Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Shalawat Nabi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shalawat Nabi. Tampilkan semua postingan

TEKS, ARTI DAN SEJARAH SHALAWAT THARIQAH ATAU SHALAWAT THARIQIYYAH

Written By MuslimMN on Senin, 24 Oktober 2016 | 05.41



Diijazahkan dan diterima dari Dr. KH. Idham Chalid Jakarta

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى ۞ مُحَمَّدٍ وَآلٍ وَصَحْبٍ أَجْمَعِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقًا مِنَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقًا مِنْ رُوْحِ جِبْرِيْلَ الْمَتِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الْأَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الشُّهَدَآءِ وَالْمُجَاهِدِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الْخُلَفَآءِ وَالرَّاشِدِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الْعُلَمَآءِ وَالْعَامِلِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الْأَوْلِيَآءِ وَالْمُخْلِصِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ السُّعَدَآءِ وَالْفَآئِزِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الْأَتْقِيَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الْبُدَلَآءِ وَالْقَانِتِيْنَ
اللَّهُمَّ اهْدِنَا الطَّرِيْقَ الْمُسْتَقِيْمَ ۞ طَرِيْقَ الْأَصْفِيَآءِ وَالذَّاكِرِيْنَ

Allahumma shalli wasallim ‘ala ۞ Muhammadin wa alin washahbin ajma’in.

Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqan minallahi Rabbil ‘alamin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan dari Allah Tuhan semesta alam)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqan min ruhi Jibrilal matin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan dari Malaikat Jibril al-Matin)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqal anbiya-i wal mursalin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan para nabi dan rasul)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqassyuhada-i wal mujahidin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan para pahlawan dan pejuang)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqal khulafa-i warrasyidin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan para Khulafaur Rasyidin)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqal ‘ulama-i wal ‘amilin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan para ulama dan pengamal)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqal auliya-i wal mukhlishin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan para wali dan orang-orang yang ikhlas)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqassu’ada-i wal fa-izin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang menang dan bahagia)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqal atqiya-i wasshalihin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang bertaqwa dan shaleh)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqal budala-i wal qanithin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan para wali abdal dan ahli ibadah)
Allahummahdina ath-thariqal mustaqim ۞ Thariqal ashfiya-i wadzdzakirin.
(Ya Allah tunjukkan kami jalan yang lurus, jalan para sufi dan  ahli dzikir)

Sekilas Sejarah “Shalawat Thariqiyyah” Menjadi Lagu Wajib Jam’iyyah Thariqah

Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) mempunyai bacaan shalawat yang khas. Mereka menyebutnya “Shalawat Thariqiyyah”. Dulu, dalam suatu acara thariqah yang dihadiri presiden, pihak protokoler presiden entah kenapa sempat melarang pembacaan shalawat ini, mungkin karena takut lantaran tidak paham arti bacaan shalawat itu. Namun karena pihak jam’iyyah thariqah mengatakan bahwa Shalawat Thariqiyyah itu adalah mars atau lagu wajib thariqah, maka protokoler pun tidak bisa melarang shalawat ini didendangkan di hadapan sang presiden.

Sebagai organisasi sosial keagamaan yang menjunjung semangat nasionalisme, Nahdlatul Ulama (NU) tak pernah luput menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam setiap acara formalnya. Namun ada 3 hal lagi yang selalu khas dan wajib mendapatkan porsi khusus dalam setiap acara NU, yakni pembacaan surat al-Fathihah untuk membuka acara, pembacaan ayat suci al-Quran dan pembacaan shalawat Nabi Muhamamad Saw.

Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah, salah satu badan otonom di bawah naungan NU mempunyai bacaan shalawat yang khusus, shalawat Thariqiyyah. “Allahummahdina thariqal mustaqim…” Shalawat ini juga dibaca dalam pembukaan Muktamar XI Jam’iyyah Thariqah di Pondok Pesantren Al-Munawwariyah, Bululawang, Malang, Rabu (11/1) yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Pembacaan shalawat dipimpin oleh qari’ internaional pemenang MTQ Turki, H. Saiful Munir.

Menurut Ketua Komisi Bahtsul Masail Thariqiyyah Muktamar XI, KH. M. Adib Zaen, shalawat ini ‘diijazahkan’ oleh KH. Idham Chalid, Ketua Umum PBNU sebelum Gus Dur. “Saya tidak tahu apakah beliau yang menciptakan atau bukan, namun beliau (KH. Idham Chalid) yang menyampaikan shalawat ini kepada jam’iyyah thariqah,” katanya.

Kepastian bahwa shalawat ini bersal dari KH. Idham Chalid, kata KH. M. Adib Zaen, disampaikan oleh KH. Mudhoffar Fathurrahman yang pernah menjabat sekjen Majelis Ifta’ Jam’iyyah Thariqah selama tiga periode. KH. Idham Chalid juga sekaligus memberikan nama shalawat itu dengan “Shalawat Thariqiyyah”.

Menurut KH. M. Adib Zaen, shalawat ini sejak lama menjadi ciri khas Jam’iyyah Thariqah, namun baru secara formal menjadi semacam lagu wajib thariqah sejak Munas Jam’iyyah Thariqah di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada 2008 lalu. Waktu itu ia sendiri yang memimpin pembacaan shalawat itu di hadapan presiden. (Disarikan dari NU Online).

Berikut diantara rekaman video Shalawat Thariqiyyah:
§  Versi bahasa Indonesia: https://youtu.be/7fDoIkIWMDA
§  Grup Al-Munsyidin: https://youtu.be/8wm81siDQZ8
§  KH. Mas Mansur: https://youtu.be/iX-wTVibnDw
§  Ust. Nizar Al-Munsyidin: https://youtu.be/0Hq5vEUz-nw
§  Ust. Lukman Nur Hakim: https://youtu.be/deKbejQ0iYA
§  Zawiyah Thariqah Al-Idrisiyah: https://youtu.be/JVAsLSadt_8
§  Official Lirik Video: https://youtu.be/2CQwOYJmDKU


SIBUK DENGAN SHALAWAT SIBUK, DI TENGAH INTRIK DAN KONFLIK POLITIK

Written By MuslimMN on Kamis, 11 September 2014 | 10.28





اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ وَعَلَي الِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

Shalawat ‘sibuk’ karena salah satu lafadz dalam sighat shalawat tersebut adalah “Asyghil”, artinya sibukkanlah. Shalawat ini isinya selain permohonan rahmat kepada Allah untuk Rasulullah Saw., juga untuk keselamatan dari kelaliman para penguasa. Konon doa ini dipanjatkan oleh Imam Ja’far ash-Shadiq, salah seorang tonggak keilmuan dan spiritualitas Islam di awal masa keemasan umat Islam. Beliau hidup di akhir masa Dinasti Umawiyyah dan awal era Abbasiyyah yang penuh intrik dan konflik politik.

Bagi beliau, kekacauan politik tak boleh sampai mengganggu proses pelestarian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Saat itu, ilmu pengobatan, geografi, astronomi, kimia, sastra, mulai berkembang dan diminati. Maka di setiap Qunut, beliau berdoa:

اللَّهُمَّ أَشْغِلِ الظَّالِمِيْنَ بِالظَّالِمِيْنَ وَأَخْرِجْنَا مِنْ بَيْنِهِمْ سَالِمِيْنَ

“Duh Gusti, sibukkan orang-orang lalim dengan orang-orang lalim, dan keluarkan kami dari kungkungan mereka dengan selamat.”

Biar sajalah para peminat kekuasaan bertarung berebut jabatan dan sibuk dengan urusan mereka, asal tidak merecoki aktivitas keilmuan dan memolitisasinya. Dengan sikap tenang serta setia pada pematangan ilmu dan spiritualitas, beliau dan para murid mampu menyongsong masa transisi itu dengan baik.

Sebentar lagi kita masuk tahun dimana pintu pasar bebas mulai terbuka lebar. Belum lagi prediksi para waskita bahwa tahun-tahun ini adalah masa transisi bagi Nusantara Raya. Kekuatan Barat dan Timur akan saling tubruk di negeri kita, saling bersaing dan berebut kuasa ekonomi. Tak pelak, persaingan ekonomi akan selalu menuntut jalurnya di ranah politik, kekuasaan. Tiada peduli lagi kepada rakyat kecil lokal, kecuali bila menguntungkan.

Meski demikian adanya, semoga kita semua tetap setia pada proses ngaji seumur hidup dan dituntun oleh Allah agar bisa keluar dari ketiak pertempuran mereka dengan aman, selamat sentosa. Biarlah bertarung para gajah, namun jangan sampai pelanduk mati di tengah-tengah. Shallu ‘ala Muhammad! (Oleh: Zia Ul Haq Tegal Santri Krapyak dan Sya’roni As-Samfuriy).

SYAIR PUJIAN KH. AHMAD DALHAR WATUCONGOL PADA JUNJUNGAN NABI MUHAMMAD SAW.

Written By MuslimMN on Sabtu, 04 Januari 2014 | 05.38





Syair pujian ini biasa dibaca atau diwiridkan setiap selesai shalat fardhu, dan khususnya setelah adzan Maghrib biasanya syair ini dikumandangkan di mushalla atau masjid. Dan bagi santri-santri biasa juga dibaca sebelum dimulainya ngaji. Syair ini kemungkinan beliau kutip dari kitabnya Syaikh Nawawi al-Bantani al-Jawi, Maraqiy al-‘Ubudiyah (hlm. 3) syarah kitab Bidayat al-Hidayah karya Hujjatul Islam al-Imam al-Ghozali. Tulisan berikut ini disertai teks dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia dan Aceh.

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ


لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طَهَ مُطْلَقًا أَبَدًا
وَمَا تَثَائَبَ أَصْلًا فِى مَدَى الزَّمَنِ

Lam yahtalim qaththu Thaaha muthlaqan abadan # Wamaa tatsaa-aba ashlan fii madazzamani.
Nabi Muhammad Saw. tidak pernah bermimpi jelek. Dan tidak pernah pula menguap selamanya.
Nabi han tom neumeulumpoe, malam uroe seulama-lama. Meuseumeunguep nabi pitan nibak zameun sepanjang masa.

مِنْهُ الدَّوَابُ فَلَمْ تَهْرُبْ وَمَا وَقَعَتْ
ذُبَابَةٌ أَبَدَا فِى جِسْمِهِ الْحَسَنِ

Minhu ad-dawaabbu falam tahrab wamaa waqa’at # Dzubaabatun abadan fii jismihil hasani.
Semua binatang tunduk patuh pada Nabi Saw. Betapa indahnya badan beliau Saw. sampai seekor lalat pun tak berani menghinggapinya.
Binatang kleud hantom jiplueng, jimeutemeung ngon maulana. Lalat nyamok pihantom roh nibak tuboh yang mulia.

بِخَلْفِهِ كَأَمَامِ رُؤْيَةٌ ثَبَتَتْ
وَلَايُرَى أَثْرُ بَوْلٍ مِنْهُ فِى عَلَنِ

Bikhalfihii ka-amaami ru-yatun tsabatat # Walaa yuraa itsru baulin minhu fii ‘alani.
Nabi Saw. mampu melihat belakang sama seperti melihat depan. Dan sama sekali tak berbekas tatkala buang hajat.
Keue ngon likot deuh neukalon, hana teusom bak maulana. Neutoh iek ek beukasan tan wajeb taulan ta peucaya.

وَقَلْبُهُ لَمْ يَنَمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ
وَلَايُرَى ظِلُّهُ فِى الشَّمْسِ ذُو فَطَنِ

Waqalbuhuu lam yanam wal ‘ainu qad na’asat # Walaa yaraa dzillahuu fis syamsi dzuu fathani.
Hatinya tidak pernah tertidur, walau mata terpejam. Tak ada bayangan meskipun berjalan di bawah terik matahari.
Hate nabi han tom teungeud, yang na teuped dua mata. Meubayang tan dalam uroe hireuen laloe takalon rupa.

كَتْفَاهُ قَدْ عَلَتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا
عِنْدَ الْوِلَادَةِ صِفْ يَاذَا بِمُخْتَتَنِ

Katfaahu qad ‘allataa qauman idzaa jalasuu # ‘Indal wilaadati shif yaa dzaa bimuhtatani.
Dua pundaknya selalu lebih tinggi dari para sahabat. Sudah tersunat tatkala dilahirkan ke dunia.
Watee neuduek lam kawan lee, manyang baho dimaulana. Yoh wiladah tan meuligan kalheueh khatan yoh masa na.

هَذِىِ الْخَصَائِصُ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ آمِنَا
مِنْ شَرِّنَارٍوَسُرَّاقٍ وَمِنْ مِحَنِ

Haadzil khashaa-isha fahfadzhaa takun aaminan # Min syarri naarin wasurraaqin wamin mihani.
Inilah 10 kekhususan pada Nabi Saw., maka hafalkanlah. Agar kita terhindar dari api, pencuri dan bencana. 
Nyang siploh nyoe sifeuet nabi, wajeb turi tuha muda. Soe nyang hafai nyang siploh totung karam tuhan peulara.


#Menyambut dan mengisi datangnya bulan kelahiran (Maulid) Nabi Saw. dengan membacakan shalawat tiada batas, Allahumma shalli wasallim wabarik ‘ala Sayyidina Muhammadin wa’ala Aalihi wa Shahbihi ajma’in.

Sumber foto dari: Gus  Achmad Shampton Masduqie.

Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 04 Januari 2014

 
Meningkatkan Cinta Kita pada Sang Nabi
Copyright © 2011. PUSTAKA MUHIBBIN - Web Para Pecinta - All Rights Reserved
PROUDLY POWERED BY IT ASWAJA DEVELOPER
Themes by Maskolis.com | Published by Mas Template