Home » , , , » KISAH SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI, HABIB LUTHFI BIN YAHYA, DAN SUHARTO

KISAH SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKI, HABIB LUTHFI BIN YAHYA, DAN SUHARTO

Written By MuslimMN on Kamis, 26 Mei 2016 | 23.55



Dalam salah satu rihlahnya ke Singapura, Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki ditemui oleh seseorang. Setelah lama duduk bersimpuh di hadapan Sayyid Muhammad dan berbincang-bincang lama, sesaat kemudian orang tersebut berpamitan untuk berangkat ke Indonesia hendak menemui salah satu habib yang terkenal di Indonesia yakni Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan Jawa Tengah.

Kemudian Sayyid Muhammad bertanya kepada orang tersebut, "Kenapa kamu ingin menemui Habib Luthfi bin Yahya?”

"Beliau (Habib Luthfi bin Yahya ) adalah salah satu wali min auliyaillah yang terkenal. Saya ingin barokah dari beliau," jawabnya.

Sejenak kemudian Sayyid Muhammad berkata kepadanya: "Kenapa kamu repot-repot datang ke Indonesia? Sebentar lagi yang kamu maksudkan itu akan datang ke sini untuk menemui saya."

Tidak lama kemudian, benar juga apa yang dikatakan Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki. Tiba-tiba Habib Luthfi bin Yahya muncul di hadapannya ketika orang tersebut hendak pergi.

Habib Luthfi bin Yahya lalu berkata kepada orang tersebut: "Selama masih ada Abuya Sayyid Muhammad ini, kamu tidak perlu repot-repot mendatangi saya. Beliau adalah al-‘allamah waliyullah dan seorang Quthub di masanya."

Melihat kejadian itu orang tersebut tercengang dan hanya tertunduk diam.


Sayyid Muhammad Tahu Suharto Akan Lengser 4 Tahun Sebelumnya

Pada musim haji tahun 1994, Habib Abdullah bin Ahmad al-Jufri -menantu Habib Hasan Baharun Bangil- melaksanakan ibadah haji bersama dengan rombongan dari Indonesia. Sebagaimana dilakukan oleh sebagian besar jamaah haji Indonesia, beliau juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke pondok Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki.

Sayyid Muhammad memanggil salah satu santrinya yang bernama Mustafa Husain al-Jufri untuk melakukan suatu tugas. Setelah menyelesaikan tugasnya ia dipanggil menghadap Abuya Sayyid Muhammad. Kemudian beliau bertanya kepada Habib Abdullah yang saat itu sedang duduk di hadapannya, "Apa kamu kenal dengan orang ini?" sambil manunjuk pada Habib Mustafa.

"Ya, Abuya. Dia Mustafa Husain al-Jufri," jawab Habib Abdullah al-Jufri.

Abuya melanjutkan, "Bagaimana kalian bisa saling kenal, sementara Mustafa semenjak kecil sudah di sini. Apakah ada hubungan keluarga?”

Habib Abdullah menjawab, "Kami baru saja berkenalan sesaat sebelum bertemu dengan Abuya."

"Oh, ya”, ucap Abuya. "Tahukah wahai Habib Abdullah, bahwa Mustafa adalah tiangnya pondok ini. Ia tidak akan meninggalkan pondok ini kecuali setelah Suharto (mantan Presiden Indonesia) dilengserkan."

Mereka berdua menanggapi perkataan Abuya itu dengan senyuman manis. Mereka berfikir mungkin Abuya sedang bercanda, karena sepertinya Suharto tidak mungkin dilengserkan. Namun di luar dugaan, sekitar 4 tahun kemudian ketika Habib Mustafa al-Jufri diizinkan pulang, waktu itu adalah saat dimana terjadi demo besar-besaran yang menuntut Suharto lengser.

Ketika Habib Mustafa telah berada di Indonesia dan bertemu dengan Habib Abdullah al-Jufri dalam suatu kesempatan, mereka memperbincangkan kembali apa yang pernah diucapkan oleh Abuya Sayyid Muhammad 4 tahun silam. "Sungguh perkataan Abuya itu tidak main-main. Subhanallah." Ungkap keduanya. (Dimoderasi dari kitab al-Injaz fi Karamat Fakhr al-Hijaz karya Habib Mustafa Husain al-Jufri).
Share this article :

1 komentar:

  1. Izin download fotonya n ngambil ilmunya😊syukran katsir jazakallahu khair

    BalasHapus

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template