Home » , , » KI DAAN, KYAI TEGAL YANG SENANTIASA MENGAJARKAN KECINTAAN

KI DAAN, KYAI TEGAL YANG SENANTIASA MENGAJARKAN KECINTAAN

Written By Unknown on Kamis, 01 Agustus 2013 | 03.47


KI DAAN, KYAI TEGAL YANG SENANTIASA MENGAJARKAN KECINTAAN



Ki Daan, nama yang satu ini memang jarang dikenal khalayak umum. Hanya diantara mereka saja yang kenal betul dengan beliau, seperti para ulama kyai dan habaib. Kediamannya masih berbentuk rumah kuno, namun tetap masih terwat dengan baik.

Rumahnya di Talang, tak pernah sepi dari lantunan ayat suci al-Quran dan puji-pujian kepadaNya dan kepada RasulNya lewat bai-bait syair maulid Nabi Saw. Banyak juga dari kalangan ulama dan pejabat yang sowan kepada beliau, mulai dari yang sekedar bersilaturrahim hingga yang meminta berkah doa dari beliau.

Dari segi usia beliau memang sudah sangat sepuh, namun raganya tegak, tak pernah sungkan dan malas-malasan untuk menghadiri undangan-undangan berbagai hajatan warga seperti peringatan Haul dan Maulid Nabi Saw.

Nama Ki Daan terukir di kawasan Jakarta, menjadi sebuah nama jalan, Jalan Daan Mogot. Ya beliaulah yang dimaksud dengan Daan Mogot itu. Alkisah, berdasarkan cerita yang tersebar, bahwa suatu ketika saat beliau masih bekerja di kawasan itu terjadilah kebakaran yang sangat hebat. Amukan si jago merah telah menakutkan warga sekitar.

Namun rasa takut warga itu mereda setelah tiba-tiba muncul sesosok lelaki dengan mengibaskan sorbannya di tengah-tengah kobaran api yang semakin membesar. Api itu menjadi padam setelah dikibasi sorban oleh sosok yang kemudian diketahui namanya, “Ki Daan”. Dari kejadian itulah kawasan tersebut sampai sekarang diberi nama Daan Mogot.

Benar atau tidaknya kisah tersebut, terus terang saya belum berani bertanya kepada Ki Daan secara langsung hehehe... Tentunya para ulama habaib, seperti Habib Mahdi Alhiyed, Habib Reza Muchsin Al Hamid, Al Habib Abdul Qodir bin Hadun Alatthas lebih tahu tentang Ki Daan.

Mohon sekiranya bagi beliau-beliau atau warga sekitar yang mengenal dekat dengan beliau, koreksilah kebenaran cerita tersebut. Atau bisa juga menceritakan kisah lain dari Ki Daan yang bisa kita ambil hikmah dan teladan dari beliau.

Ki Daan adalah salah satu murid dari KH. Said bin Syekh Armia Giren-Talang, Tegal. Bahkan ada yang mengatakan bahwa KH. Said menjadi murid dari Ki Daan dalam hal mahabbah kepada dzurriyyat Nabi Saw.

Tekanan beliau setiap kali bertaushiyah adalah mengenai mahabah (cinta) kepada Ahlul Bait Nabi Saw. (para habaib). Kata beliau: “Ustadz-ustadz yang tidak mengenal para habaib, apalagi mencintainya, jangan sampai dijadikan panutan. Hal yang wajib bagi mereka sebelum mengucapkan “Qalallahu ta'ala, qala Rasulullah dst...” adalah mengenal dulu, yang akhirnya mencintai anak-cucu Nabi Saw.”

Wallahu A’lam.

Sebagaimana biasanya, setiap tahun keluarga besar saya mengadakan haul untuk Mbah Buyut kami, Si Mbah Buyut Samper (julukan) dan para Mbah Buyut lainnya. Diantara yang istiqamah hadir adalah:

1. Al-Habib M. Baqir bin Hasan bin Husein BSA (adik dari almarhum Habib Qasim BSA) Pengasuh MT al-Hikmah Ketitang-Talang, Tegal.
2. Al-Habib Abubakar bin Hamid bin Husein BSA (paman Habib Baqir bin Hasan BSA).
3. Ki Daan
4. Ustadz Daruddin (asal Jombang).
5. Dan ulama kyai habaib lainnya.

Biasanya acara haul tersebut diadakan 5 hari setelah lebaran ‘Iedul Fithri. Sekaligus dengan ini saya memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada Habib Alwi Alatas bin Shodiq Alatas, cucu dari Habib Umar bin Abdurahman Alatas Pekalongan yang titip salam kepada saya untuk beliau Ki Daan. Kata beliau: “Titip salam lan doa kale beliau, (be’ mang) pun jarang enten tiang kados beliau mugi-mugi thowil umur.”

Karena saya tahun ini sepertinya tidak bisa mudik ke rumah dan mengikuti acara haul tersebut. Info yang pasti tentang Haul Mbah Buyut Samper, kapan jam, hari dan tanggalnya insya Allah menyusul di komentar setelah saya mendapatkan kabar dari rumah. Mengenai manaqib dari Mbah Buyut saya sendiri, terus terang saya masih majhul :'(

# Sekalian ini adalah untuk undangan umum

Kesekretariatan: Makam Padepokan Tanah Keputihan Wanalaba Mbah Buyut Samper, Desa Wanalaba, Kelurahan Jatilaba, Kecamatan Margasari, kbupaten Tegal.


Share this article :

3 komentar:

  1. Teruskan perjuangan para ulama dan habaib dahulu, karena berkat jasa-jasa merekalah kita masih mencium harumnya ajaran yang dibawa Nabi saw dan diteruskan oleh para pewarisnya (ulama dan habaib).

    BalasHapus
  2. Ah Banyak Cerita Ngarangnya, Jalan Daan Mogot itu Sejarahnya dari Kapten Daan Mogot dia Pahlawan Tangerang Makamnya didekat Masjid Raya Al Azhom Tangerang, Googling Azzah.

    BalasHapus

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template