Home » , , » MERANGKAI PUZZLE KONSPIRASI TRAGEDI MINA

MERANGKAI PUZZLE KONSPIRASI TRAGEDI MINA

Written By Unknown on Sabtu, 26 September 2015 | 12.46

Sebenarnya dalam kasus Mina ada skenario dan konspirasi keji yang dipersiapkan. Mengenai Mina, coba kita flashback balik sehari atau dua hari sebelumnya. Dua hari lalu beredar kabar bahwa intelijen Rusia dan Wikileak membeberkan rencana Saudi membom Masjidil Haram dengan bermaksud menyudutkan dan mengkambinghitamkan Iran.

Lalu beredar juga kabar mantan diplomat Iran yang membeberkan rencana Iran untuk menyudutkan dan menyerang Saudi. Nah ada 2 berita. Kedua berita itu muncul sebelum kasus Mina. Adalah bukan suatu kebetulan mengapa jamaah haji dibelokkan arah rutenya. Semua itu sudah diatur dan disetting. Tujuannya agar terjadi jumlah korban yang banyak dari jamaah Indonesia.

Saat itu jamaah Indonesia dipaksa untuk dibelokkan rutenya agar berkumpul dengan jamaah Iran dan Afrika. Rencana busuknya adalah, jika jumlah jamaah asal Indonesia banyak yang tewas bersamaan dengan jamaah asal Iran dan Afrika maka mereka berniat berharap mendapat dukungan dari Indonesia. Kalau jumlah jamaah Indonesia banyak yang tewas bersama jamaah Iran, tentunya para takfiri akan bersemangat mengompor-ngompori untuk ganyang Syiah, ganyang Iran, dengan dalih jamaah Iran penyebab banyaknya tewas jamaah Indonesia.

Namun ternyata takdir berkehendak lain. Jamaah asal Indonesia banyak yang menolak dan menunggu dengan sabar, karena itulah jumlah korban dari kita sedikit. Namun walaupun korban jamaah asal Indonesia sedikit, secara tidak langsung mereka menuduh korban asal Indonesia adalah penganut Syiah, karena ikut tewas bersama pengikut Syiah Iran.

Ini sebenarnya konspirasi keji untuk mencari pengaruh dan dukungan dari Indonesia. Jadi sebenarnya jamaah yang dituduhkan lawan arah dan tidak tertib adalah jamaah asal Indonesia karena rutenya dibelokkan. Namun opini digiring seolah-olah jamaah Syiah Iran dan orang negro yang lawan arah. Dengan kata lain mereka menuduh jamaah yang rutenya dibelokkan dan lawan arah adalah jamaah Syiah.

Agar publik tahu, bahwa mereka sengaja membelokkan rute jamaah Indonesia agar bergabung dan bercampur dengan jamaah asal Iran yang notabenenya adalah penganut Syiah. Secara tidak langsung mereka, Wahabi Saudi, menganggap jamaah asal Indonesia adalah penganut Syiah.

Rencana konspirasi keji ini ternyata tak berjalan matang, sebab tadinya yang hendak ditumbalkan dan dijadikan korban adalah jamaah Indonesia. Mereka sengaja memaksa dan membelokkan rute jamaah asal Indonesia ke rute 204 agar bergabung dan bercampur dengan jamaah Syiah asal Iran dan jamaah Afrika. Namun takdir berkata lain, jumlah korban dari jamaah asal Indonesia sedikit. Walau sedikit tapi tetap saja itu nyawa manusia.

Adalah analisa bukti bahwa hal itu sudah disetting dan diskenariokan terlihat bagaimana mereka memperlakukan jenazah yang wafat. Bahkan buldozer pun sudah disiapkan. Padahal masih ada korban yang masih hidup tapi dibiarkan oleh para askar, akhirnya meninggal. Ada unsur kesengajaan korban yang masih hidup dibiarkan meninggal tanpa diberi pertolongan pertama pada kecelakaan. 

Tragedi Mina ini sebenarnya konspirasi perebutan pengaruh dan dukungan dari Indonesia yang notabenenya penduduk terbanyak muslimnya. Namun sungguh keji untuk memuluskan dan melancarkan skenario tersebut jamaah Indonesia dilibatkan dan hendak dijadikan tumbal. Kita semua hendak diseret-seret. Kenapa? Karena Indonesia ini potongan puzzle terakhirnya agar konspirasi perperangan itu bisa terlaksana.

Kuat dugaan konspirasi tersebut dilakukan oleh pangeran dari Raja Abdullah. Sebab belakangan ini, menurut kabar, Raja Salman bersifat diskriminatif terhadap anak keturunan Raja Abdullah. Masih ingatkah ketika Raja Salman menggempur Yaman? Salah satu pangeran dari Raja Abdullah marah dan protes sebab ibunya berdarah asal Yaman.

Lalu tentang dihukumnya salah satu pangeran yang merupakan anak dari Raja Abdullah oleh Raja Salman sendiri. Belum lagi tekanan Raja Salman terhadap Waleed bin Talal. Bahkan yang pertana kali memberitakan dan menuding bahwa putera mahkota Raja Salman sebagai biang keladinya adalah Ad-Diyar. Sedangkan Ad-Diyar adalah perusahaan pemberitaan milik Pangeran Waleed bin Talal.

Nah di sini nampak kelihatan, semacam ada aksi "balas dendam" secara halus yang berusaha menyudutkan dan memojokkan puteranya Raja Salman. Apapun alasannya, terkait perseteruan internal kerajaan adalah hal keji melibatkan pihak lain dan sampai melibatkan orang lain jadi korban dan tumbalnya. (Oleh: Jefri Nofendi).
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template