Latest Post

Membincang Polemik Shalat Tarawih Cepat-Kilat (1)

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Minggu, 28 Juni 2015 | 21.59


Ada beberapa teman bertanya mengenai shalat Tarawih tercepat yang menyebar di media akhir-akhir ini. Bagaimana hukumnya ditinjau dari segi fiqh? Dalam membicarakan persoalan hukum, kita tidak bisa menghukumi suatu perkara kalau tidak melihat secara menyeluruh. Karena dalam hal ini (Tarawih cepat) saya tidak melihat secara lengkap, maka hanya dapat memberi batasan sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama.

Sebelumnya mohon maaf, karena bukan maqam (pangkat) saya untuk berbicara mengenai hukum shalat Tarawih tersebut. Dikarenakan beberapa kali ada pertanyaan yang sama, akhirnya (karena saya bukan seorang yang faqih) sebagai santri awam berusaha memuthala’ah kembali kitab fiqh.

Mengenai shalat tersebut, saya pribadi belum bisa menghukumi shalat tersebut sah tidaknya dari kacamata fiqh. Karena saya tidak mengetahui/mengikuti secara keseluruhan shalat tersebut. Yang ada dalam video hanya tampak beberapa gerakan cepat saja.

Dalam status ini, ada sedikit catatan yang menurut saya perlu diperhatikan bagi yang mengikuti shalat tersebut atau setidaknya pernah mengikuti shalat Tarawih tersebut. Sebenarnya memang tidak ada batasan waktu kecepatan dalam shalat. Dalam pandangan fiqh, selagi seseorang memenuhi syarat dan rukun shalat, berarti sah shalatnya. Namun terkadang yang perlu diperhatikan adalah proses dalam memenuhi rukun tersebut.

Mungkin beberapa hari sebelumnya telah beredar pembahasan dari sisi thuma’ninah. Masih debatable antara beberapa tokoh, ada yang menghukumi Tarawih tersebut sudah memenuhi thuma’ninah dan ada yang menyatakan belum memenuhi thuma’ninah.

Bagi pribadi saya, walaupun memang thuma’ninah juga bagian dari rukun shalat -yang apabila ditinggalkan tidak sah shalat-, saya hanya ingin bertanya dari segi rukun lainnya; yaitu terkait bacaan al-Fatihah. Apakah dalam shalat Tarawih tersebut telah memenuhi secara sempurna bacaan al-Fatihah, baik dari segi huruf atau tasydidnya tidak ada yang terlewatkan? Kalau iya (memenuhi bacaan al-Fatihah) berarti tidak ada masalah. Namun kalau tidak, maka dalam kacamata fiqh bermasalah.

Dalam kitab Fath al-Qarib disebutkan: “...barangsiapa yang gugur bacaan Fatihah satu huruf atau tasydid atau mengganti satu huruf dengan huruf lainnya -seperti ‘ain dengan alif- maka tidak sah bacaan dan shalatnya ketika dilakukan dengan sengaja, adapun ketika tidak sengaja, maka baginya harus mengulang bacaan tersebut.”

Jadi, apakah shalat tersebut telah memenuhi syarat dan rukun shalat? -hal ini tidak bisa dijawab kecuali yang mendirikannya-. Apabila dalam shalat Tarawih tersebut masih menjaga rukun-rukunnya seperti sempurna bacaan Fatihahnya dst. maka sah shalatnya dalam kacamata fiqh. Namun ketika tidak dapat memenuhi syarat dan rukun shalat, maka tidaklah sah shalat tersebut. Wallahu a’la wa a’lam. (Ust. Taufiq Zubaidi Khartoum, PCI NU Sudan).

Yang Lebih Dahsyat dari Setan

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Jumat, 26 Juni 2015 | 06.36


Rasulullah Saw. pernah memberi informasi kepada kita ummatnya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan sudah sangat masyhur: “Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka dan diikat setan-setan.”

Tapi bagaimana kita lihat kenyataannya? Seakan-akan tidak ada pengaruhnya diikatnya setan di bulan Ramadhan dengan berjalannya terus jaring-jaring setan yang menimbulkan dosa dan kealpaan (yang dikhawatirkan akan menimbulkan malapetaka bagi ummat dan bangsa ini).

Ternyata ada yang lebih dahsyat dari setan, yaitu hawa nafsu. Sebagaimana diinformasikan oleh Rasulullah Saw.:

أَعْدٰى عَدُوِّكَ نَفْسُكَ الَّتِيْ بَيْنَ جَنْبَيْكَ

“Musuhmu yang paling berat adalah nafsumu yang ada di badanmu.” (HR. at-Tirmidzi).

النَّفْسُ أَخْبَثُ مِنْ سَبْعِيْنَ شَيْطَانًا

“Nafsu itu lebih jahat daripada 70 syetan.” (Al-Hadits)

Langkah-langkah Penyelamat

          Orang yang beriman kepada Allah mengetahui hidup di dunia satu kali dan sementara penuh dengan ujian pasti mendambakan selamat dunia akhirat, dan untuk mencapai keselamatan dunia akherat harus melakukan langkah membentengi diri dari jaringan-jaringan setan dan hawa nafsu. Langkah yang paling utama untuk menyelamatkan diri dari jaringan hawa nafsu adalah:

1. Mengenal Hawa Nafsu

          Para pakar tafsir dari berbagai ayat-ayat Allah menyebutkan sederet sifat-sifat hawa nafsu, namun sebagaimana dikatakan oleh al-Imam ash-Shawi Ra.: “Setiap manusia mempunyai satu nafsu dan nafsu mempunyai tiga sifat. Tiga sifat hawa nafsu tersebut yaitu;

a. Nafsul Ammarah Bissu’ (النفس الأمارة بالسوء). Hawa nafsu yang selalu mengajak kepada perbuatan yang jelek. Allah Swt. berfirman dalam QS. Yusuf ayat 3:

إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan.”

Dalam menghadapi hawa nafsu yang seperti ini harus selalu berjuang memeranginya. Diriwayatkan suatu ketika Rasulullah Saw. bersama para sahabatnya pulang dari suatu peperangan, maka para sahabat di belakang Rasulullah Saw. berbisik-bisik: “Kita pulang dari peperangan yang cukup besar.”

Ketika Rasulullah Saw. mendengar, langsung Rasulullah Saw. mengatakan: “Kami pulang dari peperangan yang kecil menuju peperangan yang besar.”

Para sahabat terkejut, “perang yang seperti apa wahai Rasulullah?”

Rasulullah Saw. mengatakan: “Peperangan yang besar adalah peperangan melawan hawa nafsu”.

Jika sesorang selalu memerangi hawa nafsu yang jelek, maka Nafsul Ammarah Bissu’ akan berpindah sifat menjadi,

b. Nafsul Lawwamah  (النفس اللوامة). Nafsu yang menyesali kejelekan yang telah lalu dan mengajak menuju kebaikan. Allah berfirman dalam QS. al-Qiyamah ayat 2:

وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ

“Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali dirinya sendiri.”

Menghadapi hawa nafsu yang seperti ini butuh perjuangan juga yaitu semangat mewujudkan ajakan yang menuju kebaikan. Jika ajakan-ajakan menuju kebaikan dari Nafsul Lawwamah terus berusaha diwujudkan, maka hawa nafsu akan berubah lagi menuju,

c. Nafsul Muthmainnah  (النفس المطمئنة). Allah berfirman dalam QS. al-Fajr ayat 27-30:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ، ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً فَادْخُلِي فِي عِبَادِي، وَادْخُلِي جَنَّتِي

“Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surgaKu.”

Jika seseorang yang telah berjuang memerangi Nafsul Ammarah Bissu’ dan berhasil merubah sifatnya menjadi Nafsul Lawwamah yang harus diperjuangkan untuk diikutinya, maka akan mendapatkan sukses besar keindahan dan kebahagiaan hidup dunia akhirat dengan Nafsul Muthmainnah, disaat harus berpindah dari alam dunia, saat-saat awal memasuki kehidupan akhirat mendapat panggilan langsung dari Allah Swt.

Doa Penunjang Usaha Merubah Sifat Hawa Nafsu untuk Mewujudkan Nafsul Muthmainnah

          Setelah berusaha secara fisik dengan berjuang sekuat tenaga, maka harus ada usaha sentuhan ruhani dengan memohon kepada Yang Mahabisa merubah segala-galanya. As-Sayyid Hasan Fad’aq Ra., Mufti asy-Syafi’iyah di Makkah al-Mukarramah, dalam kitabnya “Fawaid al-Hisan” meriwayatkan doa dari sahabat Ali bin Abi Thalib Ra. yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. yang sungguh istimewa untuk memohon kepada Allah Swt. dalam berusaha meraih Nafsul Muthmainnah.

اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ نَفْسِى نَفْسًا طَيِّبَةً مُطْمَئِنَّةً طَائِعَةً حَافِظَةً تُؤْمِنُ بِلِقَائِكَ وَتَقْنَعُ بِعَطَائِكَ وَتَرْضٰى بِقَضَائِكَ وَتَخْشَاكَ حَقَّ خَشْيَتِكَ لآ حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ

“Ya Allah, jadikanlah nafsuku nafsu yang baik, yang tenang, yang taat, yang terjaga, yang percaya akan berjumpa denganMu, dan menerima dengan pemberianMu, rela dengan keputusanMu, takut kepadaMu dengan sebenar-benarnya, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah, Dzat Yang Maha Luhur lagi Maha Agung.”

          Doa ini dibaca setiap selesai shalat satu kali dan bagi yang mempunyai sifat was-was diusahakan sewaktu-waktu dibaca 41 kali. (Oleh: Syaikh KH. Sholeh Basalamah Jatibarang Brebes)

Heboh! Oknum Wahabi Aniaya Ustadz Marhadi (Syaikh Idahram)

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Rabu, 24 Juni 2015 | 04.53


Tanggal 21 Juni kemarin, di Masjid Raya Bogor diadakan bedah buku “Bukan Fitnah Tapi Inilah Faktanya” (Membongkar Tradisi Dusta Wahabi) karangan Ustadz Marhadi alias Syaikh Idahram yang sebelumnya sangat fenomental telah menulis tiga rangkaian buku yang menelanjangi kejahatan Salafi-Wahabi, telah terjadi kekisruhan dan penganiayaan terhadap penulis buku tersebut. Pelaku penganiayaan tersebut adalah seorang ustadz Wahabi bernama Soni alias Abu Husain ath-Thuwailibi. Berikut kronologi kejadiannya yang diceritakan sendiri oleh Ustadz Marhadi kepada Ust. Ibn Abdillah Al-Katiby melalui prifat message:

“Kejadiannya di Masjid Raya Bogor, pada hari Ahad 21 Juni 2015, pukul 16.47 sore hari ba’da Ashar ketika bedah buku ‘Bukan Fitnah Tapi Inilah Faktanya’ (Membongkar Tradisi Dusta Wahabi) sedang berlangsung. Acara itu dihadiri juga oleh anggota DPR Bogor faksi FAN, Romdhoni (beliau menyalahkan si Wahabi dan meminta saya untuk terus berdakwah). Juga dihadiri Ketua Umum MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim. Cuma ketua umumnya ini dikenal masyarakat Bogor sebagai pendukung Berat wahabi dan kabarnya emang dia juga Wahabi. Dia juga sangat berpihak ke mereka dilihat dari duduk bareng mereka, komentarnya tentang saya dan bahasa tubuh lainnya.

Hadir juga Ketua Fatwa MUI Bogor, Abbas Aula. Dia juga dalam komentarnya di depan peserta menuduh saya pendusta. Dia bicara sebagai penanya tapi malah menuduh sekitar 7 menit. Kemudian Soni ath-Thuwailibi memukul kepala bagian belakang saya dari arah belakang ketika saya sedang memperhatikan penanya yang lain. Dia juga sebelum memukul bertindak sebagai penanya yang juga bukan bertanya tapi menuduh saya pendusta.”

“Demikian kronologi yang beliau kisahkan. Inikah sikap seorang ulama Wahabi yang mengaku-ngaku mengikuti sunnah-sunnah Nabi Saw.? Menuding, menuduh, memfitnah tanpa bukti dan bahkan menganiaya? Bahkan dilakukan pula di bulan suci, bulan ujian menahan amarah dan emosi? Saya tidak tahu ke depannya bagaimana, jika ajaran dan doktrin Wahabi dibiarkan berkembang di Negeri Indonesia tercinta ini. Video rekaman kejadian masih kami simpan.” Pungkas Ustadz Imran Ibn Abdillah Al-Katiby.

Sekilas Biografi Syaikh Idahram


Bernama lengkap Marhadi Muhayar, Lc., M.A., biasa disebut Syaikh Marhadi, lahir di Bekasi pada tanggal 10 Oktober 1975 M. Ustadz muda ini lulusan American Open University Cairo, Fakultas Islamic Studies, Jurusan Ekonomi Islam dan S2 Fakultas Syari’ah, Jurusan Politik Islam, Universitas Studi Islam Karachi.

Domisili beliau saat ini di Jl. Tipar Cakung, Rt. 004 Rw. 05 no. 32, Gang Sengon, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Jakarta, Indonesia. Nomer telepon yang bisa dihubungi: 021-4411417 (rumah) dan +628159227648 (HP).

Kesibukannya selain sebagai muballigh/dai, ia juga mengajar (dosen), menjadi staf di Jakarta Islamic Center dan penterjemah freeland buku-buku berbahasa Arab. Beberapa pengalamannya dalam berorganisasi adalah sebagai berikut:
- Ketua Bagian Bahasa Tarbiyatul Mu’allimîn al-Islâmiyyah (TMI) Darul Ulum, Bogor, Jawa Barat.
- Pembina Organisasi Intra Sekolah Tarbiyatul Mu’allimîn al-Islâmiyyah (TMI) Darul Ulum, Bogor, Jawa Barat.
- Mengajar di MTs. dan MA. Tarbiyatul Mu’allimîn al-Islâmiyyah (TMI) Darul Ulum, Bogor, Jawa Barat.
- Dewan Mabigus (Majelis Pembimbing Gugus Depan) merangkap Sekretaris 1994-1995.
- Ketua Kajian Turats Alumnus (KTA) Darul Ulum.
- Sekretaris Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia (PPMI) Tanta Mesir, tahun 1996-1997.
- Ketua Umum Persatuan Pelajar & Mahasiswa Indonesia (PPMI) Tanta Mesir, tahun 1997-1998.
- Ketua II Ikatan Keluarga Pelajar & Mahasiswa At-Taqwa, Cairo, Mesir, tahun 1999-2000.
- Ketua II PPMI Mesir 2000-2001.
- Ketua Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO) Keluarga.
- Pelajar Jakarta & Sekitarnya (KPJ) 20001-2002.
- Pemimpin Redaksi (Pemred) Buletin GEMA Tanta Mesir.
- Sekjend ICMI Cairo 2002-2004.
- Direktur Wisma Nusantara Kairo (dua periode).
- Dewan Konsultatif Ikatan Keluarga Pelajar & Mahasiswa At-Taqwa (IKPMA) Mesir.
- Penerjemah buku-buku Arab CV. Kuwais Kreasindo
- Penerjemah buku-buku Arab Mumtaz Arabia.

Pengalaman Kursus:
- Kursus jurnalistik “Indonesian Student Movement” Bogor tahun 1993-1994 + kursus jurnaslistik ICMI Cairo 2003.
- Kursus Komputer di Indonesia dan Mesir.
- Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar (KMD) Lebak Bulus.
- Beberapa kali kursus kaderisasi dan kepemimpinan.
- Pelatihan bisnis dan management KBRI Mesir.
- Pelatihan management Zakat di Husein Syahatah Cente Cairo.
- Pelatihan management Wakaf di Shalah Kamil Center.
- Dan lain-lain.


Kemampuan personalnya, Syaikh Idahram mahir mengetik latin, mahir mengetik Arab dan mengerti tentang kesekretariatan. Demikianlah biografi singkat beliau yang kami kutip dari makala-hartikel.blogspot.com. (Sya’roni As-Samfuriy, Koordinator Sarkub Cikarang dan Tegal-Brebes).

Foto dan Lukisan Mbah Hasyim Asy'ari Pendiri NU (Eksklusif)

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Rabu, 17 Juni 2015 | 09.50





D'Ankers Community, Wadah Pemuda Sillaturrahmi

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Jumat, 24 April 2015 | 12.56


Lazisnu Bekasi



Istighatsah Kubra

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Minggu, 16 November 2014 | 03.53


الاستغاثة  الكبري
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

كيفية العمل من الاستغاثة الكبري

 

صلاة حاجة روع ركعة. ركعة أول مجا الفَاتِحَةْ تروس مجا سورة قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُوْن x10. ركعة ثاني سأووسي مجا سورة الْفَاتِحَة تروس مجا قُلْ هُوَاللَّهُ أَحَد x10.
سأووسي سلام تروس سجود سأجروني سجود مجا صلواة x10. سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x10. رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارْ x10.
نولي هدية الْفَاتِحَة كادوس عانداف فونيكا:

كيفية التوسل

اِلَى حَضْرَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَي آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَام لَهُمُ الْفَاتِحَةْ...

وَاِلَى حَضْرَةِ جَمِيْعِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا مَلاَئِكَةِ الْأَرْبَعَةِ لَهُمُ الْفَاتِحَةْ...

وَاِلَى حَضْرَةِ الْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالْعَلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ خُصُوْصًا سُلْطَانَ الْأَوْلِيَاءِ الْأَوَّلِ حَسَنَ بْنِ عَلِيِّ وَ سُلْطَانَ الْأَوْلِيَاءِ الشَّيْخَ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِي وَصَفْوَةَ الْأَوْلِيَاءِ الْكَامِلِيْنَ وَقُدْوَةَ الْعَلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ قُطْبَ الْغَوْثِ الشَّيْخَ أَبِي الْحَسَنِ الشَّاذِلِي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ لَهُمُ الْفَاتِحَةْ...

وَاِلَى حَضْرَةِ الشَّيْخَ أَبِي الْعَبَّاسِ أَحْمَدَ بْنِ مَيْمُوْنِ الْقَسْطَلاَنِي وَالشَّيْخَ أَبِي مَدْيَنِ شُعَيْبِ بْنِ حَسَنِ الْأَنْصَارِيِّ الْأَنْدَلُسِيِّ رَأْسِ سَبْعَةِ الْأَبْدَالِ وَوَاحِدِ الْأَرْبَعَةِ الْأَوْتَادِ وَقُطْبِ الْغَوْثِ أَبِي أَيُّوْبِ بْنِ سَعِيْد الصُّنْهَاجِيِّ الْأَرْمُوْزِي وَالشَّيْخَ الْوَقْتِ الطَّرِيْقَةِ مَعْدَنِ السُّلُوْكِ وَالْحَقِيْقَةِ أَبِي الْقَاسِمِ الْجُنَيْدِيِّ الْبَغْدَادِيِّ وَالشَّيْخَ حَجَّةِ الزَّمَانِ الْوَاحِدِ فِي الْعِرْفَانِ أَبِي مَدْيَنِ شُعَيْبِ بْنِ حَسَنْ الْأَنْدَلُسِيِّ الْأَشْبِلِي أَبِي يَعْلَي الْمِصْرِيِّ وَالشَّيْخَ أَبِي عَبْدِاللَّهِ شَمْسِ الدِّيْنِ الْأَصْفَهَانِي وَالشَّيْخَ عَبْدِالصَّمَدِ الْخَوَارِزْمِيِّ صَاحِبَ رِيَاضَةِ سُوْرَةِ الْاِخْلاَصْ وَالشَّيْخَ عَبْدِالسَّلاَمِ بْنِ مَشِيْشٍ وَالشَّيْخَ اِبْرَاهِيْمِ بْنِ أَدْهَمَ وَالشَّيْخَ أَبِي يُوْسُفَ الدَّهْمَانِي وَالشَّيْخَ قُطْبُ الْغَوْثِ عَبْدِاللَّهِ عَلَوِيِّ الْحَدَّادِ وَالشَّيْخَ الصُّفِي حَكِيْمِ الْجِنِّ أَبِي عَبْدِاللَّهِ الْمَغَاوِرِيِّ وَالشَّيْخَ مُحَمَّدْ الدَّهْلَوِيِّ وَالشَّيْخَ أَبِي الْعَبَّاسِ أَحْمَدَ بْنِ عَلِي الْبُوْنِي وَالشَّيْخَ أَبِي حَقِّي النَّازِلِيِّ وَالشَّيْخِ بْنِ الْحَاجْ التِّلَمْسَانِي عَنْهُمْ لَهُمُ الْفَاتِحَةْ...

وَاِلَى حَضْرَةِ أمْبَاهْ يَهُوْدَا عْلَوْرَوْكْ فَاجِتَانْ وَأَزْوَاجِهِ وَاُصُوْلِهِ وَفُرُوْعِهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةْ...

وَإِلَى أَرْوَاحِ آبَاءئِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَاِخْوَانِنَا وَأَخَوَاتِنَا وَأَقْرَبَائِنَا وَأَقْوَامِنَا وَأَصْحَابِنَا وَأَحْبَابِنَا وَأَوْلاَدِنَا وَتَلاَمِذِنَا وَأَتْبَاعِنَا وَأَعْوَانِنَا وَأَصْهَارِنَا وَزَوْجَاتِنَا وَأَهْلِ قَرْيَتِنَا وَأَهْلِ بَلَدِنَا وَمَشَايِخِنَا وَعُلَمَائِنَا وَأُمَرَائِنَا وَلِمَنْ لَهُ حُقُوْقٌ عَلَيْنَا وَلِجَمِيْعِ مَنْ عَمِلَ اِسْتِغَاثَةَ الْكُبْرَي وَأَعَانَ عَلَيْهَا اِلَي يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَلِأَهْلِ اِنْدُوْنِسِيَّا وَالْعَرَبِيَّةِ وَلِجَمِيْعِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الأَرْضِ اِلَي مَغَارِبِهَا وَمِنْ يَمِيْنِهَا اِلَي شِمَالِهَا وَمِنْ قَافٍ اِلَي قَافٍ مِنْ لَدُنْ أَدَمَ اِلَي يَوْمِ الْقِيَامَةِ خُصُوْصًا مَنْ أَجَازَنِيْ اِلَي الْمُنْتَهَي لَهُمُ الْفَاتِحَةْ...

سلاجع امام ماهوس اِسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا. لالو برسما-سما ممبجا أَسْتَغْفِرُاللَّهَ الْعَظِيْمْ... x100.

كمودين امام ممبجا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. تروس بارع-بارع مجا صَلَّي اللَّهُ عَلَي مُحَمَّدْ... x100.

امام ممبجا إِذَا وَقَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ الْعَظِيْمِ فَقُوْلُوْا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلْ... x450.

لالو امام ممبجا أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ... x100.

دي أخري لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ كَلِمَةُ الْحَقِّ عَلَيْهَا نَحْيَي وَاِلَيْهَا نَمُوْتُ وَبِهَا نُبْعَثُ اِنْ شَاءَ اللَّهُ تَعَالَي نَحْنُ مِنَ الْأَمِنِيْنْ.

الأذكار من أوراد الاستغاثة

هدية الْفَاتِحَة...
أَسْتَغْفِرُاللَّهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُاللَّهَ مِنَ الْخَطَايَا x)7(
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللَّهِx) 3(
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرْ x)7(
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنْ x)7(
يَا اَلله يَاسَلاَمْ سَلِّمْنَا وَالْمُسْلِمِيْنْ أَنْتَ الْجَوَّادُ الْكَرِيْمْ وَ أَنْتَ نِعْمَ الْمُعِيْنْ x)7(
صَلَّي اللَّهُ رَبُّنَا عَلَي النُّوْرِ الْمُبِيْنْ أَحْمَدَ الْمُصْطَفَي سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنْ وَعَلَي آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ x)7(
لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ x)3 (
بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ الله لاَ يَسُوْقُ الْخَيْرَ إِلاَّ اللهُx) 3(
بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ الله لاَ يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلاَّ اللهُx) 3(
بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ الله مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِx) 3(
بِسْمِ اللهِ مَا شَاءَ الله لاَ حَوْلاَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِx) 3(

دعاء الاستغاثة

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِي مَزِيْدَهُ. يَا رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلأَفَاتِ وَ تَقْضِى لَنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْحَاجَاتِ وَ تُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَ تُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَ بَعْدَ الْمَمَاتِ. اللّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا بِنُوْرِ الْعِلْمِ وَالْهِدَايَةِ. ثَبِّتْ اِيْمَانَنَا بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ وَاشْرَحْ صُدُوْرَنَا بِشَرَفِ عِلْمِكَ وَالْبِسْنَا بِلِبَاسِ الْعِزِّ وَالتَّكْرِيْمِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. بِسْمِ اللهِ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ بِعَدَدِ أَنْوَاعِ الرِّزْقِ وَالْفُتُوْحَاتِ يَا بَاسِطَ الَّذِيْ يَبْسُطُ الرِّزْقِ لِمَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ. أَبْسِطْ عَلَيْنَا رِزْقًا وَاسِعًا مِنْ كُلِّ جِهَّةٍ وَمِنْ خَزَائِنِ غَيْبِكَ بِغَيْرِ مِنَّةِ مَخْلُوْقٍ بِمَحْضِ فَضْلِكَ وَكَرَمِكَ بِغَيْرِ حِسَابٍ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَجْعَلُنَا بِهَا الْاِسْتِقَامَةُ تُنْبِعُهَا الْكَرَامَةُ وَتَحْشُرُنَا بِعِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ بِالسَّعَادَةِ وَالْكَرَامَةِ فِي الدُّنْيَا وَالْأَخِرَةِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ. يَا أَللَّهُ... x3. يَا وَاحِدُ يَا أَحَدُ يَا جَوَّادُ يَا بَاسِطُ يَا مُغْنِيْ يَا فَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ يَا عَلِيْمُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ يَا بَدِيْعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَاالْجَلاَلِ وَالْاِكْرَامِ يَا حَنَّانُ يَا مَنَّانُ اِنْفَحْنَا مِنْكَ بِنَفْحَةِ خَيْرٍ. تُغْنِنَا بِهَا عَمَّنْ سِوَاكَ اِنْ تُسْتَفْتَحُوْا فَقَدْ جَاءَكُمُ الْفَتْحُ اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنًا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ. اللّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَ أَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ وَاحْفَظْنَا بِمَا حَفِظْتَ بِهِ الذِّكْرَ وَانْصُرْنَا بِمَا نَصَرْتَ بِهِ الرُّسْلُ اِنَّكَ عَلَي كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. وَ صَلَّي اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ.  وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
مَوْلاَيَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا ۞ عَلَى حـَبِيْبِكَ خـَيْرِالْخَلْقِ كُلِّهِمِ
هُوَالْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَي شَفَاعَتُهُ ۞ لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحَمِ
يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَي بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا ۞ وَاغْفِر لَنَا مَامَضَي يَا وَاسِعَ الْكَرَمِ
يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنْ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنْ ۞ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنْ فَرِّجْ عَلَي الْمُسْلِمِيْنْ

نظم أسماء الحسني

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ  (المؤمن 60)
“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. al-Mu’min ayat 60).

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا  (الأعراف 180)
“Allah mempunyai Asmaul Husna (nama-nama yang baik), maka berdoalah kamu semua kepadaNya dengan menggunakan Asmaul Husna itu.” (QS. al-A’raf ayat 180).

إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Sesungguhnya Allah mempunyai 99 nama, barangsiapa memeliharanya (membaca setiap hari) maka ia pasti masuk surga.” (HR. at-Tirmidzi juz 5 halaman 193 hadits no. 3575).
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template