Home » » KUMPULAN SHOLAT SUNNAH (1)

KUMPULAN SHOLAT SUNNAH (1)

Written By MuslimMN on Minggu, 20 Februari 2011 | 18.48

KUMPULAN SHOLAT SUNNAH (1)

oleh Sya'roni As-Samfuriy pada 06 Januari 2011 jam 16:22

I. SHOLAT ROWATIB
Sholat Rowatib adalah sholat sunah yang dikerjakan mengiringi sholat fardhu (sebelum atau sesudahnya). Jika dikerjakan sebelumnya dinamakan Sholat Qobliyah, sedang jika dikerjakan sesudahnya maka dinamakan Sholat Ba'diyyah. Dalam hukum kesunahannya Sholat Rowatib terbagi menjadi dua macam, yaitu Sunah Muakkad (sangat disunahkan) karena selalu dikerjakan Beliau Nabi dan yang kedua Ghoiru Muakkad(sunah yang tidak kuat).
Sholat Rowatib yang berjumlah 4 raka'at (Qobliyah Dzuhur, Ba'diyah Dzuhur dan Qobliyah Ashar) jika dikerjakan semua, boleh untuk dikerjakan dengan cara digabung yaitu dengan dikerjakan 4 raka'at sekaligus dengan 1 kali takbirotul ihrom dan 1 kali salam, baik dengan 1 kali tasyahud ataupun 2 kali tasyahud. Namun yang lebih afdlol dikerjakan dengan cara dipisah (2 raka'at, 2 raka'at) yaitu dengan 2 kali takbirotul ihrom dan 2 kali salam.[2]

  • Bacaan Khusus[3]
Dalam Sholat Qobliyah Shubuh dan Ba'diyah Maghrib setelah membaca surat Al-Fatihah terdapat surat-surat dan ayat-ayat khusus yang sunah untuk dibaca , yaitu :

- Sholat Qobliyah Shubuh :
  1. Roka'at pertama membaca Surat al-Baqoroh ayat 136 :
  1. Roka'at kedua membaca Surat Ali Imron ayat 64:
Atau membaca :
  • Roka'at pertama:Surat Asy-Syarh  (أَلَمْ نشْرَحْ)
  • Raka'at kedua   :Surat Al-Fiil (  أَلَمْ تَرَ)
Atau membaca :
  • Roka'at pertama: Surat Al-Kafirun
  • Raka'at kedua : Surat Al-Ikhlash
Dan yang lebih utama membaca seluruh surat dan ayat di atas dengan urutan :
  • Roka'at pertama
Surat Al-Baqoroh ayat 136, Surat Asy-Syarh dan Surat Al-Kafirun
  • Raka'at kedua
Surat Ali Imron ayat 64, Surat Al-Fiil dan Surat Al-Ikhlash

- Sholat Ba'diyah Maghrib
  • Roka'at pertama :Surat Al-Kafirun
  • Raka'at kedua :Surat Al-Ikhlash
  • Contoh Niat Sholat Rowatib
    • Qobliyah Shubuh      
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Qobliyah Subuh 2 roka'at karena Allah Ta'ala"
  • Qobliyah Dzuhur      
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Qobliyah Dzuhur 2 roka'at karena Allah Ta'ala" 
atau 
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Qobliyah Dzuhur 4 roka'at karena Allah Ta'ala"
  • Ba'diyah Dzuhur         
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Ba'diyah Dzuhur 2 roka'at karena Allah Ta'ala"
atau 
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Ba'diyah Dzuhur 4 roka'at karena Allah Ta'ala"
  • Qobliyah Ashar         
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعَصْرِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Qobliyah 'Ashar  4 roka'at karena Allah Ta'ala"
  • Qobliyah Maghrib    
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Qobliyah Maghrib 2 roka'at karena Allah Ta'ala" 
  • Ba'diyah Maghrib      
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْمَغْرِبِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Ba'diyah Maghrib 2 roka'at karena Allah Ta'ala" 
  • Qobliyah Isya'                       
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Qobliyah 'Isya'  2 roka'at karena Allah Ta'ala" 
  • Ba'diyah isya'             
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً لِلهِ تَعَالَى
"Saya niat Sholat Sunah Ba'diyah 'Isya'  2 roka'at karena Allah Ta'ala"

II. SHOLAT DLUHA
Sholat Dluha adalah sholat yang dilakukan pada waktu matahari sedang naik. Waktunya dimulai ketika matahari telah naik kira-kira satu tombak (7 hasta) dan berakhir ketika masuknya waktu istiwa', yakni ketika matahari tepat ditengah. Yang lebih utama, sholat ini dilakukan pada waktu setelah lewat seperempat siang.
Hadits yang menerangkan tentang kesunahan Sholat Dluha  banyak sekali diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يُصَلِّيهِمَا مِنَ الضُّحَى
"Di waktu pagi,  seluruh persendian dari salah satu dari kalian semua bisa menjadi shodaqoh, dan mengerjakan sholat dua raka'at dari Dluha mencukupi dari shodaqoh tersebut." 
Sholat Dhuha dikerjakan paling sedikit dua rokaat, dan menurut Imam An-Nawawi serta mayoritas Ulama' Sholat Dluha dikerjakan paling banyak delapan rokaat.
Dalam Sholat Dluha, pada 2 raka'at pertama, setelah membaca Surat Al-Fatihah disunahkan untuk membaca :[4]
  • Raka'at pertama         
Membaca Surat Asy-Syams
  • Raka'at kedua
Membaca Surat Adl-Dluha
Dan jika mengerjakan Sholat Dluha lebih dari 2 raka'at, maka  pada masing-masing 2 raka'at setelah 2 raka'at yang pertama setelah Al-Fatihah membaca :
  • Raka'at pertama :Surat Al-Kafirun
  • Raka'at kedua : Surat Al-Ikhlas
  • Niat Sholat Dhuha
أُصَلِّى سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
"Aku berniat melakukan Sholat Dluha dua roka'at karena Allah Ta'ala"
  • Do’a setelah Sholat Dhuha [5]
Setelah selesai Sholat Dluha membaca do'a :
اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ , وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ , وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ , وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ , وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ , وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ  اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ , وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ , وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ , وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ , وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
"Ya Allah, sesungguhnya waktu Dluha adalah waktu Dluha-Mu, dan keelokan adalah keelokan-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan kesucian dari dosa adalah kesucian-Mu, Ya Allah jika adanya rizqiku di langit maka turunkanlah rizqiku, dan jika adanya rizqiku di dalam bumi maka keluarkanlah rizqiku, dan jika adanya rizqiku sulit maka mudahkanlah rizqiku, dan jika adanya rizqiku haram maka halalkanlah rizqiku, dan jika adanya rizqiku jauh maka dekatkanlah rizqiku, dengan haq waktu Dluha-Mu dan keindahan-Mu dan kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu datangkanlah kepadaku apa yang telah Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang Sholeh."

III. SHOLAT ISYROQ *) 
Adalah termasuk sholat sunnah yang tidak disunahkan untuk berjamaah, waktu pelaksanaanya  ketika matahari pada posisi ketinggian  3,5 dziro' (168 cm menurut mayoritas ulama').[6]  
  • Tata cara [7]
  1. Sholat ini dilaksanakan sebanyak 2 roka'at dengan niat melakukan Sholat Isyroq.**)
أُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلِإشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ  تَعَالَى . الله أكْبَرُ
"Aku berniat melakukan Sholat Sunah Isyroq 2 roka'at karena Allah Ta'ala".
  1. Raka'at pertama setelah Al-Fatihah mambaca surat Adl-Dluha dan raka'at kedua setelah Al-Fatihah mambaca surat Asy-Syarh [8]
  2. Setelah selesai sholat membaca do'a :
اَللَّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسِ مَا سِوَاهَا أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ اللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ
"Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah  bukit Thur dan Kitab yang ditulis  pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah  Baitul Ma'mur, aku meminta kepadaMu  agar Engkau memberiku cahaya, yang dengannya aku dapat mencari petunjukMu, dan dengannya aku menunjukkan tentangMu. Dan yang terus-menerus mengiringiku dalam kehidupanku dan setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Dan aku meminta padaMu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan kemulyaan yang wujud pada selain matahari, agar Engkau menjadikan matahari ma'rifat padaMu (yang ada padaku) bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemaha-esaan dikala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Dan berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan Rasul. Dan segala Puji hanya milik Allah tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua Orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal".

IV. SHOLAT TAHAJUD 
Sholat Tahajud termasuk sholat yang sangat disunahkan (muakkad) untuk dilakukan karena selalu dikerjakan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Dalil kesunahan melakukan sholat tahajud juga terdapat pada Surat al-Israa' ayat 79 yang berbunyi:
"Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji" (QS al-Israa':79) 
Dalam prakteknya, Sholat Tahajud disyaratkan dilakukan setelah mengerjakan Sholat Isya', meskipun dijama' taqdim dengan Sholat Maghrib. Selain itu, dalam melakukan Sholat Tahajud disyaratkan setelah tidur walaupun sebentar. [9]
  • Kesunahan yang berhubungan dengan Sholat Tahajud:
  1. Bagi orang yang menghendaki untuk melakukan Sholat Tahajud, disunahkan untuk tidur pada siang hari ketika waktu qoilulah, yaitu waktu menjelang waktu Dzuhur.
  2. Ketika hendak tidur malam, disunahkan berniat bangun untuk melakukan Sholat Tahajud.
  3. Ketika telah bangun mengusap rasa kantuk dari wajahnya , menghadap ke langit dan membaca  Surat Ali Imron ayat 190 sampai akhir surat :
  1. Memulai Sholat Tahajud dengan dua roka'at yang cepat.
  2. Dalam melaksanakan Sholat Tahajud, memperlama dalam berdiri lebih utama daripada memperbanyak jumlah roka'at.
  • Niat Sholat Tahajud 
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
"Aku berniat melakukan Sholat Tahajud dua roka'at karena Allah Ta'ala".
  • Doa ketika hendak Sholat Tahajud
اَلَلَهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ , أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ , وَلَكَ اْلحَمْدُ, لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ , وَ لَكَ الْحَمْدُ, أَنْتَ نُوْرُالسَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ , وَ لَكَ الْحَمْدُ, أَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ , وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ, وَقَوْلُكَ حَقٌّ, وَالْجَنَّةُ حَقٌّ, وَالنَّارُ حَقٌّ, وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ, وَالسَّاعَةُ حَقٌّ . اَللَّهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَا صَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ أَنْتَ اْلمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ اِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ .
"Ya Allah pujian adalah milikMu, Engkau adalah Dzat yang mengatur langit, bumi dan penghuninya. Dan pujian adalah milikMu, kerajaan langit dan bumi beserta penghuninya adalah milikMu, dan pujian adalah milikMu, Engkau adalah Dzat yang menerangi langit,bumi dan penghuninya, dan pujian adalah milikMu , Engkau adalah Dzat Yang Nyata wujudnya dan JanjiMu(surga bagi orang taat) adalah benar dan bertemu denganMu(bangkit dari kubur) adalah benar dan firmanMu adalah benar dan surga adalah benar, dan neraka adalah benar, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar, Ya Allah hanya kepadaMu aku tunduk, dan hanya kepadaMu aku beriman dan hanya kepadaMu aku berserah diri dan hanya kepadaMu aku kembali (untuk beribadah dan mendekatkan diri kepadaMu),dan hanya dengan(hujah-hujah)Mu aku melawan musuh, dan hanya kepadaMu aku meminta hukum, maka ampunilah dosaku sebelum dan sesudah dan ampunilah dosa ku yang aku rahasiakan dan aku perlihatkan, Engkau adalah dzat yang mendahulukan(diriku bangkit dari kubur) dan yang mengakhirkan, tidak ada Tuhan selain Engkau dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali atas pertolonganMu".

V. SHOLAT WITIR 
Sholat Witir adalah sholat sunnah yang dilakukan dengan jumlah roka'at ganjil, yang waktunya dilakukan setelah Sholat Isya' hingga terbitnya Fajar Shodiq. Sholat ini sunah dikerjakan setelah melaksanakan sholat sunah malam (dijadikan sebagai penutup sholat malam).
Dan bagi orang yang terbiasa melakukan Sholat Tahajud, disunahkan untuk mengakhirkan Sholat Witir jika mempunyai keyakinan bisa bangun di akhir malam [10]. Adapun jumlah Sholat Witir paling sedikit adalah 1 rokaat, dan paling banyak adalah 11 rokaat.*)
Sedangkan batas minimal untuk mendapatkan kesempurnaan adalah dengan mengerjakannya 3 roka'at, kemudian semakin banyak raka'at yang dikerjakan, berarti semakin mendapatkan kesempurnaan seperti 5, 7, 9 sampai 11 roka'at. [11]
Sedangkan dalam pelaksanaanya dilakukan dengan melakukan salam pada setiap rokaat genap dan diakhiri dengan salam pada rokaat ganjil[12]
Sholat Witir merupakan sholat yang tidak disunahkan dilakukan secara berjama’ah kecuali pada waktu Bulan Ramadlan. Selain itu, ketika Bulan Ramadlan telah memasuki separuh bulan yang akhir,  dalam mengerjakan Sholat Witir disunahkan membaca Do'a Qunut ketika melakukan i’tidal pada roka'at yang terakhir sebagaimana Do'a Qunut dalam Sholat Shubuh.
  • Contoh-contoh niat Sholat Witir [13]
~ Roka'at genap :
  1. أُصَلِّى الرَّكْعَتَيْنِ مِنَ الْوِتْرِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى / (إِمَامًا / مَأْمُومًا للهِ تَعَالَى)
"Aku niat melakukan sholat 2 roka'at dari Sholat Sunah Witir karena Allah Ta'ala/(sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala)"
  1. أُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى / (إِمَامًا / مَأْمُومًا للهِ تَعَالَى).
"Aku niat melakukan Sholat Sunah Witir 2 roka'at karena Allah Ta'ala/(sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala)"

  1. أُصَلِّيْ مُقَدِّمَةَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى / (إِمَامًا / مَأْمُومًا للهِ تَعَالَى) .
"Aku niat melakukan Sholat pembuka Sholat Witir 2 roka'at karena Allah Ta'ala/(sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala)"
  1. أُصَلِّى صَلَاةَ اللَّيْلِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى / (إِمَامًا / مَأْمُومًا للهِ تَعَالَى).
"Aku niat melakukan Sholat Sunah malam 2 roka'at karena Allah Ta'ala/(sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala)"

~ Roka'at ganjil (terakhir) :
  1. أُصَلِّى رَكْعَةَ الْوِتْرِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى / (إِمَامًا / مَأْمُومًا للهِ تَعَالَى)
"Aku niat melakukan Sholat Sunah Witir 1 roka'at karena Allah Ta'ala/(sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala)"

  1. أُصَلِّى رَكْعَةً مِنَ الْوِتْرِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى / (إِمَامًا / مَأْمُومًا للهِ تَعَالَى)
"Aku niat melakukan 1 roka'at dari Sholat Sunah Witir  karena Allah Ta'ala/(sebagai imam/makmum karena Allah Ta'ala)"
Bagi orang yang melakukan Sholat Witir 3 roka'at, setelah al-Fatihah disunnahkan membaca surat-surat sebagai berikut :
* Rakaat pertama :
Surat الأعلى (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى)
* Rakaat kedua:
Surat  الْكَافِرُونَ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ)
* Rakaat ketiga:
1. Surat الإِخْلاَص (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) 
2. Surat  الْفَلَقِ (قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ) 
3. Surat النَّاسِ (قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ)
Sedangkan untuk Sholat Witir yang dikerjakan lebih dari 3 roka'at,  maka surat-surat di atas dibaca pada 3 rakaat yang terakhir.[14] *)
  • Wirid dan Do'a setelah Shalat Witir
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ……3 × اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَا فَتِكَ مِنْ عُقُوْ بَتِكَ وَبِكَ مِنْكَ لاَ اُحْصِى ثَناَءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا اَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ.
" Maha Suci Allah, Raja Yang Maha Suci….(3x) ,  Ya Allah, aku berlindung dengan keridlaan-Mu dari murka-Mu, dan dengan ampunanMu dari siksaMu, aku memohon perlindungan dengan rahmatMu dari siksaMu,  Aku tidak dapat menghitung pujian atas-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau pujikan kepada diri-Mu sendiri."

Atau bisa juga membaca bacaan seperti dalam redaksi Ihya' Ulum ad-Din [15]:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ رَبُّ الْمَلاَ ئِكَةِ وَالرُّوْحِ. جَلَّلْتَ السَّمَواَتِ والأَرْضَ بالْعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ وَتَعَزَّزْتَ باِلْقُدْرَةِ وَقَهَّرْتَ الْعِباَدَ باِلْمَوْتِ
"Maha Suci Allah , Tuhan Malaikat dan Ruh (Jibril). Engkau penuhi langit-langit dan bumi dengan keagungan dan kekuasaan-Mu. Engkau Maha Mulya dengan kekuasaanMu, dan Engkau tetapkan kematian atas hamba-hamba-Mu".

VI. SHOLAT AWABIN
Sholat Awabin adalah sholat sunnah yang dikerjakan di antara Sholat Maghrib dan Isya'. Sholat ini juga disebut dengan Sholat Ghoflah.  Dalil yang menjelaskan tentang Sholat Awabin diantaranya :

مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ سِتَّ رَكَعَاتٍ لَمْ يَتَكَلَّمْ بَيْنَهُنَّ بِسُوءٍ عَدَلْنَ لَهُ عِبَادَةَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً
"Barang siapa sholat setelah sholat maghrib 6 rakaat yang diantaranya dia tidak berkata dengan perkataan yang jelek maka 6 raka'at itu baginya telah menyamai ibadah 12 tahun".

مَنْ صَلَّى بَعْدَ الْمَغْرِبِ عِشْرِينَ رَكْعَةً بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
"Barang siapa mengerjakan sholat di antara Maghrib dan Isya' sebanyak 20 rakaat, maka Allah membangun baginya sebuah rumah dalam surga"[16].

  • Tata Cara [17] 
Waktu untuk mengerjakan Sholat Awabin adalah dimulai setelah mengerjakan Sholat Maghrib, sehingga jika Sholat Awabin dilakukan sebelum mengerjakan Sholat Maghrib maka tidak sah. Dan waktunya berakhir ketika waktu Sholat Maghrib telah habis.
Sholat Awwabin dikerjakan paling banyak 20 roka'at, dan juga diriwayatkan dikerjakan 6 roka'at, 4 roka'at dan yang paling sedikit 2 roka'at, dengan berniat melakukan Sholat Sunah Awabin atau Sholat Sunah Ghoflah.
  • Contoh Niat Sholat Awabin  [18]
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْغَفْلَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
"Aku niat melakukan Sholat Sunah Ghoflah 2 roka'at karena Allah Ta'ala"
أُصَلِّيْ سُنَّةَ صَلَاةِ الْأَوَّابِينَ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى
"Aku niat melakukan sholat sunah awabin 2 roka'at karena Allah Ta'ala" 

VI. SHOLAT TASBIH 
Sholat ini disebut Sholat Tasbih karena pada tiap rokaatnya dibacakan Tasbih sebanyak 75 kali, sehingga pada empat rokaat berjumlah 300 kali tasbih.
Sholat Tasbih adalah sholat yang ma'tsuroh dan tidak tertentu dengan adanya waktu dan sebab untuk melakukan-nya, dan disunahkan hendaknya dilakukan setiap hari apabila seseorang mampu melakukannya, dan apa bila tidak mampu maka satu minggu sekali dan kalau tidak mampu maka satu bulan sekali dan kalau tidak mampu maka satu tahun sekali dan apa bila tidak mampu maka seumur hidup sekali[19]
Dalam keterangan sebuah hadits dijelaskan:
يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ , أَلَا أَمْنَحُكَ , أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ , قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ , أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ وَسُورَةٍ فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَه إلَّا اللهُ وَاَللهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً , ثُمَّ تَرْكَعُ وَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا وَتَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا , ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا كُلَّ يَوْمٍ فَافْعَلْ , فَإِنْ لَمْ تَفْعَل فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً , فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً , فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً , فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ عُمُرِكَ مَرَّةً
"Wahai Abas, Wahai Paman, tidakkah  engkau kuberi (pemberian yang tinggi), tidakkah engkau kuberi(pemberian yang agung), tidakkah engkau kuberi, tidakkah aku ajari engkau 10 pekerti, apabila engkau melakukannya, maka Allah akan mengampuni dosamu, permulaan dosa dan akhir dosa, dosa yang lampau dan dosa yang baru, dosa karena kekeliruan dan dosa karena kesengajaan, dosa kecil dan dosa besar, dosa secara sembunyi dan dosa secara terang-terangan, yaitu engkau lakukan sholat 4 roka'at dimana dalam setiap roka'at engkau baca Fatihatulkitab(al-Fatihah) dan surat, lalu ketika engkau telah selesai dari membaca dalam roka'at awal dan engkau sedang dalam keadaan berdiri, maka engkau ucapkan kalimat
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إلَه إلَّا اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ 15 kali, kemudian engkau lakukan ruku' dan engkau ucapkan kalimat    سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إلَه إلَّا اللهُ و اللهُ أَكْبَرُ sebanyak 10 kali dalam keadaan sedang melakukan ruku', dan engkau angkat kepalamu dari ruku' lalu engkau ucapkan kalimat itu 10 kali, kemudian engkau turun bersujud lalu engkau ucapkan kalimat itu sebanyak 10 kali dalam keadaan orang yang sedang bersujud, kemudian engkau angkat kepalamu dari sujud lalu engkau ucapkan kalimat itu 10 kali, kemudian engkau sujud lalu engkau ucapkan kalimat itu 10 kali, kemudian engkau angkat kepalamu lalu engkau ucapkankalimat itu 10 kali, maka jumlah bacaan-bacaan tasbihmu ada 75 dalam setiap roka'at, engkau melakukannya dalam 4 roka'at, jika engkau mampu untuk melakukan sholat ini setiap hari maka lakukanlah, kalau tidak mampu melakukan maka dalam setiap jum'at sekali, kalau tidak mampu melakukan maka dalam setiap bulan sekali, kalau tidak mampu melakukan maka dalam setiap tahun sekali, kalau tidak mampu melakukan maka dalam seluruh umurmu sekali."

  • Tata cara
Sholat Tasbih jumlahnya empat roka'at. Apabila dilakukan pada malam hari, maka yang lebih utama dikerjakan dengan dua kali salam (masing-masing dua rokaat), dan apabila dilakukan pada siang hari, maka lebih utama untuk dikerjakan dengan satu kali salam.[20]
Sedangkan urutan pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
  1. Takbirotul ihrom dengan berniat sholat tasbih
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ للهِ تَعَالَى
"Aku berniat melakukan Sholat Sunnah  Tasbih dua roka'at karena Allah Ta'ala"
atau
أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ للهِ تَعَالَى
"Aku berniat melakukan Sholat Sunnah Tasbih empat roka'at karena Allah Ta'ala"
  1. Membaca Doa Iftitah
  2. Membaca Surat Al-Fatihah
  3. Membaca surat, dan yang biasa terlaku ialah [21]*):
~ Roka'at pertama : Surat Al-Hakumuttakatsur
~ Roka'at kedua : Surat Al-'Ashr      
~ Roka'at ketiga : Surat Al-Kafirun
~ Roka'at keempat : Surat Al-Ikhlash
  1. Melakukan runtutan sholat seperti sholat yang lainnya. Namun dalam setiap rokaat membaca tasbih (سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ)[22] sebanyak 75 kali, yaitu: sebanyak 15 kali ketika setelah membaca surat-surat, 10 kali setelah membaca doa ruku', 10 kali setelah membaca doa I'tidal, 10 kali setelah membaca doa pada masing-masing sujud, 10 kali setelah membaca doa duduk di antara dua sujud, dan 10 kali ketika duduk setelah sujud yang kedua, baik duduk untuk tasyahud ataupun duduk untuk istirahat [23].
  2. Pada waktu tasyahud, tasbih dibaca sebelum membaca do'a tasyahud.
  3. Salam
 Catatan:
Dalam banyak hadits dijelaskan, sholat tasbih memiliki berbagai macam faedah, diantaranya adalah diampuni dosa-dosanya baik dosa yang telah terdahulu maupun yang akan datang yang disengaja ataupun tidak walaupun dosa itu sebanyak buih di lautan.[24] 
  • Do'a Sholat Tasbih
Dibaca Setelah Membaca Doa Tasyahud , Sebelum Salam
اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَ أَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَكَ اللَّهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِزُنِي عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى أُخْلِصَ لَكَ النَّصِيحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا حُسْنَ ظَنٍّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النَّارِ
" Ya Allah aku meminta padaMu pertolongan (melakukan kebaikan) sebagaimana yang Engkau berikan kepada orang-orang yang mendapatkan petunjuk, amal-amal yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai keyakinan tinggi, nasihat-nasihat orang yang ahli bertaubat, kemauan kuat yang dimiliki orang-orang yang ahli bersabar, kesungguhan orang-orang yang selalu takut (padaMu), permintaan orang-orang yang selalu cinta (padaMu), beribadahnya orang-orang yang ahli menjaga diri dari perkara subhat, pengetahuan orang-orang yang ahli dalam ilmu (agama) sehingga akupun dapat takut kepada Mu. Ya Allah sesungguhnya aku meminta padaMu rasa takut yang menjagaku dari melakukan kemaksiatan padaMu, sehingga dengan taat padaMu akupun bisa melakukan amal, yang dengannya bisa kuraih ridloMu dan dengan taubat aku dapat mengambil rasa takut kepada Engkau, dan kumurnikan padaMu nasehat  karena malu pada Engkau. Dan aku pasrahkan segala urusan padaMu karena wujudnya prasangka baik kepadaMu. Maha Suci Allah Sang Pencipta Neraka".

Referensi:
[1] Syaikh Zakariya Al-Anshori, Hasyiyah Al-Jamal juz 1 hal.479-481, Dar Al-Fikr
[2] Sayid Abu Bakar, I'anah Al-Tholibin juz1 hal.245-246, Dar Al-Fikr
[3] Ibid
[4] Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfah Al-Muhtaj Juz II  hal.232
Namun menurut Imam Ar-Romli surat yang dibaca setelah Al-Fatihah pada raka'at pertama adalah Surat Al-Kafirun dan raka'at kedua Surat Al-Ikhlas , dan kedua surat tersebut juga dibaca pada masing-masing 2 raka'at selain 2 raka'at pertama.
Dan yang lebih utama adalah menggabungkan kedua pendapat  tersebut yaitu dengan cara pada raka'at pertama membaca Surat Asy-Syams dan Al-Kafirun, pada raka'at kedua membaca Surat Adl-Dluha dan Al-Ikhlas. Kemudian pada masing-masing 2 raka'at setelahnya membaca Surat Al-kafirun pada raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at kedua. (I'anah Al-Tholibin Juz I hal.255)
[5] Sayid Abu Bakar, I'anah Al-Tholibin juz1 hal.255, Dar Al-Fikr
Dan bisa ditambah dengan do'a :
اللَّهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكَ أُقَاتِلُ
"Ya Allah hanya dengan kekuatanMu aku mengerjakan urusanku, dan hanya dengan kekuatanMu aku menolak penganiayaan, dan hanya dengan kekuatanMu aku berperang"
Dan setelah itu membaca :
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
 (100X / 40X)
Ya Tuhanku, ampunilah aku, dan berilah rahmat kepadaku, dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau adalah dzat yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang"
*)Keberadaan Sholat Isyroq diperselisihkan di kalangan ulama', satu pendapat menyatakan bahwa sholat isyroq adalah sholat dluha, sedangkan pendapat lain menyatakan bahwa sholat isyroq bukan sholat dluha sebagaimana pendapat Imam al-Ghozali (Qulyubi Wa 'Umairoh Juz I hal 214, Dar al-Fikr)
[6]   Sayid Abi Bakr , Kifayah Al-Atqiya' hal.48,Maktabah  Dar Al-Ihya' Al-Kutub Al-Arobiyah

[7]ٍ Syaikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi Al-Bantani , Nihayah Al-Zain hal. 93 Dar Al-Fikr
**) Atau lebih dari 2 raka'at dengan dilakukan dengan satu kali salam, jika dilakukan dengan 2 salaman atau lebih maka selain 2 roka'at yang pertama dihukumi tidak sah seperti dalam sholat tahiyatul masjid (Hasyiyah al-Jamal Juz I hal.485, Dar al-Fikr)
[8] Ibid , Menurut  versi lain pada rokaat pertama setelah Al-Fatihah mambaca surat An-Nur ayat 35
sedangkan pada raka'at kedua setelah Al-Fatihah membaca surat An-nur ayat 36
[9]  Syamsuddin Muhammad bin Abi Al-Abas Ahmad bin Hamzah , Nihayah Al-Muhtaj dan Hasyiyah Syaikh Ali bin Ali Syibromalisi Juz II hal. 131, Dar Al-Fikr 
[10] Syaikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi al-Bantani , Nihayah az-Zain Hal. 92 Dar al-Fikr
*) Namun, ketika hanya dilakukan 1 roka'at hukumnya khilaful aula (lebih baik tidak dilaksanakan) dan bahkan hukumnya makruh jika selalu dilakukan hanya 1 roka'at, kendati demikian tetap mendapatkan pahala sebagai wujud melakukan sholat yang disunnahkan
[11]  Syaikh al-Khotib asy-Syarbini, Mughni al-Muhtaj juz 1 hal.221 Dar al-Fikr
[12]  Tuhfah Muhtaj, Juz II Hal 225
[13]  Syaikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi al-Bantani , Nihayah az-Zain hal. 92 Dar al-Fikr
[14]  Syaikh Syamsuddin Muhammad ibnu Abi al-Abbas Ahmad ibnu Hamzah, Nihayat al-Muhtaj juz 2 hal. 113,   Dar  al-Fikr.
*) Dalam Nihayat az-Zain Syeikh Nawawi menjelaskan bahwa ketika seseorang mengerjakan salat Witir hanya 1 rakaat maka yang dibaca setelah al-Fatihah adalah surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas. Sedangkan jika mengerjakan lebih dari 3 rakaat maka pada setiap 2 rakaat sebelum 3 rakaat yang akhir setelah al-Fatihah membaca surat  القدر (إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ) pada rakaat pertama dan surat  الْكَافِرُونَ (قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ) pada rakat yang kedua. Sedangkan 3 rakaat yang terakhir surat yang dibaca sebagaimana ketika mengerjakan sholat Witir yang hanya 3 rakaat
[15]  Abu Hamid bin Muhammad al-Ghozali, Ihya 'Ulum ad-Din, juz 1 hlm. 343, Dar al-Fikr
[16] Sayid Abu Bakar, I'anah Al-Tholibin juz1 hal.258, Dar Al-Fikr
[17]  Syaikh Sulaiman ,Hasyiyah Al-Bujairomi Ala Al-Khotib juz 1 hal. 377, Dar Al-Fikr
[18]  Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Fatawi Al-Fiqhiyah Al-Kubro juz 1 hal.145, Dar Al-Fikr
[19]  Sayyid Abi Bakar, I'anah At-Tholibin juz 1 hal 259, Thoha Putera
[20]  ibid
[21]  dinukil dari Al-Imam Asy-Syaikh Jalal al-Dien 'Abdurrahman As-Suyuthi, dalam kitab hasyiyah I'anatu At-Tholibin oleh Syaikh   Abi Bakr Syatho
*)      Dari keterangan yang lain surat-surat yang disunahkan dibaca bisa dari surat-surat panjang ataupun surat-surat pendek, dan yang lebih utama adalah :
surat-surat panjang : Surat الحديد atau الحشر , الصف , الجمعة , التغابن
surat-surat pendek  : Surat الاخلاص, ألهاكم , العاديات , الزلزلة  (Hawasy al-Madaniyah juz1 hal 330)
[22]  Bisa ditambahkan kalimat  ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم sebagaimana Imam Al-Ghozali (Hawasy al-Madaniyah juz 1 hal 330, al-Haromain)   

[23]  Duduk istirahat adalah duduk setelah sujud kedua yang tidak terdapat tasyahud. Dan setelah bacaan tasbih pada duduk   istirahat tidak disunahkan membaca takbir ketika hendak berdiri melainkan takbir tersebut dibaca ketika bangun dari sujud. (Lihat al-Baijuri juz 1 hal 172 dan I'anah At-Tholibin juz 1 hal 260 Dar-al-Fikr)
[24]  al- 'Allamah al-syaikh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdiy, Hawasy al-Madaniyah juz 1 hal 330, al-Haromain


Share this article :

1 komentar:

  1. Saya sudah lama ingin menulis sesuatu seperti ini di situs web pakar seo saya sendiri dan sekarang anda telah memberikan saya ide untuk menulis, terima kasih

    BalasHapus

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template