Latest Post

Nasibnya Kini; Rumah Tempat Dilahirkannya Nabi Saw.

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Selasa, 16 September 2014 | 05.20





Musim ibadah haji, coba tengok tempat dilahirkannya Nabi Muhammad Saw. yang kini dirubah. Di bagian depannya tertulis مكتبة مكة المكرمة (Perpustakaan Makah al-Mukarramah), yang sejatinya sebagai cara halus pengaburan sejarah itu. Pintunya selalu terkunci dan dijaga polisi.

Konon dikhawatirkan akan banyak jamaah haji atau jamaah umrah yang syirik-musyrik alias “saudara kembarnya” Ahli Bid’ah, sehingga ditempeli sedemikian rupa tulisan berbagai bahasa (agar dipahami jamaah) dari berbagai negara yang intinya sebagai upaya “Pemurnian Tauhid” ala warisan Raja Ibn Saud itu.

Siapapun jamaah haji atau jamaah umrah, yang mendekati pintu bangunan yang tidak jauh dari Jabal Marwah(Finish Syai itu), maka akan dihardik oleh Polisi Masjid Haram yang bertugas menjaga tempat tersebut.

“Jika sebelum-sebelumnya hanya bisa lihat dari luar, namun Alhamdulillah mulai umrah tahun 2012 saya bisa masuk dan berlama-lama untuk baca kitab-kitab yang mayoritas Ahlussunnah dan anti bid’ah -versi mereka itu. Seraya saya bertafakkur di dalam rumah yang dulu tempat dilahirkannya manusia suci Nabi Muhammad Saw. junjungan kita itu.” Tutur KH. Nasrulloh Afandi, kader NU di Maroko yang juga kandidat Doktor Maqashid Syariah di Universitas al-Qurawiyin Maroko.

“Dalam foto (2012) ini”, lanjut kyai muda asal Indramayu ini, “adalah kondisi saat ini di dalam rumah tersebut, setelah dikaburkan dari bentuk aslinya. Dan pintunya selalu terkunci itu. Foto saya bersama Mudir (ketua) “Perpustakaan” (dengan tanda petik) tersebut. Alhamdulillah saya sudah kenal baik dengannya. Termasuk sewaktu-waktu saya butuh kitab, ia berkenan mengirimnya.”


Rasul Ar-Rahmah, Terjemah Kitab Ad-Durrat Al-Mudhiyyah

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Senin, 15 September 2014 | 00.35



رَسُول الرحمْة
علي الدرة المضيئة في السيرة النبوية
للإمام الحبر الحافظ أبو محمد عبد الغني بن عبد الواحد المقدسي رضي الله عنه


المترجم شعراني السمفوري




Rasul Ar-Rahmah
Sang Penebar Kasih Sayang



Terjemah dari kitab: Ad-Durrat al-Mudhiyyah fi as-Sirat an-Nabawiyyah
Karya: Al-Hafidz Abu Muhammad Abdul Ghani bin Abdul Wahid al-Maqdisi
Alih bahasa: Sya’roni As-Samfuriy
Tegal, 20 Dzul Qa’dah 1435 H - 15 September 2014 M

بسم الله الرحمن الرحيم

قال الشيخ الإمام الحبر الحافظ أبو محمد عبد الغني بن عبد الواحد المقدسي، رضي الله عنه وأرضاه: الحمد لله خالق الأرض والسماء، وجاعل النور والظلماء، وجامع الخلق لفصل القضاء، لفوز المحسنين وشقوة أهل الشقاء، وأشهد أن لا إله إلا الله، وحده لا شريك له، شهادة يسعد بها قائلها يوم الجزاء، وصلى الله على سيد المرسلين والأنبياء، محمد، وآله، وصحبه النجباء. أما بعد: فهذه جملة مختصرة من أحوال سيدنا ونبينا، المصطفى محمد صلى الله عليه وسلم، لا يستغني عنها أحد من المسلمين، نفعنا الله بها ومن قرأها وسمعها.

Segala puji bagi Allah Swt. pencipta langit dan bumi, pencipta cahaya dan kegelapan, yang mengumpulkan para makhluk di hari perhitungan, hari kemenangan bagi orang yang berbuat baik dan kesengsaraan bagi ahli maksiat. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan haq selain Allah, tiada sekutu bagiNya, dengan persaksian yang bisa membawa kepada kebahagiaan di hari kiamat. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad Saw. pemimpin para nabi dan rasul, serta keluarga dan para sahabatnya yang mulia. Amma ba’du.

Ini adalah ringkasan dari sejarah Rasulullah Muhammad Saw. yang penting untuk diketahui oleh setiap muslim. Harapan kami, semoga bermanfaat untuk para pembaca dan pendengarnya. Aamiin.

Daftar Isi:


تمت
Selesai dengan ucapan penuh syukur: “Alhamdulillah”.
Perkenankan diri menuliskan catatan penterjemah
bahwa, “Tulisan ini halal diambil manfa’ah.
Misal dicopas, disave atau apa sajalah.
Dengan senang hati dan bungah.”
Sya’roni As-Samfuriy gagah.
Tertanggal 20 Dzul Qa’dah,
tahun 1435 Hijriyyah.
Tegal, Jawa Tengah.
Semoga berkah.
Amin ya Allah

 

MA NU Miftahul Ulum Margasari Mengadakan Pelatihan Jurnalistik

Written By Sya'roni As-Samfuriy on Jumat, 12 September 2014 | 07.09



Jum’at 13.30 WIB (12/09/14), LP Ma’arif NU Miftahul Ulum Karangjati Margasari Tegal mengadakan pelatihan jurnalistik. Para pesertanya adalah guru dan siswa kelas 2 Aliyah. Narasumber acara tersebut mendapuk ‘jurnalis kawakan’ dari Tegal, penulis buku dan pengelola banyak web/blog dan fp, Sya’roni As-Samfuriy.

Dalam pelatihan itu pemateri mengatakan, Jurnalistik (journalistiek; Belanda) adalah segala kegiatan yang mencakup pada penyiapan, penulisan, penyuntingan dan penyampaian berita kepada khalayak melalui saluran media tertentu. Artinya jurnalistik mencakup kegiatan dari peliputan sampai kepada penyebarannya kepada masyarakat. Sehingga, pada dasarnya kegiatan jurnalistik akan senantiasa ada pada setiap waktu dan zaman.

Secara umum, rukun jurnalistik dalam mengumpulkan dan menuliskan data dan fakta suatu peristiwa ada 6 unsur; yakni 5W + 1 H: What (apa), Who (siapa), Where (di mana), When (kapan), Why  (mengapa), dan How (bagaimana).

Dalam Islam, kegiatan jurnalistik sangat diperhatikan. Bahkan ayat al-Quran yang pertama turun adalah tentang perintah membaca, Iqra’. Setiap kali ayat al-Quran turun, Rasulullah Saw. meminta salah seorang sahabat untuk menuliskannya. Waktu itu media yang dipakai hanya terbatas pada bebatuan, pelepah kurma, kulit binatang atau selainnya. Sehingga sekarang kita merasakan manfaat yang besar dari penulisan wahyu tersebut yang kemudian terbukukan dalam satu paket “Mushaf al-Quran”. Jika dijumlah seluruhnya, juru tulis wahyu waktu itu sebanyak 56 sahabat Nabi Saw.

Pepatah Arab mengatakan:

مَا حُفِظَ فَرَّ وَمَا كُتِبَ قَرَّ

“Apa yang dihafal kan lenyap, sedangkan apa yang ditulis kan tetap.”

Begitu juga yang terjadi dengan dibukukannya al-Quran menjadi satu jilid seperti sekarang ini. Yang mana saat Rasulullah Saw. masih hidup hal itu tidak pernah dilakukannya. Namun berbagai peperangan yang terjadi mengakibatkan banyak penghafal al-Quran waktu itu mati terbunuh. Sehingga timbullah inisiatif dari khalifah pertama, Abu Bakar ash-Shiddiq Ra., untuk mengumpulkannya. Kemudian dimusyawarahkan dengan para sahabat yang lain dan akhirnya semua setuju tanpa ada pertentangan. Tulisan-tulisan ayat al-Quran yang terpencar-pencar itu selesai dikumpulkan dan dibukukan menjadi satu jilid pada masa khalifah ketiga, Utsman bin Affan Ra., sehingga dikenal dengan “Mushaf Utsmani”.

Itu kejadian masa silam, 1435 tahun yang lalu, kegiatan jurnalistik sudah dikenal dan dilakukan pada masa Rasulullah Saw. meski dengan segala keterbatasan fasilitas dan media. Sedangkan saat ini segala fasilitas dan media semakin maju dan mudah didapat. Seharusnya semakin memacu semangat menebar kemanfaatan kepada yang lain di berbagai macam media. “Dari banyak media yang ada itu, hemat saya yang paling efektif adalah media online. Bisa facebook, tweeter, blogger, website, youtube atau yang lainnya. Fokus kita sekarang adalah pemanfaatan website atau blogger”, kata pemateri.

Kemudian acara dilanjutkan dengan praktek pembuatan web atau blog gratis di internet. Cara pembuatannya cukup mudah, melalui tahapan berikut ini:

1.      Membuat email di yahoo gmail, silakan klik www.gmail.com. Tekan “buat akun”, lalu isilah data sesuai prosedur yang telah disediakan. Kalau sudah selesai mengisi data maka email Anda sudah siap untuk dipakai, seperti syaroniassamfuriy@gmail.com. Jangan lupa mengingat atau menyimpan email yang sudah jadi dan passwordnya.

2.      Membuat web/blog/situs, silakan klik www.blogger.com. Lalu isi data pada prosedur yang tersedia, berisi kolom email dan password. Setelah diisi, maka blog siap untuk dibuat dengan cara mengklik menu “buat blog baru”. Kemudian isilah kolom-kolom yang tersedia sesuai dengan keinginan kita, dan akhirnya blog siap untuk dimanfaatkan. Untuk mulai menulis di blog, klik menu “entri” atau “buat entri baru” lalu “publikasikan”.

Di sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan bagaimana kiat-kiat untuk hobi dan mudah menulis dengan baik. Dijawab, “semua bisa melakukannya dan sangat mudah. Banyak para pemuda dan pemudi mendadak jadi puitis, hanya karena kasmaran dengan seseorang. Padahal sebelumnya hal itu sulit dilakukan. Begitu pun menjadi seorang penulis.”

Sebelum acara ditutup, pemateri berpesan agar konsep “menebar kemanfaatan bagi orang lain” dijadikan motifasi utama dalam hal apapun. Terlebih dalam kegiatan tulis-menulis (jurnalistik). Akhirnya acara pelatihan jurnalistik ini usai tepat pukul 14.30 WIB. Semoga bermanfaat.

Kontributor: Trisuci dan Anis, Siswi kelas 2 Aliyah MA Miftahul Ulum Margasari
 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template