GUS DUR ORANG YANG SANGAT PEMAAF

Written By Unknown on Sabtu, 21 Desember 2013 | 17.46





Suatu hari seorang ustadz berjenggot lebat berkhutbah Jum’at di masjid DPRD DKI Jakarta. Isinya sarat dengan cacian dan makian, terkhusus pada Gus Dur. Walhasil Gus Dur dikafir-kafirkan oleh sang khatib dengan alasan Gus Dur menentang Rancangan Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi serta Gus Dur pernah dibaptis oleh orang Kristen. “Gus Dur kafir!” teriaknya lantang.

“Dan barangsiapa yang ragu terhadap kafirnya Gus Dur, maka dia juga kafir!” imbuhnya dalam khutbah tersebut.

Lalu ada salah seorang jamaah yang memberanikan berdiri seraya berkata: “Batal ini khutbah! Tidak sah, turun!”

Akhirnya khatib itupun turun dan diganti oleh seorang ustadz bernama Nur Alam Bakhtir.

Setelah kejadian itu, sang khatib pun mendatangi Gus Dur di kantor PBNU untuk meminta maaf. Dan Gus Dur pun memaafkannya, karena Gus Dur memang orangnya adalah sangat pemaaf. Gus Dur hanya berkata dengan kalemnya: “Yowis ojo maneh-maneh yo…” (Ya sudah, jangan diulangi lagi yah). (Disadur dari taushiyyah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj).

Kisah kedua diceritakan dari pengalaman pribadi Gus Rijal Pakne Avisa (Rijal Mumazziq Zionis, presiden penerbit Imtiyaz Surabaya). Beliau bertanya kepada Gus Dur: “Gus, ada penulis buku yang selama ini spesialisasinya mengkritik pribadi dan menghakimi pemikiran panjenengan, bahkan cenderung menghujat. Apa Gus Dur mboten dhuko (tidak tersinggung/ marah)?”

“Bah bahno ae (biarkan saja), mas. Nggak usah dipikirin. Dia kan cari nafkah dengan cara nulis. Cari makan buat keluarganya. Gitu aja kok repot!” (Kenangan sowan Gus Dur, Kantor PBNU, 3 Januari 2009).

Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 22 Desember 2013

Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template