapnya silakan download di sini: Nurul Qamariyyah Jurumiyyah

Sebetulnya ingin saya buatkan bagan atau daftar dari terjemahan ini.
Hanya saja waktu dan kesempatan yang belum memenuhi.
Insya Allah di waktu yang tepat, mulai beraksi.
Dan akhirnya, Alhamdulillah selesai.
Mohon untuk dikoreksi kembali.
31 Agustus 2014 Masehi.
Sya’roni As-Samfuriy.
Margasari.

TAMAT
والله اعلم با الصواب
 

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template