Home » , » KISAH NABI NUH, BADI'UL 'ALAM FI DZIKRI QISHSHATI NUH 'ALAIHISSALAM

KISAH NABI NUH, BADI'UL 'ALAM FI DZIKRI QISHSHATI NUH 'ALAIHISSALAM

Written By Unknown on Rabu, 19 Februari 2014 | 09.53



بديع العالم
في ذكر قصة نوح عليه السلام















 نقلته من بدائع الزهور في وقائع الدهور
للامام جلال الدين عبد الرحمن بن أبي بكر السيوطي

المترجم شعراني السمفوري

BADI’UL ‘ALAM
FI DZIKRI QISHSHATI NUH ‘ALAIHISSALAM

Disadur dari Kitab “Bada-i’ az-Zuhur fi Waqa-i’ ad-Duhur
Karya Al-Imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abubakar As-Suyuthiy
Alih Bahasa: Sya’roni As-Samfuriy

Daftar Isi:

1.     Kata Pengantar
2.     Nama Asli Nabi Nuh As.
3.     Awal Mula Diutusnya Nuh As. Sebagai Rasul Allah
4.     Permulaan Dakwah Nabi Nuh As. dan Gelar “Ulul ‘Azmi” yang Pertama
5.     Istri-Anak Nabi Nuh As. dan Kerasnya Dakwah yang Dihadapinya
6.     Dakwah Nabi Nuh As. dari Masa ke Masa
7.     Detik-detik Menjelang Banjir Bandang Pada Masa Nabi Nuh As.
8.     Sosok Pembawa Kayu-kayu Perahu Nabi Nuh As.
9.     Peristiwa Pengangkatan Kayu-kayu Perahu Nabi Nuh As. dari Kufah ke Baghdad
10.            Proses Pembuatan Perahu Nabi Nuh As. dan Penyempurnanya adalah Nama 4 Khalifah Islam
11.            Persiapan Pemberangkatan Perahu Nabi Nuh As.
12.            Undang-undang Bagi Para Penumpang Perahu Nabi Nuh As.
13.            Ramalan Akan Datangnya Banjir Bandang Nabi Nuh As.
14.            Misteri Bangunan Kuno dalam Sumur
15.            Bangunan Kuno Raja Suraid
16.            Ketika Banjir Bandang Datang Menyapa
17.            Banjir Bandang Nabi Nuh As. Meratai ke Seluruh Penjuru Bumi
18.            Gambaran Dahsyatnya Kepayahan Manusia Saat Menghadapi Banjir Bandang
19.            Lamanya Banjir Bandang Pada Masa Nabi Nuh As.
20.            Pendaratan Perahu Nabi Nuh As.
21.            Celak “Itsmid” Saat Nabi Nuh As. Keluar dari Perahu
22.            Kehidupan Baru Usai Banjir Bandang
23.            Perubahan Keadaan Bumi Pasca Banjir Bandang
24.  Nabi Nuh As. Mengawali Hidup Baru dengan Menanam Pepohonan
25.  Penutup
1.    Kata Pengantar

Bismillah walhamdulillah washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah wa’ala aalihi washahbihi waman walah. La haula wala quwwata illa billah. Kami namakan terjemahan ini dengan judul “Badi’ul ‘Alam fi Qishshati Nuh ‘Alaihissalam” (Alam Baru, Kisah Kehidupan Nabi Nuh As.). Yang mana kami nukil dari kitab Bada-i’ az-Zuhur fi Waqa-i’ ad-Duhur karya seorang ulama besar madzhab Syafi’i, al-Imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abubakar as-Suyuthiy, atau yang biasa kita kenal dengan Imam Suyuthi.

Sejarah dalam agama Islam merupakan perkara yang penting. Dimana hal tersebut bisa dibuktikan melalu al-Quran sebagai kitab suci agama Islam. Isi kandungan dalam al-Quran sebagian besarnya adalah memuat sejarah, baik sejarah para nabi dan rasul terdahulu serta kaumnya maupun sejarah para orang shaleh. Meskipun begitu bukan berarti al-Quran adalah kitab sejarah.

Bukan hanya menceritakan sejarah para nabi dan rasul, Allah Swt. juga mengamanati kepada generasi selanjutnya untuk memperhatikan pelestarian dan penjagaan peninggalan-peninggalan dari sejarah itu.

Dalam surat al-Isra’ ayat pertama, kenapa Allah Swt. tatkala mengisra’kan hamba terkasihNya -Sayyidina Muhammad Saw.- harus melewati Masjid al-Haram dan Masjid al-Aqsha? Hal itu tiada lain karena di balik dua tempat itu terkandung sejarah dan peninggalan sejarah mayoritas para nabi dan rasul terdahulu. Allah hendak melestarikan dan menjaga kedua tempat suci tersebut, yang selanjutnya adalah tugas kita bersama.

Umat-umat agama lain dengan bangga menyebutkan peninggalan-peninggalan nenek moyang mereka sebagai bukti keakuratan sejarah mereka. Kita sebagai umat Islam seharusnya lebih bangga melakukannya. Karena pastinya kita telah meyakini bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama yang diridhai Allah Swt. Namun, ketika kita berbangga diri dengan agama Islam kemudian ada orang yang menanyakan bukti-bukti peninggalan sejarah agama kita, apa yang hendak kita jawab jikalau terhadap peninggalan-peninggalan sejarah itu saja tidak tahu? Atau bahkan ketika peninggalan-peninggalan sejarah agama kita telah dihancurkan, bisa-bisa generasi yang akan datang akan menganggap al-Quran hanya sebagai “buku dongeng” belaka. Lalu salah siapakah kalau nantinya benar-benar terjadi pada generasi penerus kita?

Alhasil, semoga dengan disusunnya kitab-kitab sirah/sejarah oleh para ulama kita terdahulu, dapat menjadikan pelecut bagi kita. Pelecut semangat yang semakin menghausi diri kita untuk lebih giat lagi menggali sejarah-sejarah yang masih bertumpuk di rak-rak perpustakaan, dalam lembaran-lembaran kitab para ulama terdahulu. Ketika kita menyebut sejarah kaum shalihin saja Allah hujankan rahmat, apatah lagi jika menyebut-nyebut sejarah para nabi dan rasul.

Sebagai insan pemilik gudang dosa, al-faqir memohon dengan sangat agar semua tulisanku jangan di-Aamiin-kan sepenuhnya karena tentu yang salah lebih banyak dari yang benar. Koreksi dan kritikan yang membangun sangat kami idam-idamkan. Jazakumullah ahsanal jaza’.
2.    Nama Asli Nabi Nuh As.

وهو نوح بن لامك بن متوشلخ بن ادريس عليه السلام . قال الكسائي كان اسمه عبد الغفار أو يشكر وسبب تسميته نوحا ما قيل أنه رأي كلبا له أربعة أعين فقال نوح ان هذا الكلب شنيع فقال له الكلب يا عبد الغفار أتعيب النقش أمن النقاش فان كان العيب على النقش فان الأمر لو كان الىّ لما أخترت أن أكون كلبا وان كان العيب من النقاش فهو لا يلحقه عيب لانه يفعل ما يشاء فكان كلما ذكر ذلك ينوح ويبكي على خطيئته وذنبه فلكثره نوحه سمي نوحا

Dia adalah Nuh bin Lamak bin Matusyalkha bin Idris As. Imam al-Kisai berkata: “Nama sebenarnya Nabi Nuh adalah Abdul Ghaffar atau Yasykur.”

Dinamakan Nuh, menurut suatu pendapat, adalah karena ia melihat anjing yang mempunyai 4 mata. Lalu Nabi Nuh mengatakan: “Anjing ini sangat buruk-menjijikkan.”

Ternyata anjing itu berkata pada Nabi Nuh: “Wahai Abdul Ghaffar, engkau menghina ukiran ataukah Yang Mengukir? Jika hinaan itu kau utarakan pada ukiran, maka jelas (memang demikian adanya). Namun jika itu ditujukan padaku maka aku enggan memilih menjadi anjing. Dan jika hinaan tadi tertuju pada Sang Pengukir maka hinaan itu tidaklah layak, karena Ia Maha Berkehendak atas apa yang dikehendakiNya.”

Oleh karena kata-kata tadi maka Abdul Ghaffar pun terus menangis, menangisi kesalahan dan dosanya. Karena seringnya menangis maka dinamakanlah dia dengan sebutan “Nuh” (menangis). Hal ini sebagaimana yang diceritakan oleh Imam as-Saddi.

3.    Awal Mula Diutusnya Nuh As. Sebagai Rasul Allah

قال وهب بن منبه لما أتى على نوح من العمر أربعمائة وثمانون سنة أتاه جبرائل عليه السلام فقال له نوح من أنت أيها الرجل البهي فقال له جبرائيل أنا رسول رب العالمين جئتك بالرسالة من عنده وقد بعثك الله الى قومك وهو قوله تعالى(انا أرسلنا نوحا الى قومه أن أنذر قومك من قبل أن يأتيهم عذاب أليم) ثم أن جبرائيل ألبسه لباس المجاهدين وعممه بعمامة النصر وقلده بسيف العزم ثم قال له امض الى عدو الله درمشيل بن فوميل بن جيج بن قابيل بن آدم وكان درمشيل جبارا عنيدا وهو أول من اعتصر الخمر وشربها وهو اول من لعب بالقمار وأول من اتخذ الثياب المنسوجة بالذهب كان هو وقومه يعبدون الأصنام الخمسة وهي ودّ وسواع ويغوث ويعوق نسر وهي التى ذكرها الله في القرأن العظيم وكان حول هذه الأصنام ألف وسبعمائة صنم وكان لهم بيوت مبنية بالرخام الملون طول كل بيت ألف ذراع وعرضه كذلك وكان لهذه الأصنام كراسي من الذهب فيها انواع من الجواهر الفاخرة وكان لها خدام يخدمونها بالليل والنهار وكان لها عيد معلوم في السنة يجتمعون فيه فخرج اليهم نوح في ذلك اليوم وكانوا يوقدون النار حول تلك الأصنام ويقربون اليها القربان ثم يسجدون بين يديها تعظيما لها وكانوا يخرجون بأصناف الملاهي ويضربون بالصنوج ويرقصون عندها ويشربون الخمر ويزنون بالنساء جهارا من غير ستر ويركبونهن كالبهائم بين الناس

Wahb bin Munabbih berkata: “Ketika Nabi Nuh As. berusia 480 tahun datanglah Malaikat Jibril As. padanya. Nabi Nuh As. bertanya: “Siapakah engkau wahai lelaki tampan?”

Jibril As. menjawab: “Saya adalah utusan Tuhan semesta alam, datang padamu membawa risalah. Sungguh Allah telah mengutusmu untuk umatmu.”

Sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam QS. Nuh ayat 1:

إِنَّآ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ أَنْ أَنذِرْ قَوْمَكَ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya adzab yang pedih.”

Lalu Jibril As. memakaikan baju mujahidin dan melilitkan sorban kemenangan serta memberinya ikat pinggang “Saiful ‘Azmi” seraya berkata padanya: “Berilah peringatan pada musuh Allah yang bernama Darmasyil bin Fumail bin Jij bin Qabil bin Adam.”

Konon, Darmasyil adalah raja yang lalim. Dia adalah manusia pertama yang memeras arak dan meminumnya, manusia pertama yang bermain judi dan manusia pertama yang membuat baju dengan dihiasi emas. Dia dan kaumnya adalah penyembah 5 berhala; Wad, Siwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr, sebagaimana disebutkan juga nama-nama itu dalam al-Quran.

Berhala-berhala utama ini dikelilingi oleh 1700 berhala lainnya. Berhala itu juga dibuatkan rumah yang dibuat dari marmer berwarna-warni. Setiap satu rumah panjangnya mencapai 1000 dzira’, begitupula lebarnya.

Pada berhala-berhala itu juga terdapat kursi-kursi yang terbuat dari emas. Di dalamnya terdapat berbagai macam perhiasan yang megah. Dan juga ada seorang pelayan yang bertugas melayaninya siang dan malam.

Selain itu, juga diadakan hari raya untuk mereka yang diperingati setiap tahunnya. Keluarlah Nabi Nuh pada hari raya tersebut. Sedangkan mereka menyalakan api di sekitar para berhalanya, mempersembahkan kurban lalu mereka bersujud memuliakan berhala-berhala itu. Dibawakan pula berbagai alat musik, gong ditabuh dan menari-menari berpesta ria sambil meminum arak. Pesta sex pun dilakukan secara terang-terangan. Mereka memperlakukan wanita seperti hewan.

4.    Permulaan Dakwah Nabi Nuh As. dan Gelar “Ulul ‘Azmi” yang Pertama

فلما خرج اليهم نوح وقف على تل عال ورفع رأسه الى السماء وقال الهى أسألك أن تنصرني عليهم بنور محمد صلى الله عليه وسلم وكانوا ممن لا يحصون لكثرتهم. ثم ان نوحا وقف على ذلك التل ونادى بأعلى صوته يا أيها القوم انى قد جئتكم من عند رب العالمين أدعوكم لعبادته وأنهاكم عن عبادة الأصنام فلما صاح نوح هذه الصيحة بلغ صوته الى المشرق والمغرب وسقطت الأصنام عن كراسيها وفزع كل من حولها من الخدام وغشى على الملك درمشيل فلما أفاق من غشيته قال لمن حوله ما الذي سمعتموه من الصوت فقالوا هذا صوت رجل يقال له نوح وهو مجنون وفي عقله خلل فقال الملك أئتوني به فجاءت إليه أعوان الملك فأخذوه وأوقفوه بين يدي الملك فقال له الملك من أنت قال أنا نوح رسول رب العالمين قد جئتكم بالرسالة لتؤمنوا بالله وحده وتتركوا عبادة هذه الأصنام فقال له الملك ان كان بك جنون نداويك وان كنت فقيرا نواسيك وان كنت مدينا قضينا عند دينك فقال نوح ما بي جنون ولا أنا فقير ولا على ديون وأما أنا رسول رب العالمين
فكان نوح عليه السلام أول المرسلين وهو من أولى العزم وقد بعثه الله تعالى الى بنى قابيل لما تمادوا على عبادة الأصنام وأظهروا الشرك بالله فدعاهم الى توحيد الله وأن يقولوا لا اله الا الله وأن نوحا رسول الله فلما سمع الملك كلامه غضب عليه وقال لولا أنه يوم عيد لقتلته شر قتله

Tatkala Nabi Nuh As. mendatangi kaumnya, ia berdiri di atas jurang seraya menengadahkan kepalanya ke atas seraya berdoa dengan doa wasilah berikut ini:

الهى أسألك أن تنصرني عليهم بنور محمد صلى الله عليه وسلم

“Ya Allah, kumohon pertolongan padaMu dengan berkat Nur Muhammad Saw.”

Melihat jumlah kaum Nabi Nuh As. yang begitu banyaknya, berserulah beliau dengan sekuat tenaga dan berkata: “Wahai kaumku, kedatanganku ini adalah atas perintah dari Tuhan semesta alam. Saya mengajak kalian untuk menyembah hanya kepadaNya dan meninggalkan penyembahan terhadap berhala-berhala itu.”

Seruan Nabi Nuh ini begitu membahana dan menggelegar sehingga terdengarlah dari segala penjuru, dari ujung barat sampai ujung timur. Karena seruannya itu pula berjatuhanlah berhala-berhala itu dari kursinya. Terkagetlah semua pelayan kerajaan. Bahkan sang raja Darmasyil hingga dibuat pingsan oleh seruan itu. Setelah sang raja siuman, ia bertanya kepada orang-orang di sekelilingnya: “Suara apakah itu?”

Dijawab oleh salah satu dari mereka: “Itu adalah suara seorang lelaki yang bernama Nuh. Dia adalah orang gila yang akalnya sudah tidak normal lagi.”

Akhirnya sang raja memerintahkan para prajuritnya agar membawa Nabi Nuh ke hadapannya. Ketika Nabi Nuh As. sudah berada di hadapannya, sang raja pun bertanya: “Siapa kamu?”

Dijawab: “Saya adalah Nuh, utusan Tuhan semesta alam. Saya datang ke sini membawa risalah agar kalian semua beriman kepada Allah dan meninggalkan semua berhala itu.”

Lalu sang raja berkata: “Jika kamu gila, maka saya akan mengobatimu. Jika kamu fakir, maka saya akan mencukupkan harta untukmu. Dan jika kamu adalah orang yang terlilit hutang, maka saya akan melunasi semua hutangmu.”

Nabi Nuh As. menjawab: “Saya tidak gila, tidak juga fakir, tidak pula terlilit hutang. Saya adalah utusan Tuhan semesta alam.”

Nabi Nuh As. adalah rasul (utusan) Allah yang pertama masuk ke dalam golongan “Ulul ‘Azmi”. Allah mengutusnya kepada kaum Qabil, kaum yang sangat keterlaluan dalam menyembah berhala dan dengan sengaja memperlihatkan kesyirikannya kepada Allah. Karena itulah Nabi Nuh As. mengajak mereka untuk beriman dan mengEsakan Allah semata serta mengajak mereka untuk berikrar dengan kalimat:

لا اله الا الله وأن نوحا رسول الله

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Nuh adalah utusan Allah.”

Ketika sang raja mendengar ucapan itu, menjadi murkalah ia dan berkata: “Seandainya hari ini bukanlah hari raya pasti akan saya bunuh kamu secara mengenaskan.”

5.    Istri-Anak Nabi Nuh As. dan Kerasnya Dakwah yang Dihadapinya

ويروى أنه آمن بنوح في ذلك اليوم امرأة يقال لها عمرة فتزوجها فولدت منه ثلاثة أولاد ذكور وهم سام وحام ويافث وولدت له ثلاث بنات وهن حصوة وسارة وبحيورة ثم أمنت به أمرأة أخرى يقال لها ولعب بنت عجويل فتزوجها فولدت له ولدين وهما بالوس وكنعان ثم انها عادت الى دينها بعد اسلامها ثم آمن به من الرجال والنساء نحو سبعين انسانا فصار نوح يخرج الى القوم في كل يوم وينادي يا قوم اعبدوا الله ما لكم من اله غيره لا شريك له فيخرج اليه القوم من بيوتهم فيضربونه بالعصى والنعال فيغشى عليه ويغيب عن الدنيا فيجرونه من رجله ويلقونه على المزابل ولما يفيق يمسح الدماء عن وجهه ويصلى ركعتين ويقول اللهم اغفر لقومي فانهم لا يعلمون فأقام على ذلك نحوا من ثلاثمائة سنة

Diriwayatkan bahwa, saat itu hanya ada satu orang yang beriman kepada Nabi Nuh As. Dia adalah seorang wanita bernama Amrah. Lalu Nabi Nuh As. menikahinya dan dikarunia 6 orang anak, 3 putra dan 3 putri: Sam Ham, Yafus, Haswah, Sarah dan Bahyurah.

Setelah itu adapula seorang wanita yang beriman , yaitu Wal’ab binti ‘Ajuwel. Ia juga dinikahi oleh Nabi Nuh As. dan dikarunia 2 putra: Balus dan Kan’an. Namun kemudian wanita itu kembali lagi kepada agamanya yang semula setelah ia memeluk Islam.

Kemudian ada lagi beberapa orang yang beriman kepada Nabi Nuh As., sekitar berjumlah 70 orang pria dan wanita.

Setelah itu aktifitas keseharian Nabi Nuh As. adalah terus keluar untuk berdakwah dengan berseru: “Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Dan tiada pula sekutu bagiNya.”

Akhirnya keluarlah kaum Nabi Nuh dari rumah mereka masing-masing. Mereka menyambut seruan dakwah Nabi Nuh dengan lemparan batu dan sandal sehingga membuat Nabi Nuh As. pingsan. Mereka pun mengasingkan Nabi Nuh, menyeret dan melemparkannya ke dalam kotoran.

Setelah Nabi Nuh As. siuman, diusaplah wajahnya yang berlumur darah. Segeralah ia beranjak untuk melakukan shalat 2 rakaat dan berdoa:

اللهم اغفر لقومي فانهم لا يعلمون

“Ya Allah, ampunilah kaumku karena mereka belum mengetahuinya.”

Nabi Nuh melakukan dakwahnya hingga sekitar 300 tahun lamanya.

6.    Dakwah Nabi Nuh As. dari Masa ke Masa

ثم ان الملك درمشيل هلك وأقام بعده ابنه توبين فكان أطغى من ابيه فصار نوح يدعوه لما كان يدعو أباه من قبل اليه واستمر نوح يدعوا قومه الى أربعمائة سنة حتى دخل عليه القرن الخامس والقوم على حالهم وكانوا كلما سمعوا صوت نوح عليه السلام يضعون أصابعهم في آذانهم كما أخبر الله العظيم في القرآن الكريم وكان قومه يجمعون له الحجارة فوق الاسطحة فاذا مر عليهم يرمونه بها فيغشى عليه فيظنون أنه قد مات فكانت الطيور تروح عليه بأجنحتها اذا غشى عليه فيفيق فلا زال كذلك حتى مر عليه ستة قرون ودخل فى القرن السابع وهلك الملك توبين واستخلف من بعده ابنه طغردوس فكان أشد طغيانا من أبيه فصار كلما يدعوهم يرمونه بالحجارة كما تقدم
ثم أوحى الله تعالى الى نوح انه لم يبق في أصلاب الرجال ولا في بطون النساء مؤمن يجيب دعوتك وقد أعقمهم الله تعالى فعند ذلك دعا عليهم نوح بأن الله لا يبقى أحدا منهم كما أخبر الله تعالى عنه بقوله(رب لاتذر على الأرض من الكافرين ديارا انك أن تذرهم يضلوا عبادك ولا يلدوا الا فاجرا كفارا) فانفتحت أبواب السماء لدعوته وهاجت عندها الملائكة

Setelah kematian Raja Darmasyil, ia pun digantikan oleh anaknya yang bernama Tubin. Sifatnya lebih kejam dari ayahnya. Namun Nabi Nuh As. tak patah arang untuk terus mengajak sang raja dan kaumnya beriman kepada Allah sebagaimana dulu dilakukan juga pada ayah Raja Tubin. Dakwahnya ini berjalan hingga 400 tahun lamanya. Sampai masuk kurun berikutnya, kurun ke-5, tetap saja kaumnya masih dalam keadaan semula.

Setiap mendengar seruan Nabi Nuh mereka sengaja menutupkan telinganya dengan tangan. Sebagaimana difirmankan Allah Swt. dalam al-Quran, mereka mengumpulkan batu-batu di atas loteng. Disaat Nabi Nuh lewat maka mereka akan melemparinya dengan batu tersebut sampai Nabi Nuh jatuh pingsan. Dan mereka sangka Nabi Nuh telah mati. Saat pingsannya itu, burung-burung pun mengibaskan sayapnya sampai siuman. Keadaan dakwah yang seperti ini terus berlangsung hingga melewati kurun ke-6.

Memasuki kurun yang ke-7, Raja Tubin pun telah mati dan digantikan lagi oleh putranya yang bernama Togrodus. Ia adalah raja yang lebih lalim lagi dari ayahnya. Keadaan dakwah Nabi Nuh pun tak jauh berbeda dengan sebelumnya, selalu saja disambut dengan lemparan batu.

Kemudian Allah Swt. mewahyukan pada Nabi Nuh: “Sekarang tiada lagi satupun dari sulbi laki-laki dan dalam rahim wanita yang mau beriman mengikuti dakwahmu.”

Karena itulah kemudian Allah Swt. berkehendak untuk menenggelamkan mereka. Maka berdakwahlah Nabi Nuh As. pada kaumnya dengan membawa kabar bahwa Allah tidak akan menyisakan sedikitpun dari mereka sebagaimana tercantum dalam QS. Nuh ayat 26-27:

وَقَالَ نُوحٌ رَّبِّ لا تَذَرْ عَلَى الأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا إِنَّكَ إِن تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلا يَلِدُوا إِلاَّ فَاجِرًا كَفَّارًا

“Nabi Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun diantara orang-orang kafir itu tinggal di atas muka bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hambaMu dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.”

Maka terbukalah pintu langit atas doa Nabi Nuh As. dan bergemuruhlah para malaikat.

7.    Detik-detik Menjelang Banjir Bandang Pada Masa Nabi Nuh As.

قال فعند ذلك أوحى الله اليه أن اصنع الفلك الآية فقال نوح يا رب وما الفلك قال هو بيت من الخشب يجري على وجه الارض فأمره الله أن يغرس في الأرض خشب الساج وقيل هو الآبنوس وأمره أن يغرسه بأرض الكوفة فغرسه فاقام أربعين سنة حتى أدرك وأمر السماء أن تمنع القطر وأمر الأرض أن تمنع النبات ففى تلك المدة لم ينزل من السماء قطرة ولم يخرج من الأرض عشبة ولم تلد امرأة ولا بهيمة ولا وحش ولم يفرخ طير وذلك لاقامة الحجة على الناس قبل نزول العذاب فأمر الله نوحا عليه السلام أن يتوجه الى الكوفة وينقل خشب الساج فبقى نوح متحيرا كيف ينقل الخشب فأوحى الله إليه أن عوج بن عنق يحمل ذلك.

Setelah para malaikat bergerak maka Allah Swt. mewahyukan pada Nabi Nuh As. agar membuat perahu. Bertanyalah Nabi Nuh: “Ya Tuhan, apakah perahu itu?”

Allah Swt. berfirman: “Perahu adalah rumah kayu yang bisa berjalan di permukaan bumi.”

Lalu Allah Swt. memerintahkan Nabi Nuh agar menanam pohon jati di tanah Kufah, pendapat lain mengatakan pohon abnus. Dan kemudian Nabi Nuh pun menanamnya dan membiarkannya tumbuh sampai 40 tahun sampai siap untuk ditebang.

Langit dicegah dari hujan dan bumi pun dicegah untuk menumbuhkan pepohonan. Seingga langit pun tidak lagi meneteskan air hujan dan bumi tak menumbuhkan rerumputan. Para wanita, hewan jinak maupun buas, pun tidak lagi beranak. Bahkan burung-burung pun tak bisa bertelur. Itu terjadi sebagai bukti nyata atas kaum Nabi Nuh sebelum adzab menimpa mereka.

Kemudian Allah Swt. memerintahkan Nabi Nuh untuk menuju Kufah dan memindahkan kayu-kayu jati. Bingunglah Nabi Nuh As., bagaimana cara memindahkan kayu-kayu itu. Maka Allah Swt. pun mewahyukan bahwa sesungguhnya ‘Auj bin ‘Anuq lah yang mampu menggendongnya.

8.    Sosok Pembawa Kayu-kayu Perahu Nabi Nuh As.

قال الكسائى ان عنق أم عوج كانت من أولاد آدم وكانت شنيعة المنظر قبيحة الشكل وكانت ساحرة ماهرة فولدت عوجا ثم ماتت بعد ولادتها بمائة سنة فلما كبر عوج كان عظيم الخلقة طوله ستمائة ذراع بالذراع القديم وهو ذراع ونصف الآن وكان عرضه مثل ذلك حتى قيل انه لما جاء الطوفان لم يجاوز الى ركبته وكان اذا جلس على الجبل يمد يده الى البحر فيأخذ منه السمك ويشويه فى عين الشمس وكان اذا غضب على أهل قرية يبول عليهم فيغرقهم وقيل انه سلط على أهل قرية فقالوا له نحن نكسوك قميصا ولا نأخذ منك ثمنه إلا بعد سنة فتخارج أهل تلك القرية وصنعوا له قميصا من القطن فألبسوه اياه فمضى عنهم فكان كلما قصد أن يمر عليهم يذكر ما عليه من الدين فيرجع عنهم ولا يدخل إليهم خوفا من الدين ويروى أن عوج بن عنق عاش من العمر أربعة آلاف سنة وخمسمائة سنة وأدرك أيام موسى فلما دخل موسى الى التيه ومعه بنو اسرائيل قصد عوج أن يهلكهم فجاء الى جيش موسى لأجل أن يعرف مقدارهم فوجدهم فرسخا فى فرسخ فمضى إلى جبل وقلعة من الأرض واحتمله على رأسه وجاء ليقلبه على جيش موسى فأرسل الله اليه هدهدا وجعل له منقارا من حديد فنزل ذلك الهدهد على تلك الصخرة وجعل ينقرها حتى ثقبها فنزلت فى عنق عوج فصارت غلاله لا يستطيع الحركة فلما رأى موسى ذلك أتى اليه وضربه بعصاه وكان طولها عشرة أذرع ووثب موسى فى الهواء عشرة أذرع وكان طول موسى عشرة أذرع فلم تبلغ ضربته ساق عوج فلما ضربه موسى خر عوج ميتا وصار ملقى فى الفلاة كالجبل العظيم ويروى أن ببلاد التتر نهرا يسمى الطائى وعليه قنطرة عظيمة فيقال ان تلك القنطرة من عظم ضلع عوج بن عنق وكان من جملة عجائب الدنيا

Imam al-Kisai mengatakan bahwa sesungguhnya ‘Anuq, ibunya ‘Auj, adalah keturunan Nabi Adam yang buruk rupa dan bentuk tubuhnya. Dia adalah tukang sihir yang handal. Dia melahirkan ‘Auj dan mati setelah 100 tahun dari kelahiran anaknya itu.

Ketika ‘Auj sudah dewasa ia berubah wujud menjadi raksasa yang tinggi dan lebar badannya mencapai 600 dzira’. Ukuran 1 dzira’ zaman dahulu adalah setara dengan 1,5 dzira’ sekarang.

Sehingga diceritakan bahwa, tatkala badai banjir tofan tiba takkan bisa sampai pada lututnya, disaat duduk di atas gunung ia bisa memasukkan tangannya ke laut dan bisa mengambil ikan dari dalamnya serta bisa memanggang ikan itu di bawah teriknya matahari. Saat ia marah maka seluruh penduduk desa dikencingi olehnya hingga mereka pun tenggelam di dalamnya.

‘Auj juga seringkali membuat keonaran pada penduduk desa. Maka mereka pun menawari padanya: “Kami akan membuatkanmu baju dan kami tidak akan mengambil harganya kecuali setelah 1 tahun.” (‘Auj memiliki hutang pada penduduk desa itu dan berjanji akan melunasinya).

Akhirnya semua penduduk desa pun bahu-membahu membuatkan baju dari kapas dan memakaikannya pada ‘Auj yang kemudian membuat ‘Auj pergi menjauh dari penduduk desa tersebut. Disaat ‘Auj ingin melewati perkampungan itu ia teringat akan janjinya. Maka ia cepat-cepat lari karena takut ditagih hutangnya.

Dikatakan bahwa ‘Auj hidup selama 4500 tahun, sehingga ia bisa menjumpai zaman Nabi Musa As. Tatkala Nabi Musa As. masuk ke tanah Tih beserta rombongan Bani Israel, ‘Auj pun ingin menghancurkan mereka. Ia datang pada tentara Nabi Musa untuk mengetahui ukuran kekuatan mereka. Disaat ia mendapatkan keleluasaan, maka ia mencabut gunung dan menggendong gunung tersebut di atas kepalanya.

Kemudian ia mendatangi Nabi Musa As. untuk memukul mundur tentaranya. Akan tetapi usaha ‘Auj gagal karena Allah mengutus burung hudhud. Burung hudhud itu memiliki paruh dari besi. Lalu burung hudhud itu meluncur menuju batu (gunung) yang dibawa ‘Auj dan memaruhnya sampai berlubang. Akhirnya batu tersebut pun jatuh ke leher ‘Auj dan membelenggunya sehingga ia tak lagi mampu bergerak.

Disaat Nabi Musa As. melihat kejadian itu maka beliau mendekat dan memukul ‘Auj dengan tongkatnya yang tingginya 10 dzira’. Lantas Nabi Musa As. melompat ke udara setinggi 10 dzira’. Sedangkan tinggi Nabi Musa As. sendiri adalah 10 dzira’. Maka pukulannya Nabi Musa As. pun tidak sampai mengenai lutut ‘Auj. Namun sebab pukulan Nabi Musa As. itu ‘Auj pun terjatuh dan mati tergeletak di lapangan seperti gunung besar.

Diceritakan pula bahwa di Gunung Tatri ada sebuah sungai yang bernama Tha-i. Di sana ada jembatan yang besar. Dikatakan bahwa jembatan itu berasal dari tulang iga ‘Auj bin ‘Anuq, dan hal ini termasuk dalam keajaiban dunia.

9.    Peristiwa Pengangkatan Kayu-kayu Perahu Nabi Nuh As. dari Kufah ke Baghdad

قال الكسائى فلما أوحى الله الى نوح بأن الذى يحمل له الخشب عوج من الكوفة الى أرض الحيرة وكانت الحيرة قرية من بغداد جاء نوح الى عوج وسأله أن يحمل له الخشب فقال عوج لا أحمل ذلك لك حتى تشبعنى من الخبز وكان مع نوح ثلاثة أرغفة من خبز الشعير فقدم الى عوج قرصا منها وقال له كل فضحك عوج من ذلك وقال لو أن مثل هذا الجبل خبزا ما أشبعنى فكيف أشبع بهذا القرص فكسر له نوح ذلك القرص وقال له قل بسم الله الرحمن الرحيم وكل فأكل القرص وقدم له قرصا ثانيا فشبع من نصف الثانى ولم يقدر أن يأكل شيئا بعد ذلك فحمل عوج ذلك الخشب من الكوفة الى الحيرة جميعه فى نقلة واحدة

Al-Kisai melanjutkan penjelasannya: “Disaat Allah Swt. Mewahyukan Nabi Nuh As. bahwa yang akan (mampu) menggendong kayu-kayu jati dari Kufah ke Desa Hairah di Baghdad adalah ‘Auj. Maka Nabi Nuh As. pun mendatangi ‘Auj dan memintanya untuk menggendong kayu-kayu tersebut.

‘Auj kemudian menjawab: “Aku takkan mau menggendongnya untukmu sehingga kamu mengenyangkan perutku dulu dengan roti.”

Saat itu Nabi Nuh As. hanya membawa 3 potong roti yang terbuat dari gandum dan memberikannya pada ‘Auj 1 iris seraya berkata: “Makanlah roti ini.”

‘Auj kemudian tertawa dan berkata: “Seumpama gunung ini jadi roti, itu pun takkan mampu mengenyangkan perutku. Lalu bagaimana mungkin aku bisa kenyang hanya dengan irisan roti ini?”

Kemudian Nabi Nuh As. memotong irisan roti tersebut dan mengucapkan: “Bismillahirrahmanirrahim. Makanlah.”

Maka ‘Auj memakannya, lalu diberinya lagi seiris roti oleh Nabi Nuh As. Akan tetapi ‘Auj menolaknya karena sudah merasa kenyang hanya dengan memakan setengah irisan roti tadi dan tidak merasa mampu untuk memakannya lagi.

Akhirnya ‘Auj menggendong semua kayu itu dari Kufah sampai Hairah di Baghdad dengan sekali muatan.

10.          Proses Pembuatan Perahu Nabi Nuh As. dan Penyempurnanya adalah Nama 4 Khalifah Islam

فلما صار الخشب عند نوح قال يارب وكيف أصنع هذه السفينة فأوحى الله تعالى الى جبرائيل أن يعلمه كيف يصنع السفينة فكان نوح يصنع الخشب ألواحا ويلصق بعضها ببعض ويسمره بالمسامير الحديد ثم جعل رأسها كرأس الطاووس وذنبها كذنب الديك ومنقارها كمنقار البازى وأجنحتها كأجنحة العقاب ووجهها كوجه الحمامة وجعلها ثلاث طباق وقيل سبع طبقات قال ابن عباس رضى الله عنهما كان طولها ألف ذراع وعرضها ستمائة ذراع وارتفاعها ثلاثمائة ذراع ويروى أنه أقام فى أعمالها أربعين سنة فكان القوم يسخرون منه ويقولون له يانوح قد تركت النبوة وصرت نجارا. قال الكسائى كان القوم اذا أتى الليل يطلقون النار فى خشب السفينة فلم تعمل فيه النار فيقولون هذا من سحر نوح فلما أشرقت السفينة على الفراغ طلاها بالزفت والقير ثم أوحى الله تعالى اليه بأن يسمر فى جوانبها أربعة مسامير وينقش على كل مسمار منها عينا فقال نوح يارب ما فائدة ذلك فأوحى الله اليه هذه أسماء أصحاب محمد وهم عبد الله أبو بكر وعمر وعثمان وعلى رضى الله عنهم أجمعين فلاتتم السفينة إلا أن تفعل ذلك ففعل نوح ما أمره الله به فتمت السفينة

Ketika kayu-kayu itu sudah berada di hadapan Nabi Nuh, lantas Nabi Nuh As. pun kebingungan seraya berkata: “Wahai Tuhan, bagaimanakah cara untuk membuat perahu?”

Kemudian Allah Swt. memerintahkan Malaikat Jibril As. agar mengajari Nabi Nuh As. membuat perahu. Lalu Nabi Nuh menjadikan kayu-kayu tersebut sebuah papan dan menggabungkannya satu sama lain serta memakunya dengan paku besi. Seterusnya Nabi Nuh As. menjadikan bagian depan (kepala) perahu seperti kepala burung merak, ekornya seperti ekor ayam jago, paruhnya seperti paruh burung gagak, sayapnya seperti sayap elang dan wajahnya seperti wajah burung merpati dan kemudian menjadikannya 3 tingkat, pendapat lain mengatakan 7 tingkat.

Ibnu Abbas Ra. berkata: “Perahu Nabi Nuh As. panjangnya 1000 dzira’, lebarnya 600 dzira’ dan tingginya 300 dzira’.”

Konon Nabi Nuh As. membuat perahu itu selama 40 tahun. Sampai semua kaumnya pun menghina dan meremehkan nabi mereka sendiri dengan berkata: “Wahai Nuh, kamu telah meninggalkan kenabian dan menjadi tukang kayu.”

Imam al-Kisai kemudian berkata bahwa pada suatu malam, kaum Nabi Nuh keluar dan berusaha menyalakan api untuk membakar kayu perahu tersebut. Akan tetapi apinya tidak bisa menyala. Lantas mereka berkata: “Ini adalah sihirnya Nuh.”

Disaat pembuatan perahu sudah hampir jadi, maka Nabi Nuh As. melapisinya dengan aspal. Kemudian Allah Swt. mewahyukan kepadanya agar memberi 4 paku di samping kanan dan kiri perahu dan memberinya ukiran di setiap satu pakunya. Lalu Nabi Nuh As. berkata: “Ya Tuhan, apa faidahnya hal itu?”

Allah berfirman: “Ini adalah nama-nama sahabat Nabi Muhammad Saw. Mereka adalah hamba Allah yang bernama Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Ra. Perahu ini takkan bisa sempurna sehingga engkau melakukan hal tersebut.”

Maka Nabi Nuh As. pun melakukan apa yang diperintahkan Allah Swt. dan jadilah perahu tersebut dengan sempurna.

11.          Persiapan Pemberangkatan Perahu Nabi Nuh As.

ثم أنطقها الله تعالى فقالت جهارا والناس يسمعونها لا إله إلا الله إله الأولين والآخرين أنا السفينة التى من ركبنى نجا ومن تخلف عنى هلك فقال نوح تؤمنون الآن فقالوا ان هذا من سحرك يانوح ثم أوحى الله تعالى اليه انه قد اشتد غضبى على من عصانى فأمره الله أن يحمل معه قوت ستة أشهر وأن يعمل فى السفينة مخزنا للماء العذب ثم أنزل الله لنوح خرزة من الجنة لها ضوء كضوء الشمس فكان يعلم منها مواقيت الليل والنهار ومضى الساعات ثم ان نوحا استأذن ربه بأن يحج فأذن له بذلك فلما مضى الى مكة أراد القوم أن يحرقوا السفينة فأمر الله تعالى الملائكة بأن يرفعوها بين السماء والأرض فرفعوها والقوم ينظرون اليها فلما مضى نوح الى مكة طاف بالبيت سبعا ثم دعا على قومه هناك فاستجاب الله دعاءه فلما رجع نوح من مكة أنزل الله له السفينة الى الأرض ثم أوحى الله تعالى اليه بأن يصعد الى الجبل وينادى بأعلى صوته يامعشر الوحوش والطيور والهوام وكل شئ فيه روح هلموا الى دخول السفينة فقد قرب العذاب فوصلت دعوته الى المشرق والمغرب فأقبلت اليه الوحوش والطيور والدواب والهوام أفواجا أفواجا فقال نوح انى أمرت أن أحمل معى من كل زوجين اثنين ثم أمره بأن يحمل معه الأشجار قاطبة وأن يحمل معه جسد آدم وحواء فوضعهما فى تابوت ثم أمره بأن يحمل معه الحجر الأسود وعصا آدم التى أنزلت عليه من الجنة وحمل معه التابوت والصحف والسمط وكان جملة من دخل معه فى السفينة أربعين رجلا وأربعين أمرأة فوضعهم فى الطبقة الاولى ووضع فى الطبقة الثانية الوحوش والدواب والأنعام ويروى أن آخر من دخل من الدواب الحمار وقد أمسك ابليس اللعين بذنبه فمنعه من الدخول فظن نوح أن الحمار يمتنع من قبل نفسه فقال له نوح ادخل ياملعون فدخل الحمار وابليس معه فلما رآه نوح قال له من أذن لك فى الدخول فقال أنت أذنت لىّ ألست القائل ادخل ياملعون وما فى الخلق على الاطلاق ملعون غيرى

Setelah perahu Nabi Nuh As. jadi sempurna, dengan izin Allah Swt. ia mampu berbicara dengan keras: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah,Tuhan Yang Maha Awal dan Yang Maha Akhir. Aku adalah perahu, barangsiapa yang menaikiku maka ia akan selamat dan siapa yang enggan padaku maka akan hancur.”

Lalu Nabi Nuh As. berseru kepada kaumnya: “Sudah percayakah kalian sekarang?”

Mereka menjawab dengan angkuh: “Ini adalah sihirmu wahai Nuh!”

Kemudian Allah Swt. mewahyukan kepada Nabi Nuh: “MurkaKu sudah memuncak bagi orang yang mendurhakaiKu.”

Lalu Allah Swt. memerintahkan Nabi Nuh membawa bekal makanan pokok yang cukup untuk 6 bulan dan membuatkan wadah sebagai tempat air tawar. Kemudian Allah Swt. menurunkan bola mata dari surga yang mempunyai cahaya seperti cahaya matahari untuk Nabi Nuh As. Dengan itu Nabi Nuh As. bisa mengetahui pergantian siang dan malam serta lewatnya waktu-waktu.

Nabi Nuh As. kemudian meminta izin kepada Allah Swt. untuk melakukah ibadah haji terlebih dahulu dan Allah Swt. pun mengizinkannya. Maka berangkatlah Nabi Nuh untuk menunaikannya.

Tatkala Nabi Nuh As. menuju Makkah, kaumnya ingin menghancurkan perahu tersebut. Lalu Allah Swt. memerintahkan para malaikat agar mengangkat perahu itu di antara langit dan bumi. Para malaikat pun mengangkatnya dan kaum Nabi Nuh melihat kejadian itu.

Sesampainya Nabi Nuh As. di Makkah beliau langsung thawaf di Baitullah sebanyak 7 kali putaran serta berdoa untuk kaumnya dan Allah Swt. mengkabulkan doanya tadi.

Sewaktu Nabi Nuh As. pulang dari Makkah maka Allah Swt. menurunkan perahu tersebut di atas permukaan bumi (tempat semula). Kemudian Allah mewahyukan kepadanya agar naik ke atas gunung dan berteriak dengan sekeras-kerasnya: “Wahai para hewan liar, burung-burung, para hama-kutu dan semua yang bernyawa, kemarilah dan naiklah kalian semua dalam perahu karena adzab sudah dekat.”

Teriakan Nabi Nuh As. tadi terdengar sampai arah barat dan timur. Sehingga para hewan liar, burung-burung, hewan ternak dan kutu, semuanya berdatangan menghadap Nabi Nuh dengan berduyun-duyun. Kemudian Nabi Nuh As. berkata: “Sungguh aku telah diperintah agar membawa kalian bersamaku secara sepasang-sepasang.”

Lalu Allah Swt. memberi perintah kepada Nabi Nuh untuk membawa semua kayu serta membawa jasad NabiAdam As. dan Siti Hawa. Ditaruhlah jasad keduanya di dalam peti. Nabi Nuh juga membawa hajar aswad dan tongkat Nabi Adam yang dibawa turun dari surga dan menaruhnya dalam peti bersama Tabut, Shuhuf (lampiran-lampiran kitab suci) dan as-Simthu.

Adapun pengikut Nabi Nuh yang bersedia masuk dalam perahu berjumlah 40 orang laki-laki dan 40 orang perempuan dan mereka ditempatkan pada lantai pertama. Sedangkan di lantai kedua penghuninya adalah para hewan liar dan hewan-hewan ternak.

Diceritakan bahwa hewan yang paling akhir memasuki perahu adalah keledai, dikarenakan ekornya diikat oleh Iblis sehingga menjadikannya sulit untuk masuk. Nabi Nuh menyangka bahwa keledai enggan untuk ikut masuk perahu seraya berkata padanya: “Masuklah wahai terkutuk (yang dilaknat)!”

Kemudian keledai itu pun masuk bersama Iblis. Disaat Nabi Nuh As. melihatnya, beliau pun berkata: “Siapa yang mengizinkanmu masuk ke sini?”

Lalu Iblis menjawab: “Kamu sendiri yang mengijinkanku masuk. Bukankah engkau berkata  “Masuklah wahai terkutuk?” Dan tiada satupun yang terkutuk di dunia ini selain aku.”

12.          Undang-undang Bagi Para Penumpang Perahu Nabi Nuh As.

ويروى أن نوحا لما ركب السفينة نهى جميع من كان معه عن النكاح خشية من التناسل فيضيق عليهم المكان فأطاعه جميع من كان فيها إلا الكلب فانه نكح أنثاه فنمت الهرة لنوح على الكلب على فعله فأنكر ذلك وعاد ثانيا وثالثا فقالت الهرة لنوح فى ذلك فدعا عليهما بالفضيحة فوقعت العداوة بين الكلب والهزة من يومئذ وصارت لهما الفضيحة عند جماعهما وقيل فيهماقالت الهرة قولا جمعت كل المعانىأشتهى أن لا أرى الكلب ولا الكلب يرانى ويروى أنه لما كثر روث الدواب فى السفينة شكوا من ذلك الى نوح فأوحى الله اليه أن اعصر ذنب الفيل فلما عصره وقع منه خنزير وخنزيرة فصارا يأكلان الروث ثم خلق الله من عطسة الخنزير فأرا وفأرة ثم تناسل الفيران فصاروا يقرضون فى جوانب السفينة فشكا أهل السفينة من ذلك فسلط على الفيران السنانير وهى القطط فصاروا يأكلونها أكلا ذريعا حتى أفنوها عن آخرها فمن ذلك اليوم صارت العداوة بين القطط والفأر

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi Nuh As. berada di dalam perahu itu beliau membuat undang-undang melarang semua penumpang untuk berhubungan intim karena dikhawatirkan akan berkembang biak dan tempatnya akan menjadi sempit. Maka semua penumpang mematuhi undang-undang tersebut terkecuali anjing. Anjing justru melakukan hubungan intim dengan betinanya. Kucing yang melihatnya pun melaporkan hal itu kepada Nabi Nuh As.

Akan tetapi anjing mengingkari perbuatannya itu dan bahkan mengulangi perbuatan terlarangnya itu sampai 2 atau 3 kali. Kemudian kucing pun melaporkannya kembali kepada Nabi Nuh As. Lantas Nabi Nuh As. memanggil kedua anjing itu dengan aib.

Mulai saat itulah terjadi permusuhan antara  kucing dan anjing. Aib itu kemudian menimpa pada mereka setiap hendak melakukan hubungan intim. Kucing berujar: “Setiap aku berhubungan intim, aku berkeinginan agar tidak melihat anjing dan anjing pun tidak melihatku.”

Diceritakan bahwa ketika kotoran-kotoran hewan sudah banyak berceceran di dalam perahu, maka para penumpang mengadu kepada Nabi Nuh As. Lalu Allah Swt. mewahyukan kepada Nabi Nuh As.: “Peraslah ekor gajah.”

Ketika Nabi Nuh As. memeras ekor gajah tersebut keluarlah babi jantan dan betina. Kemudian babi-babi itu memakan semua kotoran-kotoran yang tercecer.

Setelah itu Allah Swt. menciptakan tikus jantan dan betina dari bersinnya babi. Tikus-tikus itu beranak-pinak dan terus menggerogoti kiri-kanannya perahu. Melihat kejadian itu, para penumpang pun mengadu kembali. Akhirnya para kucing liar (musang) memangsa dan memakan tikus-tikus itu dengan cepat sampai musna. Sejak itulah awal mula terjadinya permusuhan antara tikus dan kucing liar.

13.          Ramalan Akan Datangnya Banjir Bandang Nabi Nuh As.

.
قال ابن وصيف شاه لم يكن فى ملوك مصر أغنى من سور يد ومما وقع له أنه رأى فى منامه قبل وقوع الطوفان بثلاثمائة سنة كأن السماء قد انقلبت على الأرض حتى صارت كالجوبة وكأن الكواكب قد تساقطت والشمس والقمر قد قربا من العالم ورأى طيورا بيضاء تخطف الناس وتلقيهم بين جبلين وكأن الدنيا سوداء مظلمة وكأن الناس قد اجتمعوا عليه من صعيد واحد وهم يستجيرون به فلما رأى ذلك استيقظ من منامه وهو مرعوب خائف فلما أصبح استدعى الكهنة وهم مائة رجل وكانوا لا يقضون أمرا إلا بالنجوم والطوالع فاختلى بهم وقص عليهم الرؤيا فقالوا ان رؤياك سماوية يهلك بها جميع العالم وجميع من على وجه الأرض فقال لهم الملك خذوا الارتفاع من الكواكب فلما نظروا فى ذلك قالوا وجدنا القمر فى برج السرطان وهو مقارب للسماك فيكون الهلاك فى أمر من طوفان وان هذه الآفة مائية سماوية فقال لهم انظروا هل تلحق هذه الآفة بلادنا فقالوا له نعم تأتى اليها وتقيم البلاد خرابا مدة طويلة فقال لهم الملك انظروا هل تعود بلادنا عامرة أحسن مما كانت عليه قالوا نعم تعود أحسن مما كانت عليه فعند ذلك أمر سوريد ببناء هذه الأهرام وقد جعل أساسها مقدار ارتفاعها عن الأرض وقال نجعلها نواويس لنا وقبورا لأجسادنا ثم نقل اليها أشياء كثيرة من الأموال والجواهر وآلات السلاح والتماثيل العجيبة والأوانى الغريبة التى هى من سائر المعادن وكتب عليها الطلاسم والعلوم الفلكية التى تخبر بما سيحدث من الامور الى آخر الزمان ومن يملك البلاد من الملوك المسلمين والكافرين وأخبرت الكهنة أن هذا الطوفان لا يقيم كثيرا على وجه الأرض بل نحو أربعين يوما فبنى الاهرام وحبس فيها الهواء بتقدير وتدبير الحكمة وادخر ما ذكرناه من الأموال وغير ذلك وقال ان كنا ننجو من هذا الطوفان نعود الى ملكنا فنجد أموالنا كما هى باقية وان متنا فتكون هذه الاهرام قبورا لأجسادنا حرزا تصونها من البلى فصنع كل واحد من وزرائه وحكمائه وأرباب دولته هرما لتكون حرزا لأجسادهم من الطوفان قال المسعودى فى مروج الذهب ان فى كل هرم منها سبع بيوت على عدد الكواكب السيارة وفى تلك البيوت عدة أصنام من الذهب مرصعة بالجواهر الفاخرة وفى آذانهم درر قدر بيضة الدجاج وفى كل هرم ناووس من الرخام الاخضر وفيه جثة صاحبه مطبق عليه ومعه صحيفة فيها اسمه وترجمته ومدة ملكه وذكروا أن لهذه الاهرام مكانا ينفذ الى صحراء الفيوم وهى على مسيرة يومين من الاهرام

Diceritakan dari Ibnu Washif Syah bahwa tidak ada raja Mesir yang lebih kaya dari Raja Suraid. Sesuatu yang menimpanya, yaitu 300 tahun sebelum terjadi bencana tofan, dia bermimpi seolah-olah langit pindah ke bumi sehingga seperti lubang penggalian dan bintang-bintang berjatuhan. Sedangkan matahari dan rembulan dekat sekali dengan bumi. Ia juga melihat burung-burung putih menyambar manusia dan bertemu di antara dua gunung dan seolah-olah dunia menjadi hitam kelam dan gelap gulita. Semua manusia berkumpul di suatu gunung untuk menyelamatkan diri. Setelah bermimpi tersebut, dia terbangun dan merasa sangat ketakutan.

Esok harinya Raja Suraid mengundang para dukun yang berjumlah 100 dukun laki-laki. Para dukun itu tidak mampu memutuskan suatu masalah terkecuali dengan melihat perbintangan terlebih dahulu.

Akhirnya Raja Suraid pun menceritakan mimpinya itu dan para dukun berkata: “Mimpimu adalah golongan langit. Yang mana dengan mimpi ini semua alam dan penduduk bumi bisa hancur lebur.”

Lalu Raja berkata: “Ambillah kesimpulan dari bintang di atas sana.”

Tatkala para dukun melihat ke atas lalu mereka berkata: “Saya melihat bulan pada zodiak cancer dan itu telah mendekati ikan, maka kehancuran yang timbul adalah perkara tofan dan musibah ini adalah golongan air langit.”

Akhirnya Raja bertanya: “Apakah musibah ini juga menimpa negara ini?”

Mereka pun menjawab: “Iya , musibah itu akan menimpa negara kita dan negara akan hancur dalam masa yang panjang.”

Raja bertanya lagi: “Lihatlah , apakah negara kita akan kembali ramai seperti semula?”

“Negara ini akan kembali lebih bagus dari yang ada saat ini,” jawab para dukun.

Maka Raja Suraid memerintahkan untuk membangun kota dengan pondasi setinggi kotanya lalu berkata: “Kita menjadikan tempat ini sebagai kuburan kita. Lalu pindahkan banyak barang-barang, baik harta benda, perhiasan, alat-alat perang, patung-patung indah dan wadah-wadah yang bagus yang terdiri dari barang tambang. Lalu tulis rajah-rajah serta ilmu-ilmu perbintangan yang isinya menceritakan suatu kejadian masa depan sampai tuntas. Serta ceritakan raja-raja yang menguasai negara, Islam maupun kafir.”

Para dukun itu juga memberi kabar bahwa bencana tofan ini tidak lama menimpa bumi, hanya selama 40 hari. Lalu dibangunlah kota itu dengan pengaturan udaranya dan memindahkan apa-apa yang sudah direncakan. Raja Suraid berkata: “Jika kita selamat dari bencara tofan ini, maka kita akan kembali dan menemukan harta-harta yang kita miliki. Namun jika kita binasa maka bangunan ini adalah sebagai kuburan jasad kita yang dapat menjaga dari kehancuran.”

Semua orang, baik para menteri, hakim dan seluruh pejabat negara juga membuat sebuah bangunan untuk melindungi jasad mereka dari bencana tofan.

Al-Mas’udi dalam kitab Muruj adz-Dzahab mengatakan: “Sesungguhnya di setiap 1 bangunan ada 7 rumah, sebagaimana 7 bintang yang berjalan. Dan di dalam rumah tersebut ada patung-patung yang terbuat dari emas yang disepuh dengan perhiasan indah. Di telinga-telinga patung itu ada mutiara sebesar telur ayam. Dan di setiap bangunan juga terdapat peti yang terbuat dari marmer hijau yang digunakan untuk menyimpan mayat pemiliknya masing-masing lengkap disertai lampiran nama, biografi dan masa jabatannya. Di dalamnya juga ditulis “Dalam bangunan ini ada jalan tembus menuju Kota Fayyum dengan menempuh perjalanan 2 hari”.

 

14.          Misteri Bangunan Kuno dalam Sumur


ومما حكى عن الشهاب الحجازى قال خرجنا من الجامع الأزهر أحد عشر نفرا فى طلب الاهرام وكان معنا عدة سلب طوال على حمار فلما وصلنا الى الأهرام دخلنا الى الهرم الكبير المفتوح ووقفنا على رأس البئر الذى به فتجرد منا شخص وكان يدعى الشجاعة فربطناه من وسطه بسلبة من تلك السلب التى معنا وأدليناه فى البئر فنفد السلب الذى معنا جميعه ولم ينته الى قعر البئر فربطنا فى السلب شاش عمائمنا فانقطع الشاش فهوى الشخص الى قعر البئر ولم نعلم له خبرا فرجعنا متأسفين عليه وخائفين على أنفسنا بسببه فدخلنا فى خفية الى القاهرة ولم نعلم أحدا من الناس بحالنا  فبينما نحن فى الجامع بعد مضى أسبوع واذا نحن بصاحبنا الذى سقط فى البئر قد دخل علينا وهو فى غاية الضعف فلما دخل فى باب الجامع وقرب منا سقط بيننا وغشى عليه فلما أفاق استحكيناه عما كان من أمره بعد سقوطه فى البئر فقال لما انتهى بى السقوط نزلت على علية أعطتنى ليانة فقد حت بالزناد الذى كان معى وأوقدت شمعة ومشيت فى ذلك فوجدت من زبل الوطاويط شيئا كثيرا ورأيت أشخاصا وأشباحا طوالا واقفين على عكاكيز فقربت من واحد منهم وهززته فانقض الى الأرض هباء منثورا فأخذت عكازته من يده ومشيت فاذا أنا بباب أمامى ودهليز فأخذت أمشى فى ذلك الدهليز وقد زادنى الخوف والفزع ووجدت هناك عظاما بالية ورؤسا وجماجم كبارا على قدر البطيخ الكبير وبينما أنا أمشى فى ذلك الدهليز واذا بشئ يمشى قدامى فتأملته فاذا هو ثعلب فتبعته حتى خرج من ثقب فرأيت منه ضوء الدنيا فأردت أن أخرج منه فلم أستطع فحفرت بتلك العكازة التى معى فاتسع ذلك الثقب قليلا فخرجت فلما رأيت نفسى على وجه الأرض وقعت مغشيا على فلم أدر أين أنا من البلاد واذا أنا بانسان يقول قم أيها الرجل فان القفل راح وخلاك فقلت أى مكان أنا فيه. قال فى صحراء الفيوم فقمت وركبت مع القفل وكنت لما خرجت من الثقب وجدت العكازة التى معى ذهبا جيدا فلما أغمى على فقدتها واختفى عنى ذلك المكان الذى خرجت منه فتحيرت من ذلك واذا بقائل يقول لا تطمع فى عود العكازة اليك فتوجهت صحبة القفل ودخلت القاهرة انتهى
قال أبو الريحان البيروتى فى كتاب الآثار الباقية من القرون الخالية ان الهرم الكبير الشرقى موكل به صنم من جزع أبيض وأسود له عينان مفتوحتان براقتان وهو جالس على كرسى من ذهب وبيده حربة فاذا دنا منه أحد صوت عليه صوتا عاليا فيخرج الذى يدنو منه على وجهه ولا يبرح عنه حتى يموت مكانه والهرم الغربى موكل به صنم من حجر الصوان وهو جالس على كرسى من ذهب وعلى رأسه شبه حية وقد تطوق بها فمن دنا منه وثبت عليه تلك الحية وتطوقت على عنقه حتى تقتله ثم تعود الى مكانها والهرم الصغير المكسو بحجر الصوان موكل به صنم من حجر البهت فمن نظر اليه يجذبه حتى يلتصق به فلا يبرح عن مكانه حتى يموت

Syaikh Syihab al-Hijazi pernah menceritakan: “Kami, sebanyak 11 rombongan, keluar dari Masjid Jami’ al-Azhar dengan membawa keledai dan tali-tali panjang yang diletakkan di atasnya. Sesampai kami di sebuah kota besar, tempat tujuan, kami berdiri di atas sumur. Di situ ada seseorang pemberani dengan segera membuka bajunya.

Lalu kami ikat perutnya dengan tali yang kami bawa tadi. Ia pun masuk ke dalam sumur dengan tali yang terikat. Setelah turun ke bawah, ternyata tali sudah habis sedangkan dasar sumur belum terjangkau. Sehingga sorban-sorban yang kami pakai digunakan pula untuk menyambung tali-tali tadi.

Namun, di tengah-tengah sumur sambungan sorban dan tali itu tiba-tiba terputus sehingga terjatuhlah sang pemberani ke dasar sumur. Kami tak lagi mendapati kabar mengenai orang yang di dalam sumur itu. Sampai akhirnya kami  beserta rombongan memutuskan untuk pulang dan meninggalkannya dengan penuh ketakutan dan penyesalan. Lalu kami memasuki kota dengan menyamar sehingga tidak ada yang mengenal tentang kami.

Di hari kemudian, seminggu setelah kehilangannya, kami pergi menuju masjid jami’. Kami tersentak kaget, karena tiba-tiba kami bertemu dengan orang yang terjebak dalam sumur itu. Orang itu masuk menemui kami dengan kondisi yang sangat lemah. Sesampainya di depan pintu masjid, ia mendekati kami dan langsung terjatuh pingsan.

Disaat ia tersadar dari pingsannya, kami memintanya untuk menceritakan kejadian yang telah menimpanya beberapa hari lalu dalam sumur. Laki-laki itu pun memulai ceritanya: “Setelah aku benar-benar terjatuh ke dasar sumur, aku melihat ada sesosok makhluk halus yang menaikiku. Ia memberiku barang lunak.

Kemudian kubakar barang itu dengan kayu bakar, pada lilin. Kemudian aku berjalan dengan lilin itu. Kutemukan di dalamnya sesuatu yang banyak, kotoran kelelawar dan lainnya. Aku juga melihat jasad-jasad yang memiliki postur tubuh sangat besar dan tinggi. Semua jasad itu berdiri tegak menggunakan tongkat. Kudekati salah satu jasad itu, kusentuh dan kugerak-gerakkan. Seketika hancurlah jasad itu. Lalu kuambil tongkat itu dari tangannya dan kubawa untuk berjalan.

Tiba-tiba aku tersentak kaget. Kulihat ada pintu dan juga sebuah teras. Aku terus berjalan menuju teras depan itu, rasa takut dan gemetar semakin menggelayutiku. Di teras itu kutemukan banyak tulang-belulang yang telah hancur serta tengkorak-tengkorak kepala yang besarnya sebesar semangka.

Lantas kuteruskan berjalan penuh ketakutan, tiba-tiba kulihat sosok makhluk berjalan di depanku. Tubuhku semakin gemetar tak karuan. Aku bergumam dalam hati: “Makhluk apakah itu?” Kutoleh perlahan, ternyata seekor “Lenggarangan.”

Akhirnya aku berjalan mengikuti langkah hewan itu hingga keluar dari lubang. Dan kulihat ada seberkas sinar dunia. Rasa menggebu-gebu ingin segera keluar dari gelapnya ruangan semakin tak terbendung lagi. Tapi apalah dayaku tak mampu melakukannya.

Kemudian kugali lubang itu dengan tongkat yang ada di tanganku. Menjadi longgarlah lubang itu sedikit demi sedikit dan akhirnya aku bisa keluar dari tempat yang mengerikan itu.

Tatkala kusadari bahwa aku telah berada di permukaan bumi, maka terjatuhlah aku sehingga membuatku tak sadarkan diri. Aku tak tahu , ada di belahan bumi manakah aku. Tiba-tiba aku melihat sosok manusia di hadapanku dan ia berkata: “Berdirilah wahai pemuda, karena rombonganmu telah pergi dan meninggalkanmu.”

Kutanyakan: “Di manakah aku?”

Dijawab: “Kamu sekarang berada di padang pasir kota Fayyum.”

Akhirnya aku berdiri dan ikut dengan rombongan laki-laki tadi. Ternyata ketika aku keluar dari lubang tadi, aku menemukan emas yang sangat bagus yang menempel di tongkat yang kubawa. Dan setelah aku siuman, ternyata tongkat itu telah raib dari genggamanku. Begitupun dengan lubang yang aku lihat tadi, tiba-tiba turut lenyap dan raib dari hadapanku. Aku menjadi bingung, tiba-tiba aku mendengar ada suara berseru: “Janganlah kau berharap tongkat itu bisa kembali lagi padamu.”

Lalu kuikutilah rombongan tersebut sehingga aku bisa masuk kembali ke kota ini.”

Abu Raihan al-Beiruti dalam kitabnya al-Atsar al-Baqiyah min Qurun al-Khaliyah mengatakan: “Sesungguhnya bangunan besar sebelah timur itu di dalamnya terdapat sebuah berhala yang terbuat dari marjan putih dan hitam, mempunyai dua mata yang terbuka dan bersinar mencorong. Berhala itu duduk di atas kursi yang terbuat dari emas dan tangannya membawa tongkat. Ketika ada salah satu orang yang mendekat maka berhala itu akan mengeluarkan suara yang sangat keras. Sehingga keluarlah orang yang mendekat tadi dan menjauh dari tempat itu. Tapi meskipun telah menjauh, suara berhala itu akan terus mengejar dan mengikuti orang itu sampai orang itu mati.

Sedangkan bangunan yang berada di sebelah barat itu juga terdapat sebuah berhala yang terbuat dari batu shawwan. Berhala itu juga duduk di atas kursi yang terbuat dari emas. Di kepalanya ada semacam ular yang melingkari lehernya. Ketika ada salah seorang yang mendekat maka ular itu akan melompat dan melilit pada leher orang tersebut sampai orangnya mati. Dan kemudian ular itu akan kembali pada tempatnya semula.

Kemudian pada bangunan kecil yang dihias dengan batu shawwan, di sana juga terdapat berhala yang terbuat dari bukhti. Siapapun yang melihat berhala itu maka berhala itu akan menyedot orang tersebut sehingga tidak bisa terlepas dan matilah orang itu di sana.”

15.          Bangunan Kuno Raja Suraid

قال المسعودى لما فرغ سوريد من عمارة تلك الأهرام وكل بها جماعة من الروحانيين وذبح لها الذبائح لتمنع من أرادها بسوء فوكل بالهرم الشرقة غلاما أمرد مصفر اللون. وهو عريان وله أسنان كبار ووكل بالهرم الغربة امرأة عريانة بادية عن فرجها تضحك فى وجه الانسان حتى يدنو منها فتستهويه فيذهب عقله ووكل بالهرم الصغير الملون شخصا فى يده مبخرة وعليه ثياب الرهبان وهو يبخر حول هذا الهرم. وذكر جماعة من أهل الجيزة أنهم يرونه مرارا عديدة وهو يطوف حول الهرم وقت القائلة وعند غروب الشمس فاذا دنوا منه يغيب عنهم واذا بعدوا عنه يظهر لهم عن بعد. وأما ما نقله محمد بن عبد الكريم أن فى أحد هذين الهرمين قبر أخى ديمون وفى الآخر قبر هرمس. وكانا من حكماء اليونان وكان أخو ديمون أقدم من هرمس وكانت الصابئة يحجون اليها من أقطار الأرض ويحملون اليها الأموال الجزيلة على طريق النذر. وكان وراء هذه الأهرام من جهة الغرب أربعمائة مدينة عامرة غير القرى. وأما ما نقله أبو الحسن المسعودى فى مروج الذهب حيث قال ان سوريد لما فرغ من بناء هذه الأهرام كساها الديباج الملون من أعلاها الى أسفلها، وعمل لها عيدا يحضره أرباب دولة مدينته وكتب على جابنها هذا بناء سوريد بن شهلوق قد بناها فى ستين سنة فمن يدع قوة فى ملكه فليهدمها فى ستمائة سنة وان الهدم أيسر من البناء فهو الصحيح . وقيل ان الخليفة المأمون لما فتح الباب الذى فى الهرم الكبير وجد به قطعة من المرجان وهى كالوح وفيها مكتوب هذا بناء سوريد الى آخره كتابته بالقلم القديم.

Imam al-Mas’udi kembali menceritakan: “Ketika Raja Suraid telah selesai membangun kota tersebut maka ia menguasakannya kepada segolongan arwah-arwah. Kemudian disembelihlah hewan-hewan kurban untuknya dengan tujuan menolak siapapun yang ingin merusak atau berbuat jahat dengan bangunan itu.

Setelah itu kota bagian timur dipasrahkan Raja Suraid kepada anak kecil tampan, putih kulitnya, telanjang dan bergigi besar dan tajam.

Sedangkan kota bagian barat dipasrahkan kepada seorang wanita yang telanjang yang memperlihatkan kemaluannya. Wanita itu tertawa terbahak-bahak di hadapan manusia sehingga manusia tergoda untuk mendekati wanita tersebut. Setelah didekati maka wanita tersebut menjatuhkan tubuhnya sehingga manusia tersebut kehilangan akalnya/gila.

Adapun kota kecil yang berwarna-warni dijaga seseorang yang tangannya selalu memegang dupa dan memakai pakaian pendeta serta selalu membakar dupa di kiri-kanan bangunan itu. Dan segerombolan orang dari tanah Jibrah menjelaskan: “Sesungguhnya penduduk Jibrah seringkali melihat penjaga tersebut yang selalu berjalan mengelilingi kota itu disaat terik matahari dan diwaktu terbenamnya matahari. Ketika mereka mendekatinya maka penjaga itu menghilang dan ketika mereka menjauh maka ia menampakkan dirinya lagi dari kejauhan.”

Muhammad bin Abdul Karim menjelaskan bahwa di salah satu bangunan timur dan barat itu terdapat kuburan Akhi Daimun dan Hurmus. Keduanya adalah perwira dari Bangsa Yunani. Kuburannya Akhi Daimun dibangun lebih dahulu daripada kuburannya Hurmus. Para penduduk Shab-iah dari berbagai pelosoknya ramai-ramai berziarah ke sana dengan membawa harta yang banyak untuk menunaikan nadzar mereka. Di belakang bangunan itu jika dilihat dari wilayah barat maka akan ditemukan 400 kota yang ramai tanpa desa.”

Kembali Imam Abul Hasan al-Mas’udi menjelaskan dalam kitabnya Muruj adz-Dzahab: “Setelah selesai membangun bangunan itu maka Raja Suraid menghiasinya dengan sutra berwarna-warni dari atas sampai bawah. Dan ia menjadikan tempat ini sebagai hari raya yang dihadiri oleh para pembesar dari kotanya. Di samping bangunan itu tertulis: “Ini adalah bangunan Suraid bin Syahluq.”

Ia membangunnya selama 60 tahun. Siapapun yang ingin menghancurkan bangunan itu, maka dibutuhkan waktu 600 tahun. Padahal umumnya merusak itu lebih mudah daripada membangun. Dan cerita ini adalah yang benar.”

Dikatakan bahwa tatkala Khalifah al-Ma’mun membuka pintu pada bangunan yang besar itu maka ditemukan sebongkah batu marjan berbentuk papan yang di dalamnya terdapat tulisan dari goresan pena kuno “Ini adalah bangunan Suraid…”

 

16.          Ketika Banjir Bandang Datang Menyapa

ثم أوحى الله الى نوح يانوح اذا فار التنور من بيت ابنك سام فاركب فى السفينة. وكان سام أكبر أولاده وهو يومئذ ابن ثلثمائة سنة. وكان متزوجا بإمرأة تسمى رحمة فجاء نوح الى بيت ابنه سام وقال يارحمة ان مبدأ الطوفان يكون من هذا التنور الذى تخبزين فيه فاذا رأيت التنور قد فار فأسرعى الىّ من وقتك وأخبرينى وكان هذا التنور من حجر أسود فلما كان يوم الجمعة لعشر مضين من رجب كانت رحمة تخبز فى التنور فلما كان آخر رغيف واذا بالماء قد فار وهو قوله تعالى )حتى اذا جاء أمرنا وفار التنور) الآية فلما رأت رحمة ذلك صاحت الله أكبر قد جاء ما وعد الله به من العذاب وقد صدق نبى الله نوح فبادرت رحمة الى نوح وأخبرته بفوران التنور فقال نوح لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم وكان نوح قد جهز ما كان يحتاج اليه فى السفينة حتى علف الدواب والطير فلما أعلمته رحمة بذلك أتى الى بيت ابنه سام فرأى الماء يفور من التنور قد ملأ صحن الدار وهو يخرج من الباب كالنهر العظيم فلما رأى ذلك توجه الى السفينة وهو ينادى ياقوم النجاة النجاة فأتوا الى السفينة وكانت عدتهم أربعين امرأة وأربعين رجلا ثم ان نوحا قال لابنه كنعان (اركب معنا ولا تكن مع الكافرين قال سآوى الى جبل يعصمنى من الماء قال لا عاصم اليوم من أمر الله إلا من رحم وحال بينهما الموج فكان من المغرقين). وقد أخبر الله عنه انه غير صالح. قال وهب بن منبه ان كنعان بن نوح غرق قبل أن يصل الى الجبل
قال ابن عباس لما فار التنور فتحت أبواب السماء بالمطر من غير سحاب وأظلمت الدنيا ظلمة شديدة فكانت ملائكة الغضب تضرب بأجنحتها على وجه الشمس فكانت السماء تقول لولا الحد الذى حده الله تعالى لغاض الماء الى الأرض السابعة وكان الرجل يمشى فى الطرقات والماء ينبع من تحت رجليه وكانت المرأة قائمة فى بيتها فينبع الماء من تحتها وهو يفور ويغلى كغليان القدور وصار الماء ينبع من سائر أقطار الأرض فلما فار الماء فى مدينة أمسوس وكانت يومئذ كرسى مملكة الملك سوريد وسمع صريخ العالم ركب فى عظماء قومه ووقف على جبل عال ليرى أحوال الناس وهو متفكر فى هذا الماء فلم يشعر إلا والماء يفور من تحت حافر فرسه فرجع الى قصره فما صار فى قصره إلا والماء صار له موج عظيم كالجبال وما بقى بظهر الأرض من شئ قال وهب بن منبه كان مبدأ الطوفان من الكوفة وبها فار التنور. وأما نوح فانه ركب السفينة هو وأهله وقد تقدم ذكر ذلك. ويروى أن عوج بن عنق لما رأى هذه الأهوال أتى الى السفينة ووضع يده عليها فقال له نوح ما تريد ياعدو الله فقال له عوج لا بأس عليك يانبى الله دعنى أمش مع السفينة حيث مشت فأضع يدى عليها وأستأنس بها من الفزع وأسمع تسبيح الملائكة فأوحى الله الى نوح لا تخش من عوج ودعه يمش مع السفينة حيث سارت  ثم ان نوحا أغلق أبواب السفينة (وقال اركبوا فيها بسم الله مجريها ومرساها) فصارت تمشى بهم بين أمواج كالجبال وقد قال الله تعالى (انا لما طغى الماء حملنا كم فى الجار ية).

Kemudian Allah Swt. mewahyukan: “Hai Nuh, jika tempat pembakaran dari rumah anakmu yang bernama Sam itu memancarkan air maka naiklah ke atas perahu.”

Sam adalah anak tertuanya Nabi Nuh As. Saat itu Sam berusia 300 tahun dan menikahi wanita bernama Rahmah. Akhirnya Nabi Nuh As. datang ke rumah Sam: “Wahai Rahmah, sungguh awal terjadi datangnya banjir tofan itu dari tempat pembakaran ini, tempat yang kau gunakan untuk memasak roti. Jika kamu melihat pembakaran ini memancarkan air maka segeralah kamu lari dan memberitahuku.”

Dikatakan bahwa sesungguhnya tempat pembakaran itu adalah dari hajar aswad. Tepat di hari Jum’at tanggal 10 Rajab, Siti Rahmah sedang memasak roti di tempat itu. Disaat memasak roti yang terakhir tiba-tiba terpancarlah air. Sebagaimana firman Allah Swt. QS. Hud ayat 40:

حَتَّى إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلاَّ مَن سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ ءَامَنَ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُ إِلاَّ قَلِيلٌ

“Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman. Dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh kecuali sedikit.”

Disaat Siti Rahmah melihat kejadian itu, ia pun langsung menjerit: “Allahu Akbar! Telah datang adzab dari Allah dan dan sungguh benar apa yang disampaikan Nabi Allah Nuh.”

Kemudian Siti Rahmah bergegas lari dan memberitahukan Nabi Nuh As. tentang pancaran air di tempat pembakaran (dapur) itu. Lalu Nabi Nuh As. hanya berucap: “La Haula Wala Quwwata Illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adzim.”

Sebelumnya Nabi Nuh As. telah mempersiapkan bekal yang dibutuhkan saat nanti dalam perahu, sampai pakan ternak dan burung pun telah dipersiapkan. Maka tatkala Siti Rahmah mengabarkan kepadanya atas kejadian pancaran air itu, bergegaslah Nabi Nuh As. mendatangi rumah Sam dan dilihatnya air sudah memenuhi ruangan depan rumah dan telah melewati pintu bagai sungai yang besar. Akhirnya dengan segera Nabi Nuh As. menuju perahu dan berseru: “Wahai kaumku, selamatkan diri kalian, selamatkan diri kalian! Ayo cepat naik ke atas perahu.”

Selama dakwahnya, Nabi Nuh As. hanya berhasil memiliki pengikut 40 laki-laki dan 40 perempuan (merekalah yang turut serta dalam perahu). Kemudian Nabi Nuh As. berkata kepada putranya yang lain yang bernama Kan’an:

يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا وَلاَ تَكُن مَّعَ الْكَافِرِينَ قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاء قَالَ لاَ عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِلاَّ مَن رَّحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ

“Hai anakku, naiklah (ke perahu) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang bisa melindungi hari ini dari adzab Allah selain Allah Yang Maha Penyayang.” Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.” (QS. Hud ayat 42-43).

Sungguh Allah telah memberitahukan bahwa Kan’an bukan termasuk orang yang shaleh. Wahb bin Munabbih mengatakan bahwa Kan’an bin Nuh tenggelam sebelum ia sampai ke gunung.

Ibnu Abbas Ra. berkata: “Saat pembakaran itu memancarkan air maka pintu-pintu langit terbuka dengan guyuran hujan tanpa mendung, dunia menjadi gelap gulita, Malaikat Ghadha mengepakkan sayapnya di permukaan matahari, dan langit pun berkata: “Andaisaja Allah tidak memberikan batas niscaya akan tembus hingga lapis bumi ke tujuh.” Saat kejadian itu jika ada seorang lelaki yang berjalan maka bekas injakannya akan memancarkan air. Wanita yang sedang berdiri di rumahnya pun akan melihat pancaran air bergelombang di bawah kakinya. Dan meratalah air memancar di seluruh permukaan bumi.”

Disaat air memancar di Kota Amsus, tempat kerajaan Suraid, terdengarlah jeritan alam. Maka sang raja beserta para pembesarnya naik ke atas gunung yang tinggi untuk melihat keadaan manusia. Ia pun bertanya-tanya dari manakah sumber air ini datang namun tak ditemukan jawabannya, terkecuali air memancar deras dari bekas telapak kudanya. Lalu ia kembali ke pemukimannya, lagi-lagi yang ia jumpai hanya air berombak yang besar seperti gunung. Dan tiada lagi sesuatu yang tersisa di atas permukaan bumi.

Wahb bin Munabbih mengatakan bahwa tempat awal terjadinya bencana banjir tofan adalah dari Kota Kufah, sebab di situlah keberadaan tempat pembakaran (dapurnya Siti Rahmah) yang memancarkan air.

Adapun Nabi Nuh As. beserta kaumnya telah menaiki perahu. Sedangkan tatkala ‘Auj bin ‘Anuq (manusia raksasa yang membawa kayu-kayu jati perahu Nabi Nuh As.) melihat bencana ini maka segeralah ia menuju perahu dan meletakkan tangannya di perahu. Lalu Nabi Nuh As. berkata kepadanya: “Apa yang kau inginkan wahai musuh Allah?”

‘Auj menjawab: “Saya takkan menyakitimu wahai Nabi Allah. Izinkanlah kuberjalan bersama perahu ini ke mana pun berlayar. Maka tanganku turut berpegangan di perahu ini dan saya merasa nyaman dari kepanikan. Aku pun mendengar tasbihnya para malaikat.”

Kemudian Allah Swt. mewahyukan pada Nabi Nuh As.: “Janganlah engkau takut pada ‘Auj. Biarlah ia ikut berjalan bersama perahu ke mana akan berlayar.”

Kemudian Nabi Nuh As. mengunci pintu-pintu perahu dan berkata:

وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut Nama Allah diwaktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Hud ayat 41).

Maka perahu itu pun berlayar bersama mereka melewati ombak-ombak yang besar bagai gunung. Allah Swt. berfirman:

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ

“Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung), Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera.” (QS. al-Haqqah ayat 11).

17.          Banjir Bandang Nabi Nuh As. Meratai ke Seluruh Penjuru Bumi

ويروى أن الله تعالى لما أرسل الطوفان رفع البيت المعمور الذى كان أنزله فى زمن آدم وكان من ياقوتة حمراء فلما طغى الماء رفعه الله تعالى الى السماء. وسمى البيت المعمور العتيق لأنه صار عتيقا من الطوفان فلما سارت السفينة أتت الى مكان الكعبة وطافت به سبعا ثم أتت الى مكان بيت المقدس فزارته وكانت السفينة لا تمر بنوح على مكان حتى تنادى يانوح هذا مكان كذا وكذا فطافت به من المشرق الى المغرب وكان حول السفينة تسعون ألف ملك يحفظونها من العذاب المنزل فكانت تجرى فى الماء كجرى القمر فى الفلك فلم تكن الا ساعة يسيرة حتى ارتفع الماء فوق رؤس الجبال مقدار أربعين ذراعاوعم الأرض والجبال ولم يبق على وجه الأرض ذو روح غير أهل السفينة وعوج بن عنق إلا هلك ولم تبق مدينة ولا قرية الا خربت ولم يبق أثر إلا الأهرام والبرابى فانها كانت محكمة البناء

Diceritakan bahwa sesungguhnya Allah Swt. tatkala mengutus tofan maka Allah Swt. mengangkat Baitul Makmur, yang dibuat dari mutiara merah, yang telah diturunkanNya ke bumi pada zaman Nabi Adam As. Ketika air telah naik maka Allah Swt. mengangkatnya ke langit. Baitul Makmur disebut juga dengan “al-‘Atiq” karena sangat antic, bisa selamat dari adzab tofan.

Tatkala perahu berlayar sampai ke Kakbah, ia pun memutarinya sampai 7 kali. Sehingga sampailah perahu itu di Baitul Maqdis untuk mengunjunginya. Tidaklah perahu itu berjalan ke suatu tempat terkecuali ia akan menjelaskan kepada Nabi Nuh As.: “Wahai Nuh, ini adalah tempat ini… dan ini adalah tempat ini…”

Maka berkelilinglah perahu itu bersama Nabi Nuh As. dari ujung timur sampai ujung barat. Di sekeliling perahu itu dipenuhi dengan para malaikat berjumlah seribu guna ikut menjaganya dari adzab yang akan diturunkan.

Perahu itu berlayar di atas permukaan air bagaikan berjalannya purnama di cakrawala. Setiap detiknya air selalu naik di atas puncak gunung setinggi 40 dzira’. Air meratai bumi dan gunung-gunung. Tiada satu pun makhluk bernyawa di bumi ini yang tersisa kecuali para penghuni perahu itu dan ‘Auj bin ‘Anuq si manusia raksasa.

Dan tidak ada pula kota dan desa terkecuali semuanya hancur. Tidak ada pula bekas-bekas bangunan yang tersisa kecuali bangunannya Raja Suraid dan al-Barabi, karena keduanya merupakan bangunan yang sangat kokoh.

18.          Gambaran Dahsyatnya Kepayahan Manusia Saat Menghadapi Banjir Bandang


ومن النوادر الغريبة ما رواه الثعلبى فى أخبار الطوفان ان إمرأة حملت ولدا صغيرا مرضعا ولم يكن فى القوم من الاطفال غيره فلما ارتفع الماء حملت ابنها على عنقها وهربت وصعدت الى جبل عال لتعتصم به من الماء فلما غشيها الماء حملت ابنها على عنقها فلما بلغ الماء فمها رفعته بيدها الى أعلى رأسها فلما غمرها الماء جعلته تحت رجليها ووقفت عليه ساعة فطلبت النجاة قدر نفس ثم غرقا جميعا فأوحى الله الى نوح لو كنت أرحم أحدا من قومك لرحمت تلك المرأة وولدها فصارت هذه الواقعة مثلا فيقال اذا وقع الطوفان يضع الانسان ولده تحت رجليه

Terdapat cerita langka dari ats-Tsa’labi bahwa tatkala terjadinya banjir tofan ada seorang wanita yang sedang menggendong anak kecil. Dan semasa itu tidak ada anak kecil kecuali anak kecil itu. Ketika air telah naik, ia menggendong anak itu di pundaknya. Kemudian ia berenang, berlari dan naik ke atas gunung demi menyelamatkan anaknya dari banjir tofan.

Ketika air semakin naik, ia menaruh anaknya di pundaknya. Dan ketika air sudah sampai di mulut, maka ia pun mengangkat tinggi-tinggi anaknya di atas kepalanya. Dan ketika air telah menenggelamkannya, maka ditaruhlah anaknya itu di bawah kakinya. Ia berpijak pada anaknya itu agar ia bisa bernafas dan selamat dari banjir. Setelah itu tenggelamlah keduanya.

Kemudian Allah Swt. mewahyukan kepada Nabi Nuh As.: “Anda Kukasihi salah satu kaummu (yang durhaka) niscaya akan Kuselamatkan wanita itu beserta anaknya.”

Dan kejadian ini hanyalah sebagai contoh (gambaran betapa dahsyatnya keadaan saat itu). Dikatakan bahwa kebanyakan manusia saat itu menaruh anaknya di bawah telapak kaki mereka agar bisa dijadikan sebagai pijakan.

19.          Lamanya Banjir Bandang Pada Masa Nabi Nuh As.

قال الكسائى اختلف جماعة من العلماء فى مقدار مكث الماء على الأرض فمنهم من قال مكث على وجه الأرض ستة أشهر ومنهم من قال مائة وخمسين يوما

Imam al-Kisai berkata: “Mengenai berapa lama masa banjir (di zaman Nabi Nuh As.) di bumi ini para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mengatakan bahwa banjir itu menggenang di atas bumi selama 6 bulan. Sebagian lagi berpendapat 150 hari (5 bulan).”

20.          Pendaratan Perahu Nabi Nuh As.

وبعد ذلك أوحى الله الى الأرض (يأرض ابلعى ماءك وياسماء أقلعى وغيض الماء وقضى الأمر واستوت على الجودى) . ويروى أن الجودى جبل بالقرب من الموصل فاستقرت السفينة عليه. قال الثعلبى كان استواء السفينة على جبل الجودى يوم عاشوراء وهو العاشر من المحرم فصامه نوح شكرا لله تعالى وأمر من كان معه بالصيام فى ذلك اليوم شكرا على تلك النعمة. ويروى أن الطيور والوحوش والدواب جمعهم صاموا ذلك اليوم ثم ان نوحا أخرج ما بقى معه من الزاد فجمع سبعة أصناف من الحبوب وهى البسلة والعدس والفول والحمص والقمح والشعير والأرز فخلط بعضها فى بعض وطبخها فى ذلك اليوم فصارت الحبوب من ذلك اليوم سنة نوح عليه السلام وهى مستحبة

Setelah itu Allah Swt. memerintahkan kepada bumi dan langit, sebagaimana firmanNya dalam QS. Hud ayat 44:

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءكِ وَيَا سَمَاء أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاء وَقُضِيَ الأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْداً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah.” Dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi. Dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang dzalim.”

Bukit Judi adalah bukit yang letaknya berdekatan dengan tanah Mushal. Perahu itu berlabuh di bukit itu. Imam ats-Tsa’labi berkata: “Perahu itu berlabuh pada hari Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram.

Kemudian berpuasalah Nabi Nuh As. di hari itu sebagai ungkapan syukur kepada Allah Swt. Dan Nabi Nuh As. juga memerintahkan semua penumpang untuk ikut berpuasa sebagai tanda syukur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah diberikan Allah Swt. kepada mereka. Diceritakan bahwa hewan-hewan, burung-burung, binatang ternak, hewan liar, semuanya juga turut melakukan puasa

Kemudian Nabi Nuh As. mengeluarkan semua bekal yang dibawanya. Lalu beliau mengelompokkannya menjadi 7 golongan; pala, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, gandum, jagung dan padi. Semuanya dicampur dan dimasak jadi satu. Maka jadilah campuran Palawija (Bubur Sura), menjadi kesukaaan Nabi Nuh As.

21.          Celak “Itsmid” Saat Nabi Nuh As. Keluar dari Perahu

ثم فتح أبواب السفينة فرأى الشمس والسحاب وقد تقطع وظهر فى الأرض قوس قزح    . وقيل انه لم يظهر فيما قبل إلا فى ذلك اليوم وكان دليلا لنقص الماء فلما رأى نوح ذلك كبر وكبر معه أهل السفينة قاطبة ثم ان أهل السفينة صاروا لا يقابلون الشمس بأعينهم فشكوا ذلك الى نوح وقالوا لا طاقة لنا أن نقابل ضوء الشمس بأعيننا فأمرهم أن يكتحلوا بحجر الاثمد فى ذلك اليوم لتقوى أعينهم ويروى عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال من اكتحل فى يوم عاشوراء لم يرمد فى سنته ثم ان نوحا فتح أبواب السفينة كلها فدخلت الشمس ونفضت الطيور أجنحتها وتحركت الوحوش وتمايلت الأشجار ثم أن عوج بن عنق لما رأى السفينة قد رست تركها ومضى يخوض فى الماء حيث شاء

Kemudian Nabi Nuh As. membukakan pintu-pintu perahu. Dilihatnya sinar matahari dan awan, serta tampaklah busur-busur yang berwarna-warni (pelangi). Pelangi itu tidak pernah nampak sebelumnya kecuali pada hari itu, yaitu tanggal 10 Muharram (Hari Asyura). Dan pelangi itu sebagai tanda bahwa air semakin surut.

Ketika Nabi Nuh As. melihat matahari dan pelangi, dengan segera ia bertakbir: “Allahu Akbar!”

Kemudian semua penumpang yang ada di dalam perahu itu ikut mengumandangkan takbir. Ketika itu para penumpang tidak bisa melihat matahari dengan mata telanjang, diadukanlah hal itu kepada Nabi Nuh tentang apa yang telah menimpa mereka. Mereka berkata: “Mata-mata kami tidak bisa menghadapi sinar matahari.”

Akhirnya Nabi Nuh As. memerintahkan mereka untuk bercelak dengan batu “ itsmid” agar mereka mampu dan kuat melihat sinar matahari. Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Barangsiapa yang bercelak pada hari Asyura maka orang itu tidak akan buta pada tahun itu.”

Setelah Nabi Nuh As. membuka semua pintu perahu maka terpancarlah sinar matahari ke dalam perahu. Sehingga burung-burung pun bisa mengepakkan sayapnya. Dan semua hewan serta pepohonan bisa menggerak-gerakkan tubuhnya. Sedangkan ‘Auj bin ‘Anuq tatakala mengetahui bahwa perahu itu telah berlabuh, dengan segera ia pergi meninggalkan perahu itu dan berenang ke dalam air sesuka hatinya.

22.          Kehidupan Baru Usai Banjir Bandang

قال الكسائى أول ما ظهر من الجبال فى الأرض جبل أبى قبيس الذى بمكة وظهر مكان الكعبة وقد صارت ربوة حمراء ولم يسلم من القرى سوى قرية نهاروند فوجدت من تحت الماء كما هى لم تتغير وسلمت الاهرام وسلمت البرابى التى كانت بجهات الصعيد وهى التى بناها هرمس الاول الذى أودع فيها علم النجوم وعلم الهيئة فوجدت على حالها ثم ان نوحا أراد أن يعلم هل انكشف الماء عن الأرض أم لا فأرسل الغراب ليكشف له خبرالأرض فلما ذهب الغراب رأى جيفة فاشتغل بأكل الجيفة فأبطأ بالخبر عن نوح سبعة أيام فدعا عليه فصار يمشى وفى رأسه الرعونة لا يستقر بمكان واحد. ثم ان نوحا قال لبقية الطيور من فيكن يأتينى بخبر الماء ولا يفعل كفعل الغراب فقالت الحمامة أنا آتيك بخبر الماء يا نبي الله فطارت وغابت ساعة ثم رجعت وفي فمها ورقة خضراء فلما رأى نوح تلك الورقة في فمها قال هذه الورقة من ورق الزيتون فعلم أن الماء لم ينكشف عن الارض ثم أقام بعد ذلك مدة يسيرة وأرسل الحمامة فغابت ساعة ثم عادت ورجلاها مخضبتان بحمرة وسبب ذلك أنه أول ما أنكشف عن الارض مكان الكعبة فصارت ربوة حمراء فوقفت عليها الحمامة فأختضبت رجلاها من ذلك الطين الاحمر وتطوقت فدعا لها نوح وقال اللهم اجعل الحمام أبرك الطيور وأكثر من نسله وحببه للناس فما أقامت السفينة على الجبل أربعين يوما حتى جفت الارض ونبت فيها الأعشاب من كل جانب فأوحى الله إلى نوح (أن أهبط بسلام منا وبركات عليك وعلى أمم من معك). ثم أن الله أمر نوحا بأن يطلق ما كان معه من الطيور والوحوش والدواب والهوام فأطلقهم أجمعين فتفرقوا في الفضاء كما كانوا فى الاول ثم ان الله تعالى أظهر الليل والنهار والشمس والقمر والنجوم كما كانوا أولا. ثم بعد ذلك أمطر مطر الرحمة ودحرج ماء الطوفان عن الارض وجعله ملحا أجاجا ففرح نوح بذلك وأستبشر بالرضا من الله تعالى

Imam al-Kisai berkata: “Setelah banjir melanda selama 150 hari dan menjadi surut, gunung yang terlihat pertamakali adalah Gunung Abi Qubais di Kakbah. Sehingga terlihatlah tempat Kakbah yang memiliki tanah berwarna merah. Dan tak ada satupun desa yang terselamatkan terkecuai Desa Naharwandi. Desa ini ditemukan di bawah air, keadaannya masih utuh seperti semula tidak ada yang hancur sama sekali. Begitu juga Desa al-Barabi di Sha-id. Konon desa ini yang membangun adalah Hurmus I. Di dalam bangunan itu Hurmus telah menyimpan berbagai ilmu, seperti ilmu perbintangan dan ilmu-ilmu kesaktian. Bangunan ini ditemukan dalam keadaan utuh .”

Kemudian Nabi Nuh As. ingin memastikan apakah air sudah surut atau belum di permukaan bumi, maka diutuslah seekor burung elang. Elang pun pergi mencari kabar apa yang dititahkan Nabi Nuh kepadanya.

Di tengah perjalanannya itu elang melihat bangkai. Setelah itu ia malah memakan bangkai tersebut sehingga terlupalah akan tugas yang sedang diembannya. Nabi Nuh As. menunggunya hingga 7 hari. Lalu Nabi Nuh As. pun memanggil elang itu. Namun didapatinya elang berjalan dengan pongah-ceronboh dan tak bisa diam menetap pada satu tempat. Akhirnya Nabi Nuh As. berkata kepada burung-burung yang lain: “Siapakah diantara kalian yang bisa memberikan kabar kepadaku tentang keadaan air di muka bumi dan tidak melakukan seperti apa yang dilakukan elang?”

Burung merpati akhirnya yang angkat bicara: “Wahai Nabi Allah, saya lah yang akan membawakan kabar itu untukmu.” 

Setelah itu terbanglah merpati itu dan ia kembali dengan membawa daun hijau di paruhnya. Ketika melihat daun itu Nabi Nuh As. berkata: “Sesungguhnya daun ini adalah sebagian dari daun-daunnya pohon zaitun.”

Dengan melihat daun itu tahulah Nabi Nuh As. bahwa banjir belum surut sempurna. Setelah itu Nabi Nuh As, menunggu beberapa hari lagi. Kemudian beliau menyuruh burung merpati itu lagi. Dengan segera ia langsung terbang dan setelah kembali kakinya penuh dengan lumpur yang berwarna merah. Karena tanah yang pertama terlihat di bumi adalah Kakbah, yang tanahnya memang merah, burung merpati itu tadi hinggap di sana dan mengoles-oleskan tanah merah itu pada kedua kakinya.

Maka Nabi Nuh As. mendoakan burung merpati itu: “Ya Allah, jadikanlah penuh keberkahan burung merpati-merpati ini untuk para burung lainnya dan perbanyaklah keturunan-keturunannya serta disukai oleh banyak orang.” 

Perahu itu berada di atas Gunung Judi selama 40 hari sampai bumi menjadi kering dan tumbuhlah rumput-rumput di sekitar perahu itu. Lalu Allah mewahyukan pada Nabi Nuh:

يانُوحُ اهْبِطْ بِسَلَامٍ مِّنَّا وَبَركَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ 

“Wahai Nuh , turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang beriman) dari orang-orang yang bersamamu.” (QS. Hud ayat 48).

Kemudian Allah Swt. memerintahkan Nabi Nuh As. untuk melepas dan membebaskan semua yang ada di dalam perahu itu seperti sediakala. Lalu Allah Swt. memperlihatkan siang, malam, menerbitkan matahari, bulan dan bintang seperti semula. Dan kemudian diturunkanlah hujan rahmat, menggantikan air banjir tofan yang kotor menjadi air yang segar. Bergembiralah hati Nabi Nuh As. dengan kebahagiaan yang mengharapkan ridha Allah Swt.

23.          Perubahan Keadaan Bumi Pasca Banjir Bandang

ويروى أن نوحا لما خرج من السفينة رأى الارض بيضاء كلها فصار متعجبا من ذلك فأتاه جبرائيل وقال له هل تدري يا نوح ما هذا البياض الذى تراه قال وما هو قال هذه عظام قومك ثم سمع صلصلة عظيمة فقال له جبرائيل أتدرى ما هذه الصلصلة قال وما هى قال هذه أصوات السلاسل التى يسحب بها قومك إلى النار وهو قوله تعالى (مما خطيئاتهم أغرقوا فأدخلوا نارا) قال لما خرج نوح من السفينة وكان معه من المؤمنين ثمانون انسانا عمر لهم قرية هناك وسماها قرية الثمانين وهي اول قرية بنيت على وجه الأرض بعد الطوفان فلما استقروا بتلك القرية اوقع الله فيهم الفناء فماتوا جميعا ولم يبق احد الا نوح واولاده وهم سام وحام و يافث ونساؤهم فكانت عدتهم سبعة انفس وهو قوله تعالى (وجعلنا ذريته هم الباقين) فجميع العالم نوح عليه السلام وهو ابو البشر الثاني قال وهب بن منبه كان مبتدأ الطوفان في رجب وكان انتهاؤه في او آخر ذي الحجة قال ابو معشر كان بين طوفان نوح وتوبة آدم الفان ومائتان واربعون سنة وكان بين الطوفان والهجرة النبوية ثلاثة الاف وسبعمائة واربعة وسبعون سنة

Sewaktu Nabi Nuh As. keluar dari perahu, dilihatnya bumi ini menjadi serba putih. Nabi Nuh merasa heran, maka datanglah Malaikat Jibril As. dan bertanya: “Wahai Nuh, apakah engkau tahu apa sebenarnya putih-putih yang kamu lihat ini?”

Nabi Nuh As. malah balik bertanya: “Apakah ini?”

Malaikat Jibril As. menjawab: “Sesungguhnya warna putih-putih itu adalah tulang-belulang dari kaummu.”

Setelah mengetahui hal itu lalu Nabi Nuh As. mendengar suara-suara yang bergemerincingan. Malaikat Jibril As. pun bertanya lagi: “Apakah kamu tahu suara apakah itu?”

“Suara apakah itu?” Nabi Nuh balik bertanya.

Dijawab: “ Sesungguhnya ini adalah suara rantai-rantai yang digunakan untuk menyeret kaummu ke neraka.”

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Nuh ayat 25:

مِمَّا خَطِيئَاتِهِمْ أُغْرِقُوا فَأُدْخِلُوا نَارًا فَلَمْ يَجِدُوا لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْصَارًا

Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka. Maka mereka tidak mendapat penolong-penolong bagi mereka selain dari Allah.”

Dan diceritakan pula bahwa ketika Nabi Nuh As. keluar dari perahu, ia bersama 80 manusia. Setelah itu Nabi Nuh As. membangun sebuah desa dan meramaikannya. Desa itu diberi nama “Tsamanin”. Dan desa ini adalah desa pertama kali yang dibangun di permukaan bumi setelah terjadinya banjir bandang (tofan).

Setelah 80 orang itu menempati desa tersebut, maka Allah Swt. menurunkan kerusakan dan binasalah 80 orang itu secara bersamaan. Tidaklah ada yang tersisa kecuali Nabi Nuh As. dan 3 anak beliau; Sam, Ham dan Yafus, serta 3 orang menantu beliau. Jumlahnya menjadi 7 orang. Sebagaimana Allah Swt. Berfirman dalam QS. ash-Shaffat ayat 77:

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ

“Dan Kami jadikan anak-cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.

Sehingga semua yang ada di alam ini berawal dari Nabi Nuh As. Dan Nabi Nuh adalah Bapaknya manusia kedua setelah Nabi Adam As.

Wahb bin Munabbih mengatakan: “Awal terjadinya banjir tofan adalah di bulan Rajab sampai akhir bulan Dzul Hijjah (6 bulan).”

Imam Abu Ma’syar berkata: “Jarak antara banjir tofannya Nabi Nuh As. dengan taubatnya Nabi Adam As. adalah 2.240 tahun. Sedangkan jarak antara banjir tofannya Nabi Nuh As. dengan hijrahnya Nabi Saw. adalah 3.774 tahun.”

24.          Nabi Nuh As. Mengawali Hidup Baru dengan Menanam Pepohonan

)ومن النكت اللطيفة) ما نقله الثعلبي قال لما استقر نوح اوحى الله اليه ان يغرس الاشجار التي كانت معه فغرسها في اول الأرض وكان اول ما غرس شجرة الآس واراد ان يغرس شجرة العنب فلم يجدها فقال لولده سام يا بني ما فعلت بشجرة العنب فقال لا اعلم بها فهبط جبرائيل فقال له يا نوح ان ابليس قد سرقها قال نوح لابليس اعد شجرة العنب التي سرقتها فقال ابليس ما اعيدها لك حتى تشركني بها قال له قد جعلت لك فيها الثلث فأبى ابليس من ذلك فقال قد جعلت لك فيها الثلثين فرضي. قال الشيخ كمال الدين الدميري في كتاب حياة الحيوان لما غرس ابليس شجرة العنب في الأرض ذبح عليها طاووسا فشربت من دمه فلما طلعت اوراقها ذبح عليها قردا فشربت من دمه فلما اثمرت ذبح عليها اسدا فشربت من دمه فلما تزببت أعنابها ذبح عليها خنزيرا فشربت من دمه فلهذا شارب الخمر تعتريه هذه الأوصاف الأربعة ولذلك اول من يشربها وتدب في أعضائه يزهو كما يزهو الطاوس فاذا مشي صفق ورقص كما يرقص القرد فاذا قوى عليه السكر عربد وزمجر كما يفعل الأسد فاذا خدر منه السكر ينعس ويطلب النوم كما يفعل الخنزير فهذه العناصر الأربعة لا تحول من شارب الخمر قطقال الكسائي اول من عصر الخمر وصنع الطار والمزمار وآلآت الطرب إبليس

Imam ats-Tsa’labi menjelaskan bahwa ketika Nabi Nuh As. telah menetap, maka Allah Swt. mewahyukan kepadanya agar menanam pepohonan. Nabi Nuh As. pun menjalankan perintah tersebut. Dan pohon pertama kali yang ditanam adalah pohon jati. Kemudian Nabi Nuh As. hendak menanam pohon anggur, namun beliau tidak menemukan pohon itu. Maka Nabi Nuh bertanya kepada putranya, Sam: “Wahai putraku, apakah kamu mengambil pohon anggur?”

Sam menjawab: “Saya tidak tahu, Ayah.”

Akhirnya turunlah Malaikat Jibril As. memberitahukan: “Wahai Nuh, sesungguhnya pohon anggur itu telah dicuri iblis.”

Lalu Nabi Nuh As. berkata kepada iblis: “Kembalikanlah kepadaku pohon anggur yang telah kau curi itu.”

Iblis menjawab: “Aku tidak akan mengembalikan pohon anggur itu sehingga kau mau membaginya denganku.”

Nabi Nuh As. berkata: “Baiklah, kamu nanti akan mendapat 1/3 bagian.”

Mendengar keputusan Nabi Nuh tersebut, iblis pun menolak. Kemudian Nabi Nuh As. menaikkan tawaran menjadi 2/3, maka setujulah iblis.

Syaikh Kamaluddin ad-Damiri dalam kitabnya Hayat al-Hayawan mengatakan: “Ketika iblis pertama kali menanam pohon anggur, ia menyembelih burung merak dan menyiramkan darahnya pada pohon anggur itu sampai terseraplah darah itu ke dalamnya. Setelah daunnya tumbuh maka iblis menyembelih monyet dan menyiramkan darahnya ke pohon anggur itu. Dan ketika berbuah muda maka iblis menyembelih harimau dan menyiramkan darahnya ke pohon anggur itu. Ketika buahnya sudah besar-besar maka iblis menyembelih babi dan menyiramkan darahnya ke pohon anggur itu. Maka dari itu siapapun yang meminum khamr maka tidak akan terlepas dari 4 sifat hewan itu.

Keadaan orang yang meminum anggur adalah, pertama minum ia akan bergerak-gerak tubuhnya seperti burung merak. Setelah minum maka ia akan berjalan sempoyongan, menari-nari sendiri seperti monyet. Setelah parah maka ia akan berteriak-teriak seperti harimau. Dan ketika benar-benar sudah parah maka ia akan merasa ngantuk dan ingin tidur layaknya seekor babi. Dan 4 sifat inilah yang tidak pernah lepas dari orang yang minum minuman keras.

Imam al-Kisai mengatakan bahwa yang pertama kali memeras anggur menjadi arak adalah iblis. Dan yang pertama kali membuat gendang, seruling dan alat-alat musik lainnya juga iblis.

25.          Penutup

Akhirnya sampai juga di penghujung tulisan, yang sebenarnya mencapai permulaannya saja belum. Ibarat lautan, tulisan ini hanyalah setetes darinya. Baca dan koreksilah.

Silakan halal diapakan saja oleh kalian, selama hal itu dianggap “manfaat”. Pada akhirnya “Gusti Allah Mboten Sare.” Wallahu A’lam.

Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 18 Februari 2014
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template