Home » , » CITRA ISLAM DIBENTUK OLEH PERILAKU SI MUSLIM

CITRA ISLAM DIBENTUK OLEH PERILAKU SI MUSLIM

Written By Unknown on Senin, 28 April 2014 | 03.24





Ada kejadian nyata di Australia dua orang muslim hidup di dua tempat berbeda yang kebetulan mayoritas non-muslim. Salah satu dari mereka bersikap buruk, sering merugikan tetangganya, mengganggu dan perilaku tak terpuji lainnya. Sedangkan muslim satu lagi selalu bersikap santun, ramah dan bergaul dengan baik di masyarakatnya.

Suatu ketika, ada pemberitaan di media tentang sosok teroris yang kebetulan beragama Islam. Maka, si tetangga yang memiliki tetangga muslim berperangai buruk akan sesumbar dengan begitu bersemangat: “Betul! Orang-orang Islam memang berbahaya! Mereka semua busuk! Kalian jauhilah orang-orang Islam!”

Sebaliknya, tetangga si muslim yang satunya lagi akan menolak berita itu: “Tidak! Muslim tidak seperti itu! Mereka orang-orang yang baik! Pasti ada yang salah dengan pemberitaan ini!” Bahkan orang tersebut akan sungguh-sungguh membela tetangga muslimnya dari cercaan orang-orang.

Jadi, bagaimana citra agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. hari ini adalah tergantung bagaimana engkau bersikap wahai kaum muslimin. (Cuplikan taushiyah al-Habib Umar bin Hafidz dalam kunjungannya ke Univ. Paramadina Jakarta dan dalam rihlahnya ke Granada Spanyol. Videonya silakan lihat di: http://www.youtube.com/watch?v=SHvkilXV1_E).

Ingatlah hadits riwayat Ibnu Hibban tentang seorang sahabat bernama Fudaik. Ia adalah seorang muslim yang hidup di tengah-tengah non-muslim. Ia memutuskan untuk hijrah, pindah dari negerinya menuju Madinah, hidup bersama Rasulullah Saw.

Namun, ketika ia berpamitan kepada masyarakat dimana ia tinggal, orang-orang membujuknya untuk mengurungkan niat: “Anda orang baik. Kami semua menghormati Anda karena Anda sangat peduli kepada kami. Kami berharap Anda tidak pergi, tetaplah di sini. Kami akan sangat bahagia jika Anda tetap menjadi bagian dari kami.”

Maka Fudaik tetap pergi ke Madinah, namun ia berkonsultasi kepada Rasulullah Saw. atas bujukan masyarakatnya. Apa jawab Rasulullah Saw.? Beliau Saw. bersabda: “Laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, tinggalkan segala keburukan, dan tinggallah di antara orang-orangmu di manapun kau mau. Jika kau melakukannya, kau adalah seorang ‘muhajir’.”

Maka jadilah warga yang baik, atau di manapun kau berada. Selama kau tidak dilarang untuk melaksanakan ajaran agamamu, tinggallah bersama masyarakatmu dengan baik. Namun satu catatan; kita harus semampu mungkin melaksanakan ajaran agama dengan total, sebagaimana disyaratkan Rasulullah terhadap Fudaik. Terutama menjauhi segala keburukan dan kejahatan, sehingga seorang muslim bisa menjadi teladan di tengah masyarakatnya. (Cuplikan taushiyah Syaikh Abdullah bin Bayyah di Kensington Hall London. Videonya silakan lihat di sini: http://www.youtube.com/watch?v=DKcDDukGIEY). (Kontributor: Ustadz Zia Ul Haq).

Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 28 April 2014
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template